Miliki Pemasaran Online, Produksi Sneakers Indonesia Naik Saat Pandemi Ilustrasi sepatu buatan Indonesia. (Foto: Kemenperin).

MerahPutih.com - Nilai ekspor industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki pada 2019 mencapai 5,12 miliar dolar AS. Pada periode Januari-Juni 2020, ekspornya mencapai 2,81 miliar dolar AS atau meningkat 9,7 persen bila dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2019 yang berada di angka 2,56 miliar dolar AS.

Nilai dan potensi yang besar ini, membuat Indonesia menjadi negara eksportir produk alas kaki terbesar ketiga di dunia, dengan total 406 juta pasang alas kaki. Merujuk laporan World Footwear Yearbook 2019, Indonesia merupakan pusat produksi alas kaki terbesar keempat di dunia dengan total produksi mencapai 1.271 juta pasang alas kaki.

Namun, pandemi membuat konsumsi alas kaki menurun. Hal ini berdasarkan data World Footwear Business Condition Survey - First Semester 2020, dalam hasil surveinya periode Januari hingga April 2020, konsumsi alas kaki dunia mengalami penurunan hingga 22,5 persen dan kinerja penjualan global turun hingga 74 persen.

Baca Juga:

PT PP Tegaskan Proyek Pelabuhan Patimban Bakal Sesuai Target

"Meskipun demikian, dampak pada lini produksi alas kaki, terutama sneakers justru mengalami kenaikan sebesar 42 persen. Hal ini disebabkan oleh bahan baku pembuatan sneakers yang umumnya berbahan dasar tekstil dan karet serta para produsen sneakers telah memiliki platform pemasaran online," ujar Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih lewat keterangannya di Jakarta, Senin.

Ia mengakui, pada masa pandemi ini terjadi perubahan yang cukup besar terhadap kinerja industri alas kaki. Sehingga, Kementerian Perindustrian menginisiasi pembentukan Indonesia Footwear Network (IFN) sebagai sebuah platform jejaring bagi pelaku industri alas kaki dan pendukungnya, yang bertujuan untuk membangkitkan gairah usaha para pelaku industri persepatuan di Indonesia di tengah pandemi COVID-19.

"Platform IFN ini merupakan sebuah etalase yang menampilkan informasi pelaku bisnis usaha yang terdiri dari brand, supplier, dan produsen sehingga dapat diakses oleh seluruh pelaku usaha bidang alas kaki dan produk kulit," katannya.

Gati menjelaskan pada masa pandemi dan adaptasi kebiasaan baru saat ini menjadi sebuah tantangan bagi para pelaku industri dalam negeri, termasuk sektor industri kecil menengah (IKM). Mereka dituntut mampu lebih kreatif dan inovatif untuk mempertahankan usahanya.

"Jadi, agar pelaku usaha dapat memanfaatkan kondisi pasar saat ini, salah satu cara yang dilakukan dengan membangun jaringan antarpebisnis. Sehingga, mereka akan mendapatkan peluang kerja sama dan meningkatkan citra diri personal hingga company branding," paparnya.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih. (Foto: Kemenperin)

Dengan konsep collect, connect, dan collaboration, lanjut ia, IFN mengumpulkan data para pelaku industri alas kaki melalui etalase online berbasis situs web untuk mempermudah pengumpulan serta pencarian informasi dan profil berbagai usaha industri alas kaki dari sektor hulu sampai hilir.

Platform IFN ini juga dapat memberikan akses seluas-luasnya kepada sesama pelaku industri alas kaki maupun masyarakat umum yang tertarik dan berminat dalam pengembangan industri alas kaki.

Bahkan, membuka peluang kolaborasi antara pelaku usaha dan masyarakat umum, sehingga memberikan dampak positif yang saling menguntungkan.

"Jika bergabung di platform IFN, keuntungan yang diperoleh adalah berbagai manfaat dan kemudahan dari Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI), antara lain berupa informasi tentang profil produsen, supplier, local brand alas kaki bisa diakses oleh potensial buyer, investor, dan trader secara online," sebutnya.

Keuntungan lainnya, promosi berkala profil IFN di platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Youtube.

"BPIPI akan membuat media kampanye untuk para pelaku industri alas kaki di Indonesia, termasuk yang tergabung dalam IFN," ungkapnya.

Baca Juga:

Rangkul Pengangguran Surabaya, 'Rewang' Hadirkan Jasa ART sampai Badut

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hari Ini Sidang Vonis Rizieq Shihab di Perkara Tes Usap RS UMMI
Indonesia
Hari Ini Sidang Vonis Rizieq Shihab di Perkara Tes Usap RS UMMI

Terdakwa Rizieq Shihab dijadwalkan menjalani sidang vonis dalam perkara tes usap RS UMMI Bogor di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (24/6).

Pedagang Pasar Kelompok Pertama Terima Vaksin COVID-19
Indonesia
Pedagang Pasar Kelompok Pertama Terima Vaksin COVID-19

Para pedagang di pasar menjadi kelompok yang pertama divaksinasi COVID-19 pada tahap dua.

PKS Duga Pasal "Pesanan" Jadi Pemicu Pembahasan Kilat Omnibus Law
Indonesia
PKS Duga Pasal "Pesanan" Jadi Pemicu Pembahasan Kilat Omnibus Law

Mardani Ali Sera mengatakan pihaknya menolak RUU Ciptaker karena banyak aturan yang dibuat masih bertentangan dengan norma konsitusi.

Deklarasi KAMI di Sejumlah Daerah Menuai Kritikan, Ini Penyebabnya
Indonesia
Deklarasi KAMI di Sejumlah Daerah Menuai Kritikan, Ini Penyebabnya

"KAMI menggelar deklarasi secara terbuka yang berpotensi menimbulkan klaster baru COVID-19. Ini paradoks,” kata Karyono Wibowo

Salah Satu Oknum TNI Perusak Mapolsek Ciracas Siap Disidang Militer
Indonesia
Salah Satu Oknum TNI Perusak Mapolsek Ciracas Siap Disidang Militer

Penyidik telah mendapatkan sejumlah bukti tambahan

Dapat Rp5 Triliun Dari Negara, Ini Program Indonesia Eximbank
Indonesia
Dapat Rp5 Triliun Dari Negara, Ini Program Indonesia Eximbank

Per Oktober 2020 LPEI telah menyalurkan pembiayaan ekspor senilai Rp92 triliun dari PMN sebesar Rp18,7 triliun yang telah diberikan pemerintah.

Polri Pastikan Kasus Rizieq Shihab di Polda Jabar Sudah SP3
Indonesia
Polri Pastikan Kasus Rizieq Shihab di Polda Jabar Sudah SP3

"Di sana yang terjadi demikian. Karena di sana infonya demikian," kata Awi

Pemangkasan Eselon PNS Bikin Pemerintah Hemat Rp5 Triliun Lebih
Indonesia
Pemangkasan Eselon PNS Bikin Pemerintah Hemat Rp5 Triliun Lebih

Kemenpan-RB harus menata proses tersebut bersama Kementerian Keuangan

Gojek dan Tokopedia Gabung Jadi GoTo
Indonesia
Gojek dan Tokopedia Gabung Jadi GoTo

Valuasi dari Gojek ketika merger dengan Tokopedia tentu akan bertambah signifikan. Paling tidak, diperkirakan valuasi Ketika Gojek dan Tokopedia merger mencapai USD20 miliar.

Kasus Dugaan Tipikor PT Asabri, Polisi Tunggu Laporan BPK
Indonesia
Kasus Dugaan Tipikor PT Asabri, Polisi Tunggu Laporan BPK

Setidaknya, ada tiga laporan dari masyarakat terkait dengan perusahaan pelat merah itu