Merangkul Parpol Koalisi Jokowi, Jalan Prabowo Maju Lagi di 2024 Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh usai melakukan pertemuan di kawasan Permata Hijau, Jakarta, Minggu (13/10). ANTARA FOTO/Dhemas R

Merahputih.com - Pengamat politik Wempy Hadir menilai safari politik yang dilakukan Prabowo Subianto adalah untuk membangun kekuatan politik melalui keterlibatannya dalam koalisi Jokowi.

"Jika Prabowo ingin tetap mempunyai kesempatan yang besar untuk maju pada pemilu 2024 nanti, maka mulai dari sekarang harus melakukan konsolidasi politik termasuk membangun kerjasama dengan partai koalisi," kata Wempy kepada Merahputih.com di Jakarta, Rabu (16/10).

Baca Juga:

Sandiaga Uno Pastikan Hadir di Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Wempy mengatakan, sebenarnya yang agresif tidak hanya Prabowo. Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono juga melakukan hal yang sama. Bahkan anaknya juga dilibatkan dalam melakukan komunikasi politik. Selain itu, PAN juga melalui ketua umumnya melakukan hal yang sama.

"Meningkatkan intensitas komunikasi Gerindra terhadap partai koalisi karena adanya peluang bagi Gerindra untuk masuk dalam kekuasaan," jelas Wempy.

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto berkunjung ke DPP PKB, di Jakarta, Senin (14/10/2019). (ANTARA FOTO/Boyke Ledy Watra)
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto berkunjung ke DPP PKB, di Jakarta, Senin (14/10/2019). (ANTARA FOTO/Boyke Ledy Watra)

Hal ini bisa dilihat dari beberapa kali pertemuan antara Jokowi dan Prabowo. Dari beberapa kali kunjungan Prabowo ke beberapa ketua umum parpol koalisi, mereka menerima kehadiran Gerindra dalam koalisi.

Nasdem secara terang-terangan mengatakan menerima kehadiran Gerindra dalam koalisi. "Jadi partai koalisi sebenarnya sudah sepakat untuk menerima Gerindra. Walaupun pada awalnya ada dinamika dan penolakan," ungkap Wempy.

Baca Juga:

Pengamat Prediksi Nasdem Akan Legowo Terima Gerindra Masuk Kabinet Jokowi

Dari gerakan politik yang dilakukan oleh Prabowo, Wempy melihat bahwa ada kuat kemungkinan Gerindra akan masuk dalam kekuasaan.

"Dengan demikian, Gerindra bukan lagi menjadi partai posisi seperti yang diharapkan oleh para pendukungnya," ungkap Wempy. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH