Milenial dan Belanja Iklan, Kunci Sukses PSI Unggul di 'Exit Poll' Luar Negeri Ketua Umum PSI Grace Natalie menyampaikan pidato dihadapan kader PSI di Yogyakarta (MP/Fadhli)

MerahPutih.com - Hasil exit poll di beberapa kota besar dunia seperti Berlin, Sydney, Melbourne, Singapura, London, dan Toronto cukup mengejutkan. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meraih suara signifikan ketimbang sejumlah partai politik lama.

Exit poll sendiri dilakukan dengan survei wawancara tatap muka yang dilakukan terhadap pemilih yang baru saja menyalurkan hak pilihnya di bilik suara. Pelaksanaan Pemilu di luar negeri sudah dimulai sejak 8 April hingga 14 April 2019. Namun, perhitungan suaranya akan dimulai secara serentak pada 17 April 2019.

Pengamat politik Ujang Komarudin menilai, terdapat beberapa faktor yang membuat PSI unggul versi exit poll di beberapa kota besar dunia. Pertama, partai besutan Grace Natalie itu berhasil menggaet pemilih milenial.

Ujang
Pengamat Politik Ujang Komarudin (Foto: Twitter @UiUkom)

PSI diketahui memiliki departemen khusus untuk menyampaikan visi-misi agar mudah ditangkap generasi milenial. Dengan jumlah suara 40 persen, generasi milenial menjadi segmen suara yang penting dalam Pemilu 2019.

"Ada beberapa kemungkinan yang pertama itu bisa jadi pemilihnya dari kalangan milenial, mahasiswa. Karena banyak juga mahasiswa yang kuliah disana (di kota-kota besar dunia)," kata Ujang kepada MerahPutih.com, Rabu (16/4) malam.

Menurut Ujang PSI berhasil mencitrakan diri sebagai partai anak muda. PSI mengisi partainya dengan politisi-politisi muda. Ketua Umum PSI Grace Natalie, misalnya, saat ini baru berusia 35 tahun.

inggris PSI

Pengurus daerah PSI juga rata-rata baru berusia 20-30 tahun. Bahkan, ada aturan tertulis bahwa pengurus partai maksimal berusia 45 tahun dan tidak pernah menjadi pengurus parpol lain. "Yang paling penting PSI mencitrakan sebagai partai anak muda. Partai yang antitesa dari partai-partai yang ada," ujar Ujang.

Ujang menjelaskan, faktor lain yang membuat PSI unggul versi exit poll di beberapa kota besar dunia yakni iklan kampanye PSI di media massa yang cukup gencar. Sebagai partai pendatang baru, PSI cukup banyak menebar iklan di stasiun televisi.

"Yang kedua tentu dengan publikasi yang luar biasa itu juga berdampak. Karena bagaimana pun dengan kampanye iklan yang luar biasa PSI selalu muncul," kata Ujang.

Partai Solidaritas Indonesia
Partai Solidaritas Indonesia

Berdasarkan data dari Adstensity, sebuah platform monitoring iklan televisi, PSI tercatat sebagai partai dengan belanja iklan terbanyak kedua setelah Perindo. Partai yang berdiri pada 2014 lalu itu menghabiskan dana Rp45,20 miliar sejak 24 Maret lalu.

Menurut Adstensity, PSI tercatat telah beriklan di 13 televisi swasta dan nasional. Data yang dirangkum Adstensity merupakan belanja iklan 16 partai politik peserta pemilu (tidak termasuk partai politik local Aceh) di televisi pada periode 24 Maret hingga 13 April 2019.

"Partai lain tidak mampu (iklan) seperti PSI. Jadi paling tidak PSI menjadi pembeda dari partai-partai yang lain. Wajar jika suaranya di luar negeri menggungguli partai yang lain," pungkas Ujang.

Hasil exit poll di beberapa kota besar dunia seperti Berlin, Melbourne, Singapura, London, dan Toronto menunjukkan PSI mampu meraih suara terbesar, diikuti oleh PDI-P, PKS, dan PKB.

Toronto PSI

Di Berlin, Jerman, PSI 31,9%, PDIP 18,1%, dan rahasia/tidak jawab 12,1%. Di Melbourne PSI 39,09 %, PDIP 24,55 %, dan sebanyak 20,00 % menyatakan tidak jawab/rahasia. Di Singapura, PSI 19,8%, PDIP 16,8%, dan PKB 12,5%.

Di Sydney, Australia, PDIP 20,83%, PSI 30,83%, tidak jawab/rahasia 35%. Sementara exit poll di Toronto Amerika Serikat, PDIP mendapat 22,4%, PSI 50,9%, dan yang menyatakan rahasia sebesar 19%. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH