Meredam Praktik Intoleransi Jadi PR di Tahun 2022 Romo Benny Susetyo (kanan) saat Pertemuan Dialog Kerukunan Umat Beragama Katolik Tingkat Nasional di Denpasar, Minggu (11/10). (Foto: MP/Istimewa)

MerahPutih.com - Penguatan toleransi dan moderasi beragama harus menjadi prioritas yang terus digalakkan agar tidak lagi terjadi praktik intoleransi.

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo menuturkan, penguatan tersebut dapat dilakukan dengan cara membuka musyawarah mufakat, mencari titik temu, dan memberikan pemahaman agama secara utuh.

Baca Juga

PB HMI: Kekerasan Seksual Bukan Perbuatan Yang Bisa Ditoleransi

Khususnya kepada masyarakat demi mewujudkan perdamaian antarsesama umat di negeri ini. Ini membantu seseorang untuk mencintai, menghargai, dan menerima perbedaan sebagai rahmat, termasuk memberikan pemahaman bahwa perbedaan keyakinan tidak membuat jarak.

"Justru mempersatukan untuk saling menghargai meskipun berbeda, “ kata rohaniwan agama Katolik ini di Jakarta, Sabtu (8/1).

Ia mengakui persoalan intoleransi kerap terjadi dalam lingkungan masyarakat majemuk karena dipengaruhi kurangnya pemahaman beragama seseorang yang tidak memaknai agama secara utuh.

“Intoleransi persoalan agama dari masing-masing individu yang memahami agama tidak secara utuh, tetapi harus dilihat bahwa ini adalah fakta yang terjadi di berbagai tempat di seluruh belahan dunia,” jelasnya.

Benny mengungkapkan keprihatinannya adanya praktik-praktik intoleransi yang salah satunya perenggutan hak untuk beribadah.

Lalu, pentingnya melakukan pencegahan tindak intoleransi dalam rangka mengembalikan karakter luhur bangsa yang hidup rukun berdampingan dalam bingkai toleransi.

“Perlu ditegakkan regulasi di mana hukum menjadi supremasi. Jadi kalau ada kasus intoleransi yang tidak sesuai dengan UUD 45 dan Pancasila itu harus diproses dan ditindak,” ujarnya.

Kedua, lanjutnya, penyelesaian melalui musyawarah mufakat, melalui dialog, saling pengertian, saling memahami, yang mendorong kesadaran untuk kembali menjadi saudara sebangsa dan setanah air.

“Dengan kesadaran tersebut, akan terbangun kehidupan yang guyub, rukun serta masyarakat dapat meluapkan aksi bela rasa yang lemah dan tersisih, termasuk menyadari nilai kemanusiaannya,” ungkap pria yang aktif di berbagai dialog antarumat beragama dan kajian-kajian lainnya di Indonesia ini.

Baca Juga

Buka Muktamar Ke-34 NU, Jokowi: Terima Kasih Sudah Kawal Toleransi dan NKRI

Alumni Pascasarjana Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Widya Sasana Malang, Jawa Timur ini memandang pentingnya moderasi beragama sebagai jembatan nilai-nilai toleransi. Ia menyebut moderasi beragama sudah bukan hal baru bagi bangsa ini.

"Moderasi menjadi bagian ekspresi dari cara berbicara bangsa Indonesia untuk hidup berdampingan,” jelas salah satu pendiri Pergerakan Manusia Merdeka bersama (almarhum) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini.

Benny menyampaikan perlunya program dan upaya yang simultan untuk memaksimalkan program pemerintah terkait moderasi beragama guna membangun budaya toleransi di tengah masyarakat.

Menurutnya, strategi percepatan moderasi beragama dapat dimulai dari lingkup pendidikan.

"Ini dimulai dari pendidikan keluarga yang mana kita mengenalkan bahwa perbedaan itu indah, dan dikenalkan bahwa Indonesia itu terdiri atas berbagai suku, ras, dan agama. Lalu juga melalui pendidikan di sekolah,” ujar Romo Benny.

Kedua, memaksimalkan potensi dunia digital, yang menurutnya, dapat dilakukan dengan cara memperbanyak konten moderasi dan praktik kehidupan beragama serta konten dalam konteks budaya dan Pancasila.

“Banyak praktik positif di berbagai daerah Indonesia yang bisa diangkat,” katanya.

Dia menyampaikan pentingnya dukungan dan peran para tokoh agama maupun tokoh masyarakat untuk ikut bergerak mendorong percepatan moderasi beragama di Indonesia untuk mewujudkan 2022 sebagai tahun toleransi dan moderasi beragama.

“Maka tokoh agama menjadi kekuatan besar untuk mempromosikan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari,” kata Romo Benny.

Benny berharap pada 2022 bisa menjadi awal baru sehingga nilai toleransi sebagai nilai kemanusiaan yang universal dapat tergugah.

“Sehingga kita dapat beragama sesuai jaminan konstitusi di mana semua orang berhak menjalankan agama, dan saya berharap pelarangan (beribadah) itu tidak terjadi lagi,” ujarnya. (Knu)

Baca Juga

BPIP sebut Tahun 2022 Momentum Perkuat Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Volume Kendaraan pada Mudik Lebaran 2022 Diprediksi Naik 10-15 Persen
Indonesia
Volume Kendaraan pada Mudik Lebaran 2022 Diprediksi Naik 10-15 Persen

"Naik antara 10-15 persen dibandingkan dengan mudik tahun 2019," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo

Indonesia Kembali Menerima 2,6 Juta Dosis Vaksin Pfizer dari Amerika
Indonesia
Indonesia Kembali Menerima 2,6 Juta Dosis Vaksin Pfizer dari Amerika

Indonesia kembali kedatangan 2,6 juta dosis vaksin Pfizer yang berasal dari Amerika Serikat di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (17/9).

Mabes Polri Minta Dilakukan Lockdown di Daerah Terdapat Penyakit Hewan Ternak
Indonesia
Mabes Polri Minta Dilakukan Lockdown di Daerah Terdapat Penyakit Hewan Ternak

Polri menyiapkan upaya mitigasi untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak.

Rusia-Ukraina Lakukan Perundingan Tatap Muka di Turki, Terlihat Ada Abramovich
Dunia
Rusia-Ukraina Lakukan Perundingan Tatap Muka di Turki, Terlihat Ada Abramovich

Negosiator dari Rusia dan Ukraina pada Selasa (29/3), melakukan perundingan secara tatap muka di Istanbul, Turki.

Wagub DKI Sebut Hoaks Sama Bahayanya dengan Pandemi COVID-19
Indonesia
Wagub DKI Sebut Hoaks Sama Bahayanya dengan Pandemi COVID-19

Ahmad Riza Patria mendukung penuh kegiatan penyuluhan dan gerakan sosialisasi kesehatan pada era pandemi COVID-19 yang digelar Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) DKI melalui virtual.

Sepanjang Libur Nataru, Seluruh Indonesia Terapkan PPKM Level 3
Indonesia
Sepanjang Libur Nataru, Seluruh Indonesia Terapkan PPKM Level 3

PPKM Level 3 berlaku di seluruh Indonesia selama liburan nataru 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022.

Ombudsman Minta KPK Angkat 75 Pegawai Tak Lolos TWK Jadi ASN
Indonesia
Ombudsman Minta KPK Angkat 75 Pegawai Tak Lolos TWK Jadi ASN

Ombudsman RI meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengangkat 75 pegawai lembaga antirasuah yang tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dampak Larangan Ekspor Minyak Goreng dan Bahan Baku Menurut Peneliti CIPS
Indonesia
Dampak Larangan Ekspor Minyak Goreng dan Bahan Baku Menurut Peneliti CIPS

Produksi CPO atau minyak kelapa sawit mengalami penurunan sejak tahun 2019. Pada tahun 2021 produksi CPO turun lebih lanjut sebesar 0,9 persen menjadi 46,89 juta ton.

Margarito Kamis Tak Setuju TWK KPK Disebut Tidak Berdasarkan Hukum
Indonesia
Margarito Kamis Tak Setuju TWK KPK Disebut Tidak Berdasarkan Hukum

Kenapa orang lain lulus, kenapa ada yang tidak lulus

Cerita Warga Terjebak Macet Hingga Cari Jalan Tikus saat PPKM Darurat di Hari Kerja
Indonesia
Cerita Warga Terjebak Macet Hingga Cari Jalan Tikus saat PPKM Darurat di Hari Kerja

Salah seorangnya bernama Hendra (33), yang mengendarai motor dan terjebak kemacetan menjelang penyekatan di Roxy Mas. Menurutnya, ada 2 titik penyekatan untuk Kalimalang, yaitu di Kalideres Tangerang dan di Grogol.