olahraga-singlepost-banner-1

Image
Author by : Rizki Fitrianto

Engkong Wahyudin (71) yang telah memiliki 4 orang cucu tersebut masih telaten dalam membuat kerajinan tangan miniatur perahu tradisional. Dalam seminggu, ia bisa membuat 3 hingga 5 miniatur perahu tradisional dari bahan bambu. Untuk membuat 1 miniatur perahu hanya menghabiskan 1 ruas (buku) batang bambu dengan diameter besar dan bambu harus usia matang.

Image
Author by : Rizki Fitrianto

Wahyudin (71) muda berlayar bersama kapal ekspedisi yang berlabuh dari pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta menuju berbagai wilayah seperti Kalimantan, Sulawesi, Sumatera hingga Papua. Namun kini, mantan anak buah kapal ahli mesin perahu itu telah pensiun dan memiliki kegemaran membuat miniatur perahu tradisional. Ia hanya melaut saat cuaca bagus untuk menangkap ikan dengan tidak terlalu jauh dari Pantai Tanjung Kait, Tangerang.

Image
Author by : Rizki Fitrianto

Keriput di tangan Wahyudin dapat keahlian membuat miniatur perahu tradisional secara otodidak. Wahyudin menjualnya dengan harga Rp150 ribu per perahu ukuran besar dan harga Rp60 ribu per perahu miniatur ukuran kecil. Terdapat 6 jenis miniatur perahu tradisional yaitu perahu pinisi, Buton, Portugis, Kalimantan, Madura dan perahu Bali.

Image
Author by : Rizki Fitrianto

Wahyudin berharap karya seninya dapat diterima oleh masyarakat dan berharap dapat dibantu oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memasarkan karya seninya lebih luas.

Image
Author by : Rizki Fitrianto

Miniatur perahu tradisional pinisi yang menjadi jenis perahu tradisional favorit Wahyudin. Kecintaan Wahyudin terhadap pinisi berdasarkan pengalaman masa lalu saat dirinya berlayar menuju Makassar dan melihat ratusan perahu tradisional di sana, tahun 1965.

olahraga-singlepost-mobile-banner-3
olahraga-singlepost-banner-4
olahraga-singlepost-banner-5