Merasa Disudutkan, Mantan Komandan Tim Mawar Laporkan Tempo ke Dewan Pers Mantan Komandan Tim Mawar, Mayjen TNI (Purn) Chairawan melaporkan Majalah Tempo terkait pemberitaan dengan judul 'Tim Mawar dan Rusuh Sarinah' ke Dewan Pers, Selasa (11/6) (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Mantan Komandan Tim Mawar, Mayjen TNI (Purn) Chairawan melaporkan Majalah Tempo terkait pemberitaan dengan judul 'Tim Mawar dan Rusuh Sarinah' ke Dewan Pers, Selasa (11/6). Bersama kuasa hukumnya, ia tiba di Gedung Dewan Pers sekira pukul 11.00 WIB.

Chairawan menyebut jika pihaknya merasa dirugikan atas pemberitaan tersebut. Pasalnya, Tim Mawar telah lama bubar.

"Dengan berita ini saya merasa di rugikan," ujar Chairawan.

BACA JUGA: Eks Tim Mawar Dalang 22 Mei? Wiranto: Nanti Saya Buka Seterang-terangnya

Sementara, kuasa hukum Chairawan, Herdiansyah menyebut jika apa yang diberitakan oleh Majalah Tempo begitu tendensius. Selain itu, ia menuding jika Majalah Tempo tak melakukan klarifikasi dengan menyebut Tim Mawar dalam pemberitaan itu

"Pertama, Tim Mawar itu sudah tidak ada. Kedua, Tempo terlalu tendensius memberitakan berita tersebut langsung menuduh tanpa klarifikasi tanpa ada dugaan," ujar Herdiansyah

"Eks ini dirugikan secara ada kelaurga, anak, mereka merasa di rugikan," sambungnya.

Herdiansyah melanjutkan, Dewan Pers harus merekomendasikan adanya tindak pidana. "Karena isi beritanya merugikan tim mawar yang seolah olah mereka sebagai pelaku. Padahal tak ada bukti yang jelas. Ini merupakan suatu penghinaan," kata Herdiansyah.

"Nanti kami akan laporkan Sosmed yang mengabarkan negatif soal kami di Bareskrim," jelas Herdiansyah.

Ia menambahkan, Tempo harus meminta maaf kepada Chairawan dan Fauka Noor Farid yang namanya dipojokkan. "Kami tunggu adanya permintaan maaf," kata Herdiansyah.

Dewan pers saat menerima aduan Mantan Komandan Tim Mawar, Mayjen TNI (Purn) Chairawan (MP/Kanugraha)

Sementara, pihak Dewan Pers mengaku sudah menerima laporan ini. "Kami undang pihak Chairawan dan Tempo untuk diperiksa pasa Selasa pekan depan," kata Wakil Ketua Dewan Pers Hendri Bangun.

Hendri melanjutkan, nantinya hukuman yang diterima Tempo bukanlah pidana. "Namun, kalau ada sanksinya, baru sanksi etis," kata Hendri.

Hendri menambahkan, dalam membuat berita, wartawan harus menekankan soal kode etik jurnalistik. "Nah, dalam membuat berita itu yang harus diperhatikan. Nanti akan dichek apakah ada kaidah jurnalistik yang dipenuhi atau tidak," kata Hendri.

Dalam laporan Majalah Tempo edisi 10-16 Juni 2019 menyebutkan mantan anggota Tim Mawar yang terlibat penculikan aktivis 1998, Fauka Noor Farid diduga terlibat di balik aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan 22 Mei. Fauka adalah mantan anak buah Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

BACA JUGA: Eks Tim Mawar Diduga Dalang Kerusuhan 22 Mei, Ini Jawaban Kubu Prabowo

Dugaan keterlibatan Fauka dibalik kerusuhan 22 Mei itu diungkap dalam laporan Majalah Tempo edisi 10 Juni 2019 bertajuk 'Tim Mawar dan Rusuh Sarinah'.

Berdasar penelusuran tim Majalah Tempo disebutkan Fauka ditengarai berada di kawasan Sarinah depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI saat peristiwa kerusuhan 22 Mei terjadi.

Selain itu, terdapat pula sebuah transkrip percakapan yang mengungkap kalau Fauka beberapa kali melakukan komunikasi dengan Ketua Umum Baladhika Indonesia Jaya, Dahlia Zein tentang kerusuhan yang terjadi di sekitar kawasan Bawaslu. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH