Metode Bernapas 4-7-8 Dapat Bantu Kamu untuk Tertidur

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 21 September 2022
Metode Bernapas 4-7-8 Dapat Bantu Kamu untuk Tertidur

Metode bernapas 4-7-8 mengurangi kecemasan untuk meningkatkan kemungkinan tertidur. (Foto: freepik/benzoix)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TERTIDUR tidak pernah semudah menghitung 1-2-3. Tetapi beberapa ahli percaya serangkaian angka yang berbeda seperti 4-7-8, lebih ampuh untuk digunakan.

Teknik 4-7-8 adalah latihan relaksasi yang melibatkan menarik napas dalam empat hitungan, menahan napas selama tujuh hitungan, dan membuang napas selama delapan hitungan. Demikian dijelaskan profesor kedokteran klinis Raj Dasgupta di Fakultas Kedokteran Keck University of Southern California, AS.

Baca juga:

Aneh, Tubuh Bisa Melakukan Hal ini saat Tertidur

Metode Bernapas 4-7-8 Dapat Bantu Kamu untuk Tertidur
Ketika pertama kali mempelajari latihan ini, kamu harus duduk dengan punggung lurus. (Foto: freepik/freepik)

Metode ini juga dikenal sebagai pernapasan yang menenangkan. Metode 4-7-8 memiliki akar sejarah dalam pranayama yang merupakan praktik yoga pengaturan napas, tetapi dipopulerkan oleh spesialis pengobatan integratif Dr. Andrew Weil pada 2015.

"Banyak kasus sulit tidur akibat orang-orang berusaha tertidur ketika pikiran mereka berkecamuk," kata instruktur kedokteran Rebecca Robbins di Harvard Medical School dan ilmuwan asosiasi di divisi gangguan tidur dan sirkadian di Brigham and Women's Hospital di Boston, AS.

"Namun, latihan seperti teknik 4-7-8 memberi kamu kesempatan untuk berlatih menjadi tenang. Itulah yang perlu kita lakukan sebelum kita pergi tidur," ujarnya seperti dilansir CNN (17/9).

"Cara tersebut tidak semata-mata 'membuat kamu tertidur,' tetapi mungkin mengurangi kecemasan untuk meningkatkan kemungkinan tertidur," kata psikolog klinis Joshua Tal di New York, AS.

Tanpa alat bantu

Metode 4-7-8 tidak memerlukan peralatan atau pengaturan khusus. Tetapi menurut Weil, ketika pertama kali mempelajari latihan ini kamu harus duduk dengan punggung lurus. Berlatih di tempat yang tenang dan sunyi juga bisa membantu. Setelah menguasainya, kamu dapat menggunakan teknik ini sambil berbaring di tempat tidur.

Baca juga:

Sering Tertidur saat Beraktivitas? Hati-Hati Narkolepsi

Metode Bernapas 4-7-8 Dapat Bantu Kamu untuk Tertidur
Latihan pernapasan 4-7-8 mengaktifkan sistem saraf parasimpatis untuk beristirahat. (Foto: freepik/diana.grytsku)

Selama berlatih, letakkan ujung lidah pada tepi langit-langit mulut, di belakang gigi depan atas, karena kamu akan mengeluarkan napas melalui mulut di sekitar lidah. Kemudian ikuti langkah-langkah berikut:

- Buang napas sepenuhnya melalui mulut, buat suara menderu.

- Tutup mulut dan tarik napas perlahan melalui hidung hingga hitungan empat.

- Tahan napas selama tujuh hitungan, lakukan dalam hati.

- Buang napas melalui mulut, buat suara menderu selama delapan hitungan.

- Ulangi proses ini tiga kali lagi untuk total empat siklus napas.

"Jika kamu kesulitan menahan napas, percepat latihan tetapi pertahankan rasio (konsisten) untuk ketiga fase. Dengan latihan kamu dapat memperlambat semuanya dan membiasakan menghirup dan menghembuskan napas lebih dalam," saran Weil.

Latihan pernapasan 4-7-8 dapat membantu mengaktifkan sistem saraf parasimpatis yang bertanggung jawab untuk beristirahat dan mencerna. Sistem saraf ini juga mengurangi aktivitas simpatik, menempatkan tubuh dalam keadaan yang lebih kondusif untuk tidur nyenyak. (aru)

Baca juga:

Keliru, Minum Alkohol Justru Membuat Orang Sulit Tertidur

#Kesehatan #Tidur #Tips Tidur #Tidur Malam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan