Meski Sudah Dipeluk Jokowi, Manuver Politik Nasdem Bakal Terus Berlangsung Presiden Jokowi (kedua kiri) dan Ketum NasDem Surya Paloh (kiri) saat penutupan Kongres II Partai Nasdem dan HUT ke-8 Nasdem. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

MerahPutih.com - Pengamat politik Jerry Massie menilai, aksi saling rangkul-merangkul antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh akan menimbulkan reaksi panjang.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies ini menduga, akan ada kejutan yang dibuat Jokowi setelah memeluk erat Surya Paloh.

Baca Juga:

Eks Politisi Nasdem Sebut Harusnya Jokowi yang Buka Kongres bukan Anies

"Saya lihat akan ada kejutan lagi akan Jokowi bikin. Karena saya nilai Jokowi orangnya perasa. Lihat saja saat Projo mau bubarkan diri maka Ketum Projo dipanggil jadi wakil menteri," ucap dia kepada wartawan, Selasa (12/11).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kiri) saat pembukaan Kongres II Partai NasDem di JIExpo, Jakarta, Jumat (8/11). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kiri) saat pembukaan Kongres II Partai NasDem di JIExpo, Jakarta, Jumat (8/11). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras)

Jerry mengatakan, Jokowi terlihat seperti tak ingin melepaskan Nasdem.

"Barangkali koalisi Jokowi mau tetap Nasdem berada di kubu mereka untuk mengamankan pilpres 2024. Kendati suara Nasdem hanya 9,06 persen di parlemen, tapi manuvernya sungguh luar biasa," jelas Jerry.

Kendati akur dan berpelukan, Jerry berpendapat bahwa Nasdem akan tetap bermanuver dengan memajukan kader atau capres mereka pada pilpres mendatang.

"Ini bisa dilihat dengan pernyataaan akan melakukan konvensi capres. Entah Anies Baswedan atau Ridwan Kamil ataukah Surya Paloh sendiri, waktu jualah yang menjawab," imbuhnya.

"Jadi rangkulan Jokowi pertanda politik akur akan terjadi. Tapi bisa saja rangkulan sinetron politik yang dimainkan oleh Surya Paloh," pungkas Jerry.

Baca Juga:

Sindiran Surya Paloh Dianggap Sinyal Laten Perang Dingin Poros NasDem Vs PDIP

Sebelumnya, Presiden Jokowi memeluk erat Surya Paloh di acara Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Nasdem ke-8 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Senin (11/11).

Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh (kiri) berpelukan dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh (kiri) berpelukan dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Sebelum momen itu tersaji, Surya Paloh dalam sambutannya sempat mengungkapkan keinginannya untuk memeluk erat Presiden Jokowi. "Ingin saya peluk lebih erat tapi tidak bisa," kata Surya.

Sementara Presiden Jokowi dalam pidatonya juga menyinggung soal urusan rangkul merangkul. Ia mengatakan jika dirinya cemburu melihat Suryo Paloh merangkul erat Presiden PKS Sohibul Iman beberapa waktu lalu.

"Urusan rangkulan Bang Surya dan Pak Sohibul Iman itu hanya masalah kecemburuan. Masalah kecemburuan karena saya memang tak pernah dirangkul seerat itu," ujar Jokowi. (Knu)

Baca Juga:

NasDem 'Perang Dingin' dengan PDIP, Pengamat: Itu Normal


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH