Meski Tiada Keluhan, Orangtua Sebaiknya Tetap Periksakan Mata Anak Kesehatan mata anak penting untuk diperhatikan. (Foto: Unsplash/nrd)

MUNGKIN anak-anak tidak menyebutkan keluhan apapun, karena bisa jadi mereka kurang sensitif atau belum cukup paham bagaimana gangguan penglihatan merupakan sesuatu yang harus diatasi. Maka, menurut dr. Zoraya A. Feranthy, SpM dari Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia, orangtua sebaiknya tetap memeriksakan mata anak ke dokter.

"Skrining rutin mata penting, tidak harus menunggu ada keluhan. Banyak penyakit mata yang bisa kita cegah," kata dr. Zoraya seperti yang dikutip Antara, Rabu (23/11).

Menurut dr. Zoraya, bayi setelah lahir dapat langsung mendapatkan pemeriksaan pada matanya. Ini untuk mendeteksi berbagai penyakit bawaan seperti katarak dan glaukoma bawaan.

Baca juga:

Jaga Kesehatan Mata Anak dengan Metode 20:20

Jangan sampai anak terkena rabun jauh. (Foto: Unsplash/Scott Van Daalen)

Pemeriksaan mata dini juga dapat mendeteksi miopi atau rabun jauh yang dialami anak-anak. Anak dengan kondisi rabun jauh seringkali memberikan gambaran dengan memicingkan matanya saat melihat objek jauh. Maka, kepekaan orangtua juga diperlukan untuk memantau apa yang menjadi keluhan anak.

"Kalau memegang suatu objek misalnya gawai, dia suka dari dekat," terang dr. Zoraya yang mendapatkan gelar dokter spesialis mata dari Universitas Padjajaran Bandung itu.

Miopi pada prinsipnya kondisi saat terjadi ketidaksesuaian antara panjang bola mata dengan kekuatan optiknya sehingga seseorang tidak bisa memfokuskan cahaya pada retina. Kondisi ini membutuhkan lensa minus untuk bisa menjatuhkan bayangan tepat di retina.

Baca juga:

Bunda Jangan Lupa Periksa Kesehatan Mata si Kecil

Orang tua harus peka dengan keluhan anak. (Foto: Pexels/Pavel Danilyuk)

"Sehari-hari tidak tampak ada keluhan tidak ada salahnya skrining. Kita harus lebih hati-hati. Bisa jadi anak tidak memberikan gambaran sama sekali tetap ternyata minusnya (sudah) tinggi," ungkapnya.

Zoraya menuturkan kondisi mata minus dianggap sebagai gangguan refraksi tertinggi dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi pada tahun 2050, setengah populasi dunia akan mengalami mata minus.

Berbicara penyebab, menurut dia, jarangnya anak terpapar matahari akibat pandemi yang mengharuskan mereka di rumah sehingga terus menggunakan penglihatan jarak dekat, kurang vitamin D, dan faktor genetik merupakan di antaranya.

"Apakah faktor genetik mutlak? Tidak, bisa juga dipengaruhi nutrisi, kebiasaan, lingkungan, dan lainnya," tandasnya. (waf)

Baca juga:

Makanan yang Mampu Mengembalikan Fokus Anak

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Lensa Dual Fisheye Teranyar Canon Sokong Ekosistem Virtual Reality Tanah Air
Hiburan & Gaya Hidup
Lensa Dual Fisheye Teranyar Canon Sokong Ekosistem Virtual Reality Tanah Air

Lensa pertama di dunia khusus untuk kamera lensa lepas tukar berkemampuan mengambil gambar stereoscopic 3D dengan sudut 180 derajat

Coachella dan 88rising Rilis NFT Seni Visual Unik
Fun
Coachella dan 88rising Rilis NFT Seni Visual Unik

NFT yang diluncurkan oleh 88rising dan Coachella siap menghibur penggemar.

6 Kepribadian Seseorang Berdasarkan Jenis Teh Favorit
Fun
6 Kepribadian Seseorang Berdasarkan Jenis Teh Favorit

Beda jenis teh maka beda pula kepribadiannya.

Strategi Indonesia Ubah Pandemi Jadi Endemi
Fun
Strategi Indonesia Ubah Pandemi Jadi Endemi

Kapan pandemi akan berakhir di Tanah Air?

Studi Menunjukkan, Tidur Bersama Pasangan Tingkatkan Kesehatan
Fun
Studi Menunjukkan, Tidur Bersama Pasangan Tingkatkan Kesehatan

Tidur dengan pasangan terbukti memiliki manfaat besar pada kesehatan tidur.

Semangat Bekerja Meski Terkena Flu Setelah Liburan
Fun
Semangat Bekerja Meski Terkena Flu Setelah Liburan

Tips biar kamu bisa menyelesaikan pekerjaan meski sedang flu.

'Castlevania: Nocturne' jadi Spin-off Terbaru untuk Netflix
Fun
'Castlevania: Nocturne' jadi Spin-off Terbaru untuk Netflix

Richter Belmont akan menumpaskan kastil Dracula di serial anime Netflix 'Castlevania: Nocturne'.

Edukasi di TikTok Makin Seru Lewat Kampanye #SerunyaBelajar
Fun
Bukan Sulap Bukan Sihir, Pakaian Olahraga Ini Terbuat dari Limbah Botol Plastik
Fashion
Bukan Sulap Bukan Sihir, Pakaian Olahraga Ini Terbuat dari Limbah Botol Plastik

Sampah botol plastik yang digunakan masih diimpor dari Taiwan.

Stussy dan Nike Rilis Produk Insulated dan Upcycled
Fun
Stussy dan Nike Rilis Produk Insulated dan Upcycled

Produk fesyen anyar dengan bahan bekas.