Meski Terus Digempur Ancaman Tradisional, Prabowo Pastikan Indonesia Utamakan Perdamaian Menhan Prabowo Subianto dalam pesan video di sesi pembukaan kegiatan Conference on Indonesia Foreign Policy (CIFP) 2019. (Antara/Azis Kurmala)

MerahPutih.com - Menteri Pertahanan (Menan) Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara pembukaan kegiatan Conference on Indonesia Foreign Policy (CIFP) 2019.

Ia menyampaikan bahwa Indonesia akan mengintensifkan upaya untuk pemeliharaan perdamaian dunia, termasuk dengan mengirimkan lebih banyak personel untuk pasukan penjaga perdamaian PBB.

Baca Juga:

Belanja Alutsista Imbang, Keliru Bila Ada yang Nilai Program Prabowo Bias ke TNI-AD

"Kami akan mengintensifkan upaya-upaya pemeliharaan perdamaian," kata Prabowo Subianto dalam pesan video yang diputarkan pada Sabtu (30/11).

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/11) (Desca Lidya Natalia)
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/11) (Desca Lidya Natalia)

Prabowo ingin memastikan bahwa TNI akan selalu menjadi tentara rakyat, tidak peduli seberapa besar reformasi dan modernisasi TNI.

"TNI lahir dari rakyat dan akan selalu menjadi tentara rakyat," ujar dia.

Kemudian, TNI akan mengembangkan kemampuan untuk menangani dan mencegah ancaman non-tradisional secara efektif seperti, terorisme, pembajakan, kejahatan transnasional, bencana alam dan ancaman lainnya.

"Kami memperkirakan bahwa ancaman non-tradisional akan menjadi tantangan utama keamanan bagi Indonesia," ujar Prabowo.

Baca Juga:

Gerindra Pastikan Pidato Rektor Unhan Tentang PKI Catut Nama Prabowo

Di samping itu, lanjut dia, Indonesia akan mempromosikan keamanan berbasis kerja sama.

"Berarti kami akan bekerja sama dengan negara lain untuk mencapai keamanan yang lebih besar. Keamanan Indonesia juga berarti keamanan bagi tetangga kita," ujar dia.

Menhan Prabowo dan Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid. Foto: ANTARA
Menhan Prabowo dan Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid. Foto: ANTARA

Ia mengatakan, Indonesia benar-benar mempertahankan sikap independen dan aktif dalam pertahanan seperti halnya dalam kebijakan luar negeri.

"Prioritas kami adalah melindungi integritas dan kedaulatan negara," ucap Prabowo.

Selain itu, ia mengatakan bahwa Indonesia ingin mempertahankan hubungan yang baik dengan negara-negara tetangga.

"Kami ingin memupuk hubungan pertahanan tanpa dimiliki oleh kekuatan tertentu. Indonesia tidak akan memihak pesaing utama dalam situasi dunia yang dilanda kecurigaan dan ketegangan saat ini," ujar Prabowo. (Knu)

Baca Juga:

Dahnil Bocorkan Cara Prabowo Jauhkan Anggaran Alutsista dari 'Pemburu Rente'



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH