Meski Ditangkap, Djoko Tjandra Masih Berpeluang Bebas Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra (tengah) yang ditangkap di Malaysia digelandang petugas kepolisian. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww

MerahPutih.com - Menkopolhukam Mahfud MD menilai, penangkapan Djoko Tjandra bukan berati akhir dari pelariannya. Menurut Mahfud, Djoko Tjandra masih bisa mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA).

"Maka juga mungkin saja dalam waktu dekat dia itu ajukan PK lagi ke MA," ujar Mahfud kepada wartawan, Jumat (31/7).

Baca Juga

Djoko Tjandra Digarap Kejaksaan, Polri Fokus Bongkar Dugaan Keterlibatan Jenderal

Dirinya berharap, pimpinan MA memperhatikan hal ini secara sungguh-sungguh. Mahfud juga mengingatkan masyarakat agar memahami konteks ranah pemerintah dengan proses peradilan hukum.

Tugas pemerintah menurutnya adalah menghadirkan pihak terhukum atau terpidana. Sementara itu, urusan peradilan sudah masuk ranah lembaga peradilan, dalam konteks ini adalah MA.

"Jadi, ke depannya MA supaya diawasi tapi saya akan tetap berkoordinasi ke dalam agar pejabat yang terlibat itu ditindak. Jaksa Agung dan Kapolri yang sekarang ini beserta Kabareskrim saya sudah berdiskusi dari hati ke hati," kata Mahfud.

Menko Polhukam Mahfud MD saat memberikan press update terkait penangkapan Djoko Tjandra di Malaysia. (ANTARA/HO-Humas Kemenko Polhukam)
Menko Polhukam Mahfud MD saat memberikan press update terkait penangkapan Djoko Tjandra di Malaysia. (ANTARA/HO-Humas Kemenko Polhukam)

Mahfud menekankan, apabila PK nantinya diajukan, itu sudah bukan ranah pemerintah. Proses tersebut merupakan ranah MA.

"Bukan urusan pemerintah, bukan urusan Presiden. Karena pengadilan itu urusan MA. Oleh sebab itu yang harus dipelototi sekarang itu proses peradilan di MA," ujar Mahfud.

"Saya tahu mereka ini bersungguh-sungguh dan tidak terbebani oleh masa lalu sehingga lebih leluasa untuk melakukan tindakan," lanjut dia.

Mahfud menduga, permohonan PK Djoko Tjandra yang diajukan sebelumnya bukan ditolak, melainkan tidak dapat diterima sehingga Djoko dapat mengajukan PK kembali.

"Besok dia bisa mengajukan PK lagi ke Mahkamah Agung dan bisa dipertimbangkan lagi PK-nya akan dikabulkan atau tidak. Nah kalau ini sudah di luar jangkauan pemerintah," ujar mantan Mahmakah Konsitusi.

Baca Juga

Mahfud MD Ungkap Detik-detik Operasi Senyap Skenario Penangkapan Djoko Tjandra

Mahfud menambahkan, pengawasan dari masyarakat sangat penting karena penangkapan Djoko Tjandra pun tak lepas dari dorongan publik.

"Saya kira berikutnya di Mahkamah Agung itu supaya berjalan benar kalau dia ajukan PK lagi, tapi mudah-mudahan dia tidak PK, dijalani saja dua tahun," kata Mahfud. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Said Aqil Siradj Sebut Jokowi Cucu Kandung Nabi Musa
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Said Aqil Siradj Sebut Jokowi Cucu Kandung Nabi Musa

Terdapat narasi Aqil Siradj yang menyebut bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan cucu Nabi Musa.

PSBB Transisi Diperpanjang, Berikut Perkembangan Terkini COVID-19 di Jakarta
Indonesia
PSBB Transisi Diperpanjang, Berikut Perkembangan Terkini COVID-19 di Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperpanjang pembatasan sosial berskala besar masa transisi hingga 17 Januari 2021.

Cuaca Berawan Hingga Hujang Ringan Diprediksi Terjadi di DKI Saat Hari Pertama PSBB
Indonesia
Cuaca Berawan Hingga Hujang Ringan Diprediksi Terjadi di DKI Saat Hari Pertama PSBB

Malam hingga dini hari, sebagian besar wilayah ibu kota berawan

 Pemprov Banten dan Jawa Barat Terapkan PSBB, Komnas HAM Kirimkan Surat Rekomendasi
Indonesia
Pemprov Banten dan Jawa Barat Terapkan PSBB, Komnas HAM Kirimkan Surat Rekomendasi

"Masifnya bantuan hidup langsung, namun belum maksimal dan merata karena data penerima bantuan masih harus diperbaiki akurasinya by name dan by address," kata Ahmad Damanik

Gayus Tambunan Dapat Remisi, Pakar Hukum: Tidak Perlu Diperdebatkan
Indonesia
Gayus Tambunan Dapat Remisi, Pakar Hukum: Tidak Perlu Diperdebatkan

Gayus Tambunan sudah cukup lama menjalani hukuman penjara

Berkas Persyaratan Teguh Masih Kurang dan Bajo Dinyatakan Lengkap
Indonesia
Berkas Persyaratan Teguh Masih Kurang dan Bajo Dinyatakan Lengkap

Teguh Prakosa yang merupakan pasangan pendamping cawali, Gibran Rakabuming Raka, berkas syarat calon dinyatakan belum lengkap.

Waze Catatkan Penurunan Tren Lalu Lintas Selama Puasa dan Idul Fitri
Indonesia
Waze Catatkan Penurunan Tren Lalu Lintas Selama Puasa dan Idul Fitri

Rata-rata kilometer yang ditempuh di wilayah Jakarta turun sebesar 72 persen selama Ramadhan

Jumlah Kasus COVID-19 Tembus 180 Ribu, Lonjakan akibat Libur Panjang
Indonesia
Jumlah Kasus COVID-19 Tembus 180 Ribu, Lonjakan akibat Libur Panjang

Jumlah kasus virus Corona COVID-19 pada Rabu (2/9) bertambah 3.075 kasus.

Diperiksa Polisi soal Dugaan Hoax, Anji Belum Tunjukkan Tanda Hadir
Indonesia
Diperiksa Polisi soal Dugaan Hoax, Anji Belum Tunjukkan Tanda Hadir

Anji dilaporkan oleh Muannas ke Polda Metro Jaya, Senin, 3 Agustus 2020 dengan tuduhan menyebarkan kabar bohong.

 Kurangi Dampak Virus Corona, Pemerintah Didesak Aktif Lakukan Lobi Internasional
Indonesia
Kurangi Dampak Virus Corona, Pemerintah Didesak Aktif Lakukan Lobi Internasional

"Hal ini penting dilakukan agar kekhawatiran negara lain terhadap penanganan virus corona di Indonesia bisa mendapatkan penjelasan yang komprehensif," ujar Teuku Riefky