Merasa Difitnah, Kivlan Zen Laporkan HK Alias Iwan ke Polisi Kivlan Zen didampingi pengacaranya saat diperiksa penyidik Bareskrim terkait kasus dugaan makar (Foto: antaranews)

Merahputih.com - Tersangka kasus percobaan pembunuhan tokoh nasional, Mayjen (Purn) Kivlan Zen melaporkan tersangka pembunuhan empat tokoh nasional, yakni HK alias Iwan. Alasannya, ia merasa difitnah.

Pengacara Kivlan, Pitra Romadoni mengatakan, dalam keterangannya kepada penyidik, HK alias Iwan memberikan keterangan yang menyatakan keterlibatan Kivlan dalam kasus tersebut.

BACA JUGA: Bukan untuk Bunuh Tokoh Nasional, Ini Tujuan Kivlan Zen Beri Uang ke Iwan

Dalam pernyataan melalui video di Kemenko Polhukam beberapa waktu lalu, Iwan menyebut ia menerima perintah langsung dari Kivlan untuk membeli senjata api.

"Di mana pada bulan Maret, saya dan saudara Udin dipanggil (Kivlan Zen) untuk ke Kelapa Gading. Pada pertemuan tersebut, saya diberi uang Rp 150 juta untuk membeli senjata laras pendek dua pucuk dan 2 laras panjang dalam bentuk Dolar Singapura," ujar Pitra di Mabes Polri, Senin (17/6).

Baik Kivlan Zen maupun kuasa hukumnya berulang kali menyanggah keterangan tersebut dan menyebut tudingan Iwan mengada-ada.

"Belum ada putusan daripada pengadilan. Jadi dengan keterangan daripada tersangka-tersangka ini, kami keberatan, karena apa, karena keterangan ini bertolak belakang dengan fakta yang diketahui oleh klien kami dan saksi-saksi kami. Ini bisa mencemarkan nama baik klien kami," tambah Pitra.

Kivlan Zen saat diperiksa Bareskrim Polri
Kivlan Zen saat mendatangi Bareskrim untuk diperiksa terkait kasus makar (MP/Asropih)

Sejumlah barang bukti pun telah disiapkan Pitra untuk mendukung pelaporan tersebut. Mulai dari video hingga keterangan para saksi. "Barang bukti yang disiapkan pada hari ini ada berupa video, nanti ada screenshot pemberitaan dan barang bukti lainnya itu saksi, saksinya nanti ada 3," tutur Pitra.

Testimoni Iwan, kata dia diduga melanggar Pasal 317 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang memberikan keterangan palsu.

"Ini bisa mencemarkan nama baik klien kami, melanggar Pasal 27 ayat 3 di Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 28 ayat 2 UU ITE," ucapnya.

BACA JUGA: Kivlan Zen Bungkam Usai Diperiksa Terkait Kasus Kerusuhan 21-22 Mei dan Senpi

Selain melaporkan atas keterangan palsu terhadap Iwan, Pitra juga melaporkan dugaan ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada kliennya. Dalam laporan tersebut dia membawa barang bukti berupa rekaman video, screenshot pemberitaan dan barang bukti lainnya, yaitu tiga saksi yang namanya dirahasiakan.

"Untuk keselamatan, soalnya saksi ini tidak boleh diintervensi, nanti kita hadirkan di pengadilan saja, soalnya takut nanti ada intervensi," katanya. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH