Meski Sehat, Kamu Harus Pakai Masker Meski sehat, kamu harus menggunakan masker (Foto: Pixabay/vperemencom)

BADAN Kesehatan Dunia (WHO) memang menyarankan masker hanya diperuntukan bagi mereka yang merasa sedang sakit. Sayangnya, data terbaru membuktikan hal sebaliknya. Semua orang diharuskan mengenakan masker guna mencegah penularan infeksi virus corona baru atau COVID-19.

Alasannya, studi terbaru yang dilakukan Komisi Tetap Penyakit Menular dan Ancaman Abad 21 di Amerika Serikat, menyebutkan jika COVID-19 bisa menular melalui percakapan dan pernafasan normal jika salah salah satu orang yang diajak bicara terinfeksi lebih dulu.

Baca juga:

COVID-19 Masih Bersarang di Tubuh Meski Dinyatakan Sembuh

COVID-19 juga bisa menular ketika berbicara (Foto: Pixabay/vperemencom)
COVID-19 juga bisa menular ketika berbicara (Foto: Pixabay/vperemencom)

Kesimpulan tersebut kemudian dipublikasikan di laman Academy of Science Engineering Medicine dan menjawab pertanyaan resmi Gedung Putih. Studi ini pun membuat Amerika menginstriksikan semua warganya untuk mengenakan masker.

Produksi masker di negeri Paman Sam digenjot. Sesuai Undang-Undang Produksi Pertahanan, Gugus Tugas COVID-19 Gedung Putih disarankan mengarahkan pangkalan manufaktur untuk meningkatkan kapasitas produksi masker. Ini di luar upaya 3M menggandakan produksi masker N95 menjadi 100 juta sebulan.

Baca juga:

Virus Corona Bisa Dideteksi Lewat Suara dengan Aplikasi Ini?

Kini warga Amerika diminta mengenakan masker (Foto: Pixabay/Vesna_Pixi)
Kini warga Amerika diminta mengenakan masker (Foto: Pixabay/Vesna_Pixi)

"Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (The Centers for Disease Control/CDC) merekomendasikan orang Amerika mengenakan masker kain," kata Trump dalam briefing pers coronavirus Jumat (3/4).

Di situs resmi CDC, mereka menambahkan bagian pada masker pelindung. Namun CDC menyarankan untuk warga Amerika mengenakan masker, karena masker medis saat ini pasokannya sangat terbatas.

"Kami sekarang tahu dari penelitian baru-baru ini bahwa sebagian besar orang dengan coronavirus tidak memiliki gejala (asimptomatik) dan bahkan mereka yang pada akhirnya mengembangkan gejala (pra-gejala) dapat menularkan virus kepada orang lain sebelum menunjukkan gejala," tulis CDC dalam situsnya. (Yni)

Baca juga:

Ajarkan Anak Rasa Tanggung Jawab di Masa WFH


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH