Merekam Sepak Terjang Radio dalam Film Pirate Radio 9The Boat thet Rocked), berkisah tentang pemberontakan revolusi budaya di Inggris. (Foto: classicfm)

RADIO kapan dan dimana saja menjadi media komunikasi yang favorit dan populer. Radio menjadi latar belakang dari sebuah kisah yang pantas diangkat ke layar perak. Mulai dari semangat pemberontakan budaya hingga kisah mengerikan.

Seolah dalam film-film ini menyiratkan tentang dunia radio itu memiliki keberagaman kisah yang menarik untuk disimak. Tentunya yang menjadi daya tarik terbesar adalah penyiarnya yang memiliki karisma berlebih ketika mengudara. Terkadang suara dapat menipu.

Baca Juga:

Kisah Inspiratif di Balik Film dan Soundtrack 'Anak Garuda'


Pirate Radio (The Boat That Rocked)

Film ini berkisah tentang pelarangan menyiarkan musik yang dianggap tidak sesuai dengan norma yang ada di Inggris. Alhasil satu stasiun radio kemudian melakukan siarannya dari lepas pantai di luar batas negara. Mengambil latar belakang revolusi budaya termasuk musik, pemerintah melarang segala bentuk musik rock n’ roll dan yang berhubungan dengan itu hidup di dalam masyarakat.

Meskipun terkesan serius namun dalam penggarapannya penuh dengan drama komedi. Seperti kisah para penyiar radio disana, persaingan, persahabatan, hingga perselingkuhan. Film ini juga sekaligus menjadi sarana bernostalgia dengan musik-musik lawas tahun 1960-an yang diputar pada siaran radio di film ini.

Film ini disutradarai oleh Richard Curtis dan menceritakan idealisme para penyiar untuk tetap bersiaran, walaupun didesak oleh pemerintah karena dianggap radio dan penyiarnya tidak memiliki etika.


Midnight FM




Film asal Korea Selatan ini dibintangi oleh Soo Ae, Yoo Ji Tae, Ma Dong-Seok dan penyanyi Kim Hyu-ah. Mengisahkan tentang seorang penyiar radio bernama Ko Sun Young (Soo Ae) yang berencaha untuk bernhenti menjadi penyiar dan pindah ke New York.

Pada malam terakhir Sun Young bersiaran, seorang penggemar beratnya, Han Dong Su (Yoo Ji Tae) mendatangi rumah Sun Young dan menyekap keluarga Sun Young. Selama siaran, Dong Su melakukan panggilan kepada Sun Young untuk menuruti permintaannya memutarkan lagu sesuai keinginnya.

Sampai akhirnya Dong Su melakukan panggilan video kepada Sun Young dan menunjukan apa yang dilakukannya kepada sandera, termasuk polisi yang telah dibunuh oleh Dong Su. Hal tersebut membuat Sun Young ketakutan, namun harus tetap professional saat siaran.

Baca Juga:

Abrakadabra, Sony Ciptakan Alam Semesta Baru Spider-Man


Talk To Me



Film ini mengambil latar dari pertengahan 1960-an hingga akhir 1960-an. Bercerita mengenai kehidupan Ralph ‘Petey’ Greene, tokoh radio dari Washington D.C. yang terkenal sebagai penyiar radio dengan suara dan gaya berkomunikasi yang unik.

Berawal Petey yang keluar dari penjara. Kemudian dia mendapatkan pekerjaan baru sebagai penyiar radio. Film memuat pesan bahwa seorang penyiar radio bisa berasal dari mana saja dan siapa saja. Talk To Me merupakan film adaptasi dari kisah nyata sang tokoh utama, Ralph ‘Petey’ Greene.

Good Morning, Vietnam




Mengambil latar belakang perang Vietnam yang berkisah tentang penyiar radio bernama Adrian Cronauer dari dinas Armed Forces Radio Service (AFRS). Karakter utama itu diperankan oleh Robin Williams yang menghidupkan perannya dengan berbagai mimik dan warna vokal dalam adegan selagi siaran.

Film yang disutradarai oleh Barry Levinson juga menceritakan bagaimana Adrian Cronauer jatuh cinta kepada Trinh, gadis asal Vietnam yang sebelumnya belajar bahasa Inggris kepada Adrian. Namun seperti perang, tidak semua berjalan lancar, kisah cinta Adrian bertepuk sebelah tangan. (jhn)


Baca Juga:

3 Perusahaan yang Memiliki Lisensi Karakter Marvel


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH