Perbedaan Antara Messi dan Ronaldo, Bakat Bertemu Pekerja Keras Ronaldo dan Messi (Foto: sportbible)

KEDUA pemain bintang ini tidak perlu dipertanyakan lagi kemampuannya dalam bermain sepak bola. Ronaldo dan Messi sama-sama sangar ketika memainkan si kulit bundar. Terlebih keduanya bermain di liga yang sama. Persaingan ketat antara Messi dan Ronaldo selalu terjadi di liga Spanyol.

Pergelaran piala dunia 2018 juga digadang-gadang menjadi ajang dimana bintang Real Madrid dan Barcelona untuk membuktikkan kualitasnya sebagai pemain profesional. Namun, kenyataannya bukan menyajikan sebuah persaingan, piala dunia 2018 malah memberikan panggung kepada Cristiano Ronaldo. Sementara panggung Piala Dunia 2018 nampaknya tidak cocok bagi Messi.

Panggung piala dunia 2018 bukan untuk Messi (Foto: sportingnews)

Mari mengingat sedikit fortofolio Ronaldo. Intinya Ronaldo selalu tampil apik saat 'dibutuhkan'. Pada pertandingan krusial seperti babak perempat final, semi final dan final, entah kenapa pria 33 tahun itu selalu bermain dengan baik pada di partai-partai tersebut. Bahkan selalu menyumbang banyak gol. Contohnya pada partai-partai liga champion yang ia jalani.

Menurut laman Daily Mail, pada babak perempat final liga champion 2017, Ronaldo mencetak lima gol melawan Bayern Muenchen dalam dua leg. Kemudian di babak semifinal mencetak hatrick saat menjamu Atletico Madrid. Akhirnya ia menutup Liga Champion 2017 dengan manis. Di babak final ia menyumbang dua gol melawan Juventus dan membawa Los Blancos menjadi juara.

Peforma baik Ronaldo kemudian berlanjut di Rusia. Sejauh ini ia sudah mencetak empat gol dan berhasil meloloskan negaranya ke babak 16 besar. Sementara Messi belum mencetak gol dan Argentina berada di posisi buncit di Grup D. Hanya keajaiban yang bisa membuat Messi cs mendapatkan tiket babak 16 besar.

Ronaldo selalu tampil memukau di partai genting sepak bola (Foto: smartupworld)

Manajer Atletico Madrid, Diego Simeone pun ikut bicara terhadap fenomena ini. Ia mengirim pesan suara WhatsApp kepada asistennya di Jerman yang berisi tentang komentarnya terhadap Messi. Dalam pesan itu, menurut Simeone, Messi adalah pemain bagus. Akan tetapi Ia juga hadir bersama pemain yang lebih berkelas lagi, tidak lain ialah Ronaldo. Seakan ia jadi tenggelam karena kehadiran pemain Portugal itu.

Melihat catatan Liga Champions, terbukti siapa yang paling memberikan pengaruh. Keduanya memang sama-sama mengantongi 60 gol di babak penyisihan grup. Di babak perempat final Messi mencetak 10 gol dalam 20 pertandingan, dan Ronaldo 23 gol dalam 20 pertandingan.

Namun, nasib Ronaldo lebih baik. Pasalnya langkah Messi bersama Barcelona sering terhenti di babak perempat final. Messi hanya bermain di 13 pertandingan dan mengantongi 4 gol di babak semi final. Ronaldo bersama Madrid sering tampil di babak semi final dengan melakoni 21 pertandingan dan mencetak sebanyak 13 gol.

Messi kurang beruntung (Foto: sputniknews)

Di babak final Liga Champion pun Ronaldo yang lebih sering tampil. Ia menjalani 6 pertandingan dan mencetak 4 gol. Sementara sang pemain kidal hanya merasakan tiga pertandingan final dan menyumbang dua gol. Dari data ini dapat dilihat Ronaldo lebih memiliki mental dalam sebuah kompetisi besar dan di saat menghadapi partai genting.

Mimpi buruk El Messiah dimulai saat melawan Islandia di partai pembuka grup D. Ia tidak berhasil mencetak gol melalui titik penalti. Tendangan Messi yang mengarah ke pojok kiri gawang berhasil di tepis oleh kiper Islandia, Hannes Halldorsson. Padahal, seandainya Messi berhasil mengeksekusi penalti, ia akan membuka harapan lebih besar agar Argentina lolos dari penyisihan grup.

Akhirnya banyak orang yang memiliki asumsi. Messi memang terlahir memiliki bakat sebagai pemain sepak bola. Maksudnya ia memang sudah jago main bola dari kecil. Sementara Ronaldo tidak seperti itu. Tapi, yang terpenting Ronaldo disebut sebagai sosok pekerja keras. Ya, memang ada pepatah, "kerja keras mengalahkan bakat". Seperti itulah Ronaldo.

Messi memang berbakat, tapi Ronaldo bekerja keras (Foto: sputniknews)

Mantan pesepakbola Machester United, Roy keane mengatakan ia melihat perubahan begitu besar pada Ronaldo. Keduanya memang bagus tapi Ronaldo sekarang ini bisa dikatakan naik level. Ia berada di tingkatan yang lebih profesional lagi. "Ronaldo tidak memiliki kemampuan alami. Tapi ia seorang pekerja keras dan memiliki mental yang baik," ungkap Roy keane.

Legenda Pesepakbola Inggris, Ian Wright juga menuturkan pendapatnya. Menurut Ian kedunya sama-sama memiliki kemampuan berkualitas. Tapi, Ian lebih memilih Ronaldo karena peformanya selalu stabil. Namun kembali lagi seperti apa yang dikatakan Simeone. Jika ada 10 pemain berkualitas profesional, ia akan memilih siapa pemain yang bisa bekerja dengan baik. Dalam hal ini adalah Ronaldo. (ikh)

Kredit : digdo


Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH