Meski Memenuhi Unsur Penghinaan, Ini Alasan UAS Tak Perlu Dipidana Ketua SETARA Institute Hendardi (MP/Fadhli)

Merahputih.com - Ketua SETARA Institute, Hendardi menilai ucapan Ustaz Abdul Somad yang viral di media sosial dengan menghina salib dan Yesus yang disalib merupakan tindakan yang merendahkan keyakinan orang lain dan mengganggu kerukunan antarumat beragama.

Hendardi beranggapan, alasan dakwah internal, seperti yang disampaikan UAS, tidak bisa dibenarkan karena makna 'menyampaikan di muka umum' sebagai batasan larangan menghina dan merendahkan adalah kondisi dimana pernyataan itu disampaikan pada situasi yang memungkinkan orang lain dapat mendengar.

Baca Juga: Ustaz Somad Diduga Nistakan Agama, Romo Benny: Saatnya Menerapkan Ajaran Kristus

"Jadi jelas apa yang disampaikan UAS memenuhi unsur di muka umum," imbuh Hendardi kepada merahputih.com, Senin (19/8).

"Tetapi saya termasuk yang menentang penggunaan delik penodaan agama untuk menghakimi tindakan hukum semacam ini," sambung dia.

Hendadi beranggapan, jika UAS dilaporkan dengan delik penodaan agama, ia mendorong agar proses teguran dan tuntuan minta maaf serta janji tidak mengulangi didahulukan untuk ditempuh, sebagaimana yang diatur dalam UU 1/1966 PNPS.

"Sehingga, jika itu dipenuhi, maka tidak perlu diproses secara hukum," imbuh Hendardi.

Ustaz Abdul Somad (@ustadzabdulsomad_official)

Hendardi menyakini, peristiwa ini merupakan pembelajaran bagi semua pihak untuk menikmati kebebasan berekspresi, berpendapat dan berbicara secara bertanggung jawab.

"Saya tidak setuju segala pernyataan yang dianggap menyinggung perasaan kelompok selalu diselesaikan dengan pendekatan hukum, karena akan berpotensi memasung kebebasan," pungkas Hendardi.

Sebelumnya, UAS menyatakan bahwa video tersebut menampilkan kejadian yang sudah lewat bertahun-tahun silam. Ia juga mengatakan, acara pengajian itu bersifat tertutup dan hanya umat islam yang hadir.

Baca Juga: BPIP: Hentikan Polemik Ucapan Ustaz Abdul Somad

"Saya menjawab pertanyaan jamaah dalam kajian tertutup yang diadakan di Masjid Agung an-Nur Pekanbaru. Itu bukan tabligh akbar semisal di lapangan terbuka atau disiarkan melalui stasiun TV," katanya.

UAS berdalih penjelasan itu diberikan agar “hadirin dapat memahami bagaimana ajaran tauhid dan syariat Islam memandang Nabi Isa AS, hukum memiliki patung, dan makhluk bernama jin," ucap UAS. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Positivity Rate Corona 13,2 Persen, Anies: Kondisi Jakarta Mengkhawatirkan
Indonesia
Positivity Rate Corona 13,2 Persen, Anies: Kondisi Jakarta Mengkhawatirkan

Pasalnya, dalam sepekan terakhir positivity rate atau persentase kasus positif mengalami kenaikan mencapai 13,2 persen.

Menilik Motif Kesaksian Soal Arahan Menteri dalam Kasus Bansos
Indonesia
Menilik Motif Kesaksian Soal Arahan Menteri dalam Kasus Bansos

Kasus dugaan korupsi Bantuan Sosial (Bansos) COVID-19 terus bergulir di Pengadilan Tipikor, Jakarta.

[Hoaks atau Fakta]: Israel Bersekutu Dengan ISIS
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Israel Bersekutu Dengan ISIS

Wartawan yang mengkhususkan diri dalam urusan Israel di Petra Agency, Yahya Matalqa, telah menyatakan bahwa terjemahan yang dilampirkan pada video itu tidak benar.

Setelah e-TLE, Kapolri Segera Luncurkan Layanan SIM dan STNK Online
Indonesia
Setelah e-TLE, Kapolri Segera Luncurkan Layanan SIM dan STNK Online

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, setelah peluncuran Electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE), Polri juga akan menyediakan pelayanan SIM dan STNK secara online.

Imbas Libur Natal-Tahun Baru, 55 RW di Jakarta Masuk Zona Rawan COVID-19
Indonesia
Imbas Libur Natal-Tahun Baru, 55 RW di Jakarta Masuk Zona Rawan COVID-19

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut ada tren kenaikan kasus aktif COVID-19 imbas dari libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021.

Bahar Smith Divonis Tiga Bulan Penjara dalam Kasus Penganiayaan Driver Online
Indonesia
Bahar Smith Divonis Tiga Bulan Penjara dalam Kasus Penganiayaan Driver Online

Majelis hakim Pengadilan Negeri Klas 1A Khusus Bandung memberikan hukuman tiga bulan penjara kepada Bahar bin Smith dalam kasus penganiayaan terhadap driver online.

Polda Metro tak Terbitkan Surat Izin Demo Buruh dan Mahasiswa Besok
Indonesia
Polda Metro tak Terbitkan Surat Izin Demo Buruh dan Mahasiswa Besok

Polda Metro Jaya menegaskan pihaknya tak menerbitkan surat izin unjuk rasa yang rencananya digelar elemen buruh dan mahasiswa, Selasa (20/10).

Ini Kabar Terbaru Kasus Penembakan Laskar FPI
Indonesia
Ini Kabar Terbaru Kasus Penembakan Laskar FPI

Bareskrim Polri kembali melimpahkan berkas kasus dugaan penembakan Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek ke pihak Kejaksaan Agung.

Pam Swakarsa Dinilai Bikin Satuan Pengamanan Lebih Dihargai
Indonesia
Pam Swakarsa Dinilai Bikin Satuan Pengamanan Lebih Dihargai

Kritik terhadap Peraturan Kapolri Nomor 4 Tahun 2020 terutama adalah pengunaan diski pam swakarsa

PBNU Soroti Intolerasi dan Ketimpangan Ekonomi Yang Semakin Parah di 2020
Indonesia
PBNU Soroti Intolerasi dan Ketimpangan Ekonomi Yang Semakin Parah di 2020

Kebinekaan tidak boleh menjadi anasir destruktif yang berkontribusi bagi rusaknya persatuan dan kesatuan bangsa.