berita-singlepost-banner-1
  Minim Capaian, Pengamat Pertanyakan Kinerja 100 Hari Stafsus Milenial Presiden Jokowi Presiden Jokowi bersama para staf khusu dari kalangan milenial di Istana Negara (Foto: antaranews)
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

MerahPutih.Com - Pengamat politik Wempy Hadir menilai, kinerja staf khusus (stafsus) milenial yang dimiliki Presiden Joko Widodo, sama sekali tak terlihat kinerjanya.

Mereka hanya seperti terlalu banyak mendampingi Jokowi dalam segala kegiatan tanpa adanya terobosan yang signifikan yang diberikan.

Baca Juga:

Staf Khusus Didominasi Kaum Milenial, Presiden Jokowi Ingin Pertajam Inovasi

"Saya melihat bahwa 100 hari kerja stafsus presiden Jokowi-Amin belum kelihatan," kata Wempy kepada merahputih.com di Jakarta, Rabu (19/2).

Wempy beranggapan, stafsus milenial itu mesti fokus memainkan perannya dengan baik.

Analis politik Wempy Hadir pertanyakan kinerja stafsus milenial
Pengamat Politik Wempy Hadir (MP/Kanu)

"Jadi memang saya belum bisa memberikan penilaian kepada stafsus ini karena belum kelihatan apa yang sudah mereka kerjakan," jelas dia.

Direktur Indo Polling Network ini beranggapan, stafsus milenial perlu menggandeng media untuk mempublikasikan segala pencapaiannya.

"Kalau mereka sudah melakukan sesuatu, butuh publikasi agar publik tau apa yang mereka sudah lakukan selama 100 hari belakangan," jelas Wempy.

Wempy berharap ada terobosan dari pemikiran para stafsus itu agar pembangunan bangsa bisa berjalan lebih optimal.

"Kita berharap bahwa stafsus milenial ini bisa memberikan dampak positif," tutup Wempy.

Beberapa waktu lalu, Jokowi merekrut tujuh staf khusus (stafsus) dari kalangan milenial, Kamis (21/11) sore di Istana Negara.

Semua usia para stafsus milenial Jokowi itu berada di bawah 40 tahun.

Baca Juga:

7 Stafsus Milenial Tak Punya Daya Pengaruh ke Jokowi, Hanya Teman Diskusi

Para stafsus milenial itu adalah pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara (29), CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung (23), CEO Amarta Andi Taufan Garuda Putra (32), Perumus Pergerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi (36).

Selain itu ada pula pemuda asal Papua Gracia Billy Mambrasar (31), Pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia (32), dan mantan Ketua Umum PMII Aminuddin Ma'ruf (33). Posisi tujuh anak muda ini menggeser beberapa 'golongan tua' yang sebelumnya mengisi kursi staf khusus.(Knu)

Baca Juga:

PPP Nilai Jokowi Nekat Angkat 7 Stafsus dari Kalangan Milenial


berita-singlepost-mobile-banner-3

Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6