Merasa Disudutkan, Pengurus Masjid Al-Falah Bantah Berhubungan dengan PA 212 Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Pengurus Masjid Al-Fallah Pejompongan merasa disudutkan dengan adanya kabar jadi tempat pemukulan terhadap buzzer Jokowi, Ninoy Karundeng. Apalagi, mereka sampai disebut ikut melatari terjadinya penganiyaan.

Salah satu pengurus, Fauzan mengaku kecewa dengan framming yang beredar di masyarakat bahwa masjid ikut memfasilitasi penganiyaan.

Baca Juga:

Sekjen PDIP Akui Koordinasi dengan Polisi Saat Ninoy 'Buzzer Jokowi' Hilang

"Kok sama Si Ninoy jadi framing seolah-olah kita memukuli. Gak ada lah kita setting-settingan," kata Fauzan kepada wartawan di Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat, Rabu (9/10).

Sementara, Dewan Pembina Masjid Al-Falah, Iskandar mengaku sama sekali tak tahu siapa yang merekam pemukulan tersebut hingga tersebar di media sosial.

"Kejadian ini kita tidak tahu siapa itu, mereka kemudian ini virallan, kita tidak tahu siapa, kita serahkan ke polisi," ungkap Iskandar.

Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat. (Foto: MP/Kanugrahan)
Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat. (Foto: MP/Kanugrahan)

Menurut Iskandar, saat itu Ninoy hanya mengalami pengobatan di dalam masjid. Diduga dia dianiaya di luar.

"Kita kemanusiaankah masa orang tergeletak kita diemin, ana pokoknya terbuka untuk umum apalagi untuk ibadah," jelas Iskandar.

Saat disinggung soal hubungan Masjid Al-Falah dengan Persaudaraan Alumni 212, Iskandar membantahnya.

"Kita tidak satu pun ormas yang beralifiansi di sini. Sejauh ini tidak asa keterlibatan kita dalam demo-mendemo," jelas Iskandar.

Polisi juga akan menjadikan rekaman kamera closed circuit television (CCTV) Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Falah Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, tempat pegiat media sosial yang dikenal sebagai relawan pendukung Joko Widodo, Ninoy Karundeng disebut diduga diculik dan dianiaya.

Di mana rekaman kamera CCTV itu yang disebut polisi diperintahkan untuk dihapus oleh salah satu tersangka dalam kasus ini. Di mana tersangka S yang mengaku disuruh oleh Sekretaris Umum Front Pembela Islam Munarman.

Baca Juga:

Ninoy Karundeng Mengaku Diteror Sejumlah Orang

Sejauh ini polisi telah menyita cukup banyak barang bukti yang berkaitan dengan kasus ini. Semisal barang-barang pribadi milik Ninoy mulai dari komputer jinjing dan telepon genggam yang diklaim Ninoy sempat dicuri datanya oleh terduga pelaku.

"Tentunya ada barang-barangnya korban seperti laptop, ada flashdisk, ada sim card, HP (handphone)," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Argo Yuwono.

Pada video tersebut terdengar jelas percakapan Ninoy dengan seorang pria, yang sedang menanyakan beberapa hal kepada Ninoy. Pria itu bertanya terkait kegiatan Ninoy yang diduga datang saat aksi unjuk rasa.

Ketua DPP PA 212 Slamet Ma'arif (ketiga dari kanan) dalam konferensi pers di Sekretariat DPP PA 212, Jalan Condet, Jakarta Timur, Rabu (9/10). (ANTARA/Andi Firdaus)
Ketua DPP PA 212 Slamet Ma'arif (ketiga dari kanan) dalam konferensi pers di Sekretariat DPP PA 212, Jalan Condet, Jakarta Timur, Rabu (9/10). (ANTARA/Andi Firdaus)

"Jawab baik-baik ya, yang suruh kamu datang ke sini itu siapa? Kerasin suaranya," tanya pria tersebut dikutip dari video yang beredar, Selasa, 1 Oktober 2019.

Kemudian, Ninoy menjelaskan bekerja di Jokowi App. Ia pun menjelaskan, kedatangannya untuk meliput DPR dan demo. Namun, pria dengan suara berat itu kembali bertanya maksud dari kedatangan Ninoy. Hal itu lantaran ia mendapati sebuah tulisan dalam laptop milik Ninoy berunsur kata-kata kebencian yang diarahkan kepada tokoh-tokoh.

Menjawab pertanyaan tersebut, Ninoy mengaku khilaf akan perbuatannya. Tapi, pria tersebut beranggapan, Ninoy tidak khilaf, melainkan memang pekerjaan Ninoy di Jokowi App sengaja membuat hal demikian untuk bisa dibayar dan sebagai ladang pendapatan. (Knu)

Baca Juga:

Sekjen PA 212 Jadi Tersangka, Pengacara: Justru Dia Selamatkan Ninoy


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH