Mewarnai Rambut Bisa Picu Kanker Darah Jangan terlalu sering mewarnai rambut (Foto: huffpost)

BEBERAPA orang, khususnya kaum hawa sangat suka mewarnai rambut. Alasannya macam-macam, mulai dari menutupi rambuut yang sudah memutih atau hanya sekadar memberikan nuansa baru pada rambut. Pewarnaan rambut memang trend mode yang tak pernah mati.

Dilansir dari Boldsky, lebih dari 35 persen perempun mewarnai rambutnya berbahan kimia. Sedangkan kaum pria hanya sebanyak 20 persen yang mengubah warna rambut. Tentunya dengan beragam jenis pewarna rambut yang tersedia, seperti pewarna sementara, semi-permanen, dan permanen.

Baca juga:

Mewarnai Rambut Bisa Menyebabkan Mual

Tapi tahukah kamu kalau terlalu sering mewarnai rambut dengan pewarna kimia bukan hanya merusak rambut melainkan juga kondisi kesehatan. Pewarna rambut adalah campuran dari berbagai jenis bahan kimia, di mana beberapa telah dianggap sebagai karsinogenik oleh peneliti.

Pewarna rambut dapat memicu kanker (Foto: Pixabay/PDPics)
Pewarna rambut dapat memicu kanker (Foto: Pixabay/PDPics)

Salah satu penyakit yang bisa dipicu oleh pewarnaan rambut adalah kanker. Menurut penelitian, penggunaan terus-menerus pewarna rambut semi permanen dan permanen (warna gelap) meningkatkan risiko kanker darah.

Pewarna semi-permanen adalah jenis pewarna yang menembus batang rambut dan bertahan selama 5 hingga 10 kali pencucian. Sedangkan pewarna rambut permanen atau oksidatif menyebabkan perubahan kimia yang berlangsung lama di batang rambut.

Baca juga:

4 Hal Penyebab Rambut Rontok yang Sering Diabaikan

Penelitian telah menunjukkan lebih dari 5.000 bahan kimia berbeda digunakan dalam produk pewarna rambut, beberapa di antaranya bersifat karsinogenik. Selain itu bebrapa peneliti juga mengaitkan penggunaan pewarna rambut secara pribadi dengan peningkatan risiko kanker darah dan sumsum tulang tertentu, seperti limfoma non-Hodgkin (NHL) dan leukemia.

Pewarna warna gelap lebih banyak mengandung karsinogenik (Foto: Pixabay/kaleido-dp)
Pewarna warna gelap lebih banyak mengandung karsinogenik (Foto: Pixabay/kaleido-dp)

Pewarnaan rambut paling umum memicu limfoma dan leukemia non-Hodgkin pada perempuan. Namun kanker lain juga bisa berkembang setelah terlalu sering menggunakan pewarna rambut. Beberapa kanker yang bisa tumbuh yakni kanker prostat, kanker kandung kemih dan kanker payudara.

Terlepas dari para penggunanya, paparan seseorang terhadap pewarna rambut adalah faktor utama yang dapat meningkatkan risiko perkembangan kanker. Penata rambut, tukang cukur dan lain-lain berisiko tinggi terjangkit kanker karena mereka terus-menerus terkena pewarna rambut dan bahan kimia lainnya.

Baca juga:

Cara Alami Mewarnai Rambut dengan Kembang Sepatu


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH