Minim Perhatian Pemerintah, Protokol New Normal di Pasar Tradisional Hanya Pepesan Kosong Ilustrasi: Pasar Harjodaksino Solo, Jawa Tengah dipadati banyak pengunjung jelang Lebaran, Sabtu (23/5). (MP/Ismail)

Merahputih.com - Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ferry Juliantono menyebut pelaksanaan protokol kenormalan baru di pasar tradisional tidak mudah.

Menurutnya, keterbatasan lahan pasar menjadi kendala utama untuk protokol kesehatan seperti menjaga jarak antar pedagang bisa dijalankan.

Baca Juga

Kasus Positif Corona Meningkat, Pemerintah Diminta tak Main-main Kendorkan PSBB

"Masing-masing pedagang itu mereka terlalu berdempet. Kita sudah usul supaya lahan parkir itu jadi penambahan lapak atau kios. Supaya jarak antara pedagang bisa terjaga," ujar Ferry saat diskusi virtual di Jakarta, Sabtu (6/6).

Ferry menyebut diperlukan regulasi dan struktur baru agar penerapan new normal bisa efektif di lapangan.

"Saya sudah menyampaikan ke Menteri Koperasi dan UKM (Teten Masduki), saya bilang pak kita harus memberikan contoh penerapan protokol kesehatan di pasar," terangnya.

APPSI menyayangkan pemerintah tidak benar-benar memberi perhatian serius untuk pasar tradisional padahal berpotensi menjadi klaster baru COVID-19.

Ferry mencontohkan di DKI Jakarta misalnya dari 140 pasar yang ada hanya 10 sampai 20 pasar yang dilakukan penyemprotan disinfektan.

"Sisanya 120 pasar tidak ada tindakan dan alat yang memadai. Walhasil, kita APSSI dan paguyuban pasar melakukan persiapan secara mandiri. Kita sedih juga satu sisi punya kewajiban buka tapi sisi lain kita tidak dilengkapi dengan alat yang memadai," ungkap politikus Gerindra ini.

Pasar Harjodaksino Solo, Jawa Tengah dipadati banyak pengunjung jelang Lebaran, Sabtu (23/5). (MP/Ismail)
Pasar Harjodaksino Solo, Jawa Tengah dipadati banyak pengunjung jelang Lebaran, Sabtu (23/5). (MP/Ismail)

Ia menyebut stimulus ekonomi saat pandemi COVID-19 yang dikeluarkan pemerintah dinilainya tak terlalu berdampak bagi pasar. "Sayangnya alokasi anggaran pemulihan ekonomi itu banyaknya hanya untuk korporasi besar, bukan ke pasar," ujar Ferry.

Selain itu, ia menilai tidak adanya sinkronisasi dari pemerintah pusat dalam memperbaiki sektor perekonomian masyarakat menengah ke bawah. Saat ini, banyak pedagang pasar yang gulung tikar dan menimbulkan kemiskinan baru.

"Yang kena dampak ini pengusaha UKM, koperasi, dan termasuk pasar juga. Tetapi yang dibantu, didukung malah yang lain-lain. Harusnya besaran alokasi ditujukan ke sektor yang paling kena," tegas Ferry.

Untuk itu, ia berharap memberi perhatian lebih kepada pasar tradisional di tengah pandemi virus COVID-19. Khususnya dalam penerapan kenormalan baru atau new normal.

"Saya berharap pemerintah pusat ada intervensinya, bersama-sama pemerintah daerah. Karena kalau pasar hanya diserahkan pemda rasanya tidak cukup," ujar Ferry.

Baca Juga

Imbas Corona, Pendapatan KAI Anjlok

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian mengeklaim, pemerintah akan memberi perhatian lebih kepada pasar tradisional selama penerapan kenormalan baru atau new normal. Sebab, pasar merupakan tempat berlangsungnya ekonomi masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

"Pemerintah akan memfokuskan perhatian pada pasar tradisional, dan jumlahnya itu juga cukup banyak," ujar Donny.

Kunjungan Presiden Joko Widodo ke lokasi sektor perekonomian masyarakat, disebutnya bukan sebagai tinjauan biasa. Itu merupakan tanda bahwa pemerintah serius dalam mempersiapkan segala protokol untuk menyambut new normal. "Itu semata-mata wujud perhatian kesiapannya, tetapi bukan berarti yang lain ditinggalkan," klaim Donny. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies Akui Tak Bisa Berpendapat di Hadapan Jokowi Soal UU Cipta Kerja
Indonesia
Anies Akui Tak Bisa Berpendapat di Hadapan Jokowi Soal UU Cipta Kerja

Anies menjelaskan seluruh keterangan disampaikan Jokowi dan tim kepresidenan

Pulihkan Ekonomi, BI Pangkas BI Rate Jadi 4 Persen
Indonesia
Pulihkan Ekonomi, BI Pangkas BI Rate Jadi 4 Persen

Bank Indonesia berkomitmen melakukan pendanaan atas APBN 2020 melalui pembelian SBN dari pasar perdana secara terukur.

PSI Desak Pemprov DKI Batalkan Pembangunan RTH di Tengah Pagebluk COVID-19
Indonesia
PSI Desak Pemprov DKI Batalkan Pembangunan RTH di Tengah Pagebluk COVID-19

Berdasarkan situs lpse.jakarta.go.id, terdapat 6 lelang proyek pembangunan RTH taman di Dinas Pertamanan dan Hutan Kota dengan total nilai Rp14,2 miliar.

 [HOAKS atau FAKTA] : Beredar Email Mengatasnamakan Kapolri untuk Para Pengusaha
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Beredar Email Mengatasnamakan Kapolri untuk Para Pengusaha

"Tanda tangan juga bukan tanda tangan dari Kapolri," tegas Argo.

Jelang Perayaan Imlek, Polisi Amankan Sejumlah Vihara di Sawah Besar
Indonesia
Jelang Perayaan Imlek, Polisi Amankan Sejumlah Vihara di Sawah Besar

Pengamanan Imlek di Sawah Besar akan dibantu personel dari Polda Metro Jaya.

 Pemalsu SIKM Diancam 12 Tahun Penjara dan Denda Rp12 Miliar
Indonesia
Pemalsu SIKM Diancam 12 Tahun Penjara dan Denda Rp12 Miliar

Adapun setiap warga yang nekat melakukan pemalsuan pembuatan SIMK dari Jakarta keluar Jabodetabek dan masuk ibu kota terancam hukuman denda maksimal Rp12 miliar dan 12 tahun penjara.

Gandeng KAI dan KCI, Pemkot Bogor Matangkan Rencana Pembangunan Trem
Indonesia
Gandeng KAI dan KCI, Pemkot Bogor Matangkan Rencana Pembangunan Trem

"Pertemuan dengan PT KAI, membicarakan persiapan penandatangan nota kesepahaman antara Pemerintah Kota Bogor dengan PT KAI, terkait rencana pengoperasian trem," ujarnya

Kapolda Metro Jaya Pastikan Perayaan Idul Adha di Jakarta Aman
Indonesia
Kapolda Metro Jaya Pastikan Perayaan Idul Adha di Jakarta Aman

Nana menuturkan, jumlah personel gabungan TNI dan Polri ada 3.327 yang diturunkan memantau pos pengamanan dan pantau.

Terungkap! Alasan Empat Pengawal Rizieq Enggak Diborgol Usai Diciduk di Tol Japek
Indonesia
Terungkap! Alasan Empat Pengawal Rizieq Enggak Diborgol Usai Diciduk di Tol Japek

Rian menegaskan tim penguntit tidak dipersiapkan untuk menangkap

Belum Ada Tanda-tanda COVID-19 Mereda di Brazil
Dunia
Belum Ada Tanda-tanda COVID-19 Mereda di Brazil

Virus corona telah menewaskan lebih dari 120.000 orang di Brazil.