Meski Mendesak, Peluncuran Vaksin COVID-19 Mesti Persiapan Matang Ilustrasi - Botol botol dosis vaksin virus corona baru atau COVID-19 di laboratorium. (ANTARA/Shutterstock/pri)

MerahPutih.com - Penyedian vaksin untuk penanganan COVID-19 dinilai sangat mendesak. Namun, pemerintah diminta tak terlalu memaksakan diri.

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menilai, ada jalan panjang yang mesti dilalui untuk memastikan bahwa vaksin itu efektif dan aman.

Sebab, lanjut Trubus, jika belum ada kepastian soal efektivitas dan keamanan, ada kekhawatiran timbulnya ketidakpercayaan publik terhadap vaksin yang akan disuntikan tersebut.

Baca Juga:

BPOM Audit Pengembangan Vaksin COVID-19 Sinovac ke Tiongkok

"Saya khawatir ini ada resistensi publik, penolakan publik, karena itu harus diuji coba dulu untuk meyakinkan publik, kan butuh proses, enggak semudah membalikan tangan," tuturnya kepada wartawan yang dikutip di Jakarta, Jumat (2/10).

Trubus menyampaikan, ada beberapa hal yang mesti dilakukan oleh pemerintah berkaitan dengan vaksin corona.

Pertama, yakni komunikasi antara pemerintah dan masyarakat untuk membangun dan meningkatkan kepercayaan publik.

Hal ini berkaitan dengan vaksin corona yang nantinya akan diproduksi dan disuntikan.

Kemudian, pemerintah juga harus menyosialisikan dan memberikan edukasi secara menyeluruh kepada masyarakat terkait vaksin ini.

"Saya khawatir edukasinya minimal malah yang terjadi justru penyimpangan-penyimpangan," kata Trubus.

Simulasi uji klinis vaksin COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/nz
Simulasi uji klinis vaksin COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/nz

Pengajar di Universitas Trisakti ini menambahkan, pernyataan Presiden Jokowi soal target penyuntikan vaksin corona ini hanya untuk meredam kekhawatiran masyarakat di tengah situasi pandemi saat ini.

"Tentu dalam konteks sebagai kepala negara ya kita kasihlah, tapi dalam konteks implementasinya menurut saya enggak semudah membalikkan telapak tangan," ucapnya.

Ia beranggapan bahwa pernyataan yang disampaikan Jokowi itu merupakan bagian dari tugasnya selaku kepala negara.

"Jadi pak Jokowi sebagai kepala negara ya tujuannya menenangkan rakyatnya, kan situasi panik," ujarnya.

Baca Juga:

Bulan Ini 1.620 Relawan Vaksin COVID-19 Ditargetkan Selesai Disuntik

Presiden Joko Widodo pun belum dapat memastikan 100 persen tentang vaksin corona.

"Insyaallah akhir tahun atau awal tahun depan vaksinnya sudah bisa disuntikkan," kata dia.

Jokowi yakin bila vaksin corona telah disuntikkan, situasi sudah bisa normal kembali.

"Yang disuntik kurang lebih 170-180 juta, butuh berapa bulan juga, ini memerlukan kerja keras kita semua," kata Jokowi. (Knu)

Baca Juga:

Darurat COVID-19, Produksi Vaksin Sinovac Bio Farma Bisa Dipercepat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Fadli Zon Desak Ruangguru Dihapus dari Program Kartu Pra Kerja
Indonesia
Fadli Zon Desak Ruangguru Dihapus dari Program Kartu Pra Kerja

"Sekalian harus mundur dari proyeknya," ucap Fadli

Haikal Hasan Diperiksa Polisi Kasus Dugaan Hoaks Mimpi Bertemu Rasulullah
Indonesia
Haikal Hasan Diperiksa Polisi Kasus Dugaan Hoaks Mimpi Bertemu Rasulullah

Polisi mengagendakan ulang pemanggilan ulang terhadap Sekjen Habib Rizieq Shihab Center Haikal Hassan.

Indonesia Punya Pusat Kendali Kereta Api Tercanggih di Asia Tenggara
Indonesia
Indonesia Punya Pusat Kendali Kereta Api Tercanggih di Asia Tenggara

OCC atau Pusat Kendali Operasi itu menjadi yang terbesar dan tercanggih di Asia Tenggara karena memiliki tingkat kompleksitas tinggi dan memadupadankan berbagai sistem interlocking yang ada saat ini di Jakarta.

Tak Mungkin Ditinggal, Dedengkot KAMI yang Diciduk Polisi Diberi Bantuan Hukum
Indonesia
Tak Mungkin Ditinggal, Dedengkot KAMI yang Diciduk Polisi Diberi Bantuan Hukum

KAMI menolak apabila alat bukti yang digunakan sebagai dalih penangkapan Syahganda Nainggolan

Jelang Libur Panjang, Penderita Corona Hampir Tembus 400 Ribu Kasus
Indonesia
Jelang Libur Panjang, Penderita Corona Hampir Tembus 400 Ribu Kasus

Jumlah pasien virus corona (COVID-19) di Indonesia bertambah 3.520 orang, per Selasa (27/10).

Pengesahan UU Ciptaker Bentuk Persekongkolan Jahat Pemerintah, DPR dan Pengusaha
Indonesia
Pengesahan UU Ciptaker Bentuk Persekongkolan Jahat Pemerintah, DPR dan Pengusaha

Din menyebut pengesahan UU sapu jagad tersebut sebagai bentuk persekongkolan jahat.

[HOAKS atau FAKTA] Bom di Gereja Katedral Makassar Dikendalikan Lewat Remot
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Bom di Gereja Katedral Makassar Dikendalikan Lewat Remot

Akun Facebook Abdul Ghoni mengunggah sebuah gambar tangkapan layar percakapan ke grup Islam World News yang menyatakan jika pengeboman di Gereja Katedral Makassar dikendalikan melalui remot jarak jauh.

Dana Nasabah Yang Dijamin di Bank Capai Rp3.320 Triliun
Indonesia
Dana Nasabah Yang Dijamin di Bank Capai Rp3.320 Triliun

Pada Mei 2020, LPS memangkas 25 basis poin tingkat bunga penjaminan untuk bank umum menjadi 5,5 persen, BPR menjadi 8 persen dan bank umum valuta asing mencapai 1,5 persen.

Klaim Kemenangan Trump Bikin Amerika Rusuh
Dunia
Klaim Kemenangan Trump Bikin Amerika Rusuh

Seorang perempuan dilaporkan tertembak di bagian lehernya di dalam Gedung Capitol dan Trump juga mencuit video meminta pendukung mereka untuk pulang dan dan tetap damai.

Mau Duit Tiket Kereta Mudik Balik 100 Persen dalam 3 Hari? Begini Caranya...
Indonesia
Mau Duit Tiket Kereta Mudik Balik 100 Persen dalam 3 Hari? Begini Caranya...

Joni menambahkan, layanan ini kami berikan bagi pelanggan agar beralih ke pembatalan secara online