Merapi Hembuskan Tujuh Kali Awan Panas, Warga Diminta Waspada Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas pada Sabtu (2/3) (Foto: BPPTKG)

MerahPutih.Com - Gunung Merapi kembali menyemburkan awan panas sebanyak 7 kali pada Sabtu (2/3). Awan panas keluar ini mengarah sejauh dua kilo meter ke arah Kali Gendol.

Informasi dari akun resmi twitter @Bpptkg awan panas keluar pada Sabtu pukul 04.00 - 06.00 WIB.

"Durasi awan panas 56-190 detik. dengan Amplitudo : 52-69 mm. Mengarah 800- 2000meter,"cuit twitter BPPTKG Sabtu (2/3).

Awan panas berwarna abu-abu berpotensi menimbulkan hujan abu di sekitar lereng Merapi. Masyarakat di sekitar Merapi diimbau tidak panik.

Awan panas menyelimuti Gunung Merapi
Awan panas tampak menyelimuti puncak Gunung Merapi (Foto: BPPTKG)

Laporan dari tim reaksi cepat BPBD DIY, hujan abu tipis tampak turun di sekitar kali tengah lor, Kaliurang, Turgo, Tunggul arum, dan Ngepring. Kaca jendela kendaraan warga nampak terlihat berwarna abu-abu.

"Warga diharap tetap tenang dan melakukan aktivitas seperti biasa. Serta selalu mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik," tulis twitter BPBD DIY.

Selain itu terjadi juga 21 kali gempa guguran dengan durasi 11-93 detik dan Amplitudo 3-46 mm.

Saat ini cuaca disekitar Merapi cerah berawan. . Suhu udara berada di 16-20.5 °C, kelembaban udara 65-99 %, dan tekanan udara 836-943 mmHg.

Pemandangan puncak Gunung Merapi
Awan panas Gunung Merapi tampak dari kejauhan (Foto: BPPTKG)

Kepala BPPTKG Hanik Humaida menegaskan status gunung Merapi masih di level 2 atau waspada. Masyarakat diminta waspadai bahaya banjir lahar saat terjadi hujan di sekitar puncak Gunung Merapi.

"Masyarakat yang tinggal di alur K. Gendol dimohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi. Karena berpotensi terdampak banjir lahar," kata Hanik.

Jarak aman warga dan wisatawan beraktivitas masih diluar radius tiga kilometer.

Menurut analisis morfologi kubah lava Gunung Merapi yang dirilis BPPTKG untuk periode 8 hingga 14 Februari 2019, volume kubah lava gunung mencapai 461.000 meter kubik. Laju pertumbuhan 1.300 meter kubik per hari.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Teresa Ika, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Berharap Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032, Menpora Imam Nahrawi Minta Doa Restu Warga Jambi

Kredit : patricia


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH