Menyusuri Keindahan Pulau Leebong, “Maldives” Indonesia di Belitung Pantai Chicas di Pulau Leebong. (MerahPutih.com/Pras)

BERWISATA di Belitung tidak ada habisnya. Berbagai macam destinasi wisata alam bisa kamu coba. Dari mulai wisata laut hingga darat. Semua sangat menakjubkan. Seperti yang kita tahu, Belitung sangat kaya dengan pantai pasir putih dan pantai berbatu granit.

Keindahan Belitung melejit setelah film legendaris Laskar Pelangi garapan Riri Riza meledak pada 2008. Dalam film yang dibuat berdasar novel Andrea Hirata itu, keindahan Pantai Tanjung Tinggi sangat dieksplore. Belum lagi Pantai Tanjung Kelayang, Pulau Lengkuas. Belitung kaya akan keindapan pantainya.

Tapi kini ada salah satu objek wisata di Belitung yang sedang hype: Pulau Leebong. Kamu harus kesana! Leebong adalah satu-satunya private island di Belitung. Banyak orang menyebut keindahan Pulau Leebong tak kalah dengan Maldives.

Saya berkesempatan mengunjungi Pulau Leebong beberapa waktu lalu. Pengalaman bermalam di Pulau ini sungguh sangat luar biasa.

Private Island ini menyuguhkan suasana pantai landai yang sangat indah, dengan komoditas hewan laut yang kaya. Pulau ini luasnya 37,8 hektar ini. Dan baru 20 persen yang dimanfaatkan. Kini Leebong ternyata mampu menarik wisatawan lokal maupun Internasional.

Aktivitas yang ada di Pulau Leebong juga sangat menarik. Pertama, kamu bisa merasakan serunya bermain kayak di perairan sekitar pulau Leebong. Kamu tidak perlu khawatir dengan ombak ataupun kedalaman laut yang ada disekitar perairan Pulau Leebong. Sebab, karena saat air pasangpun kedalamannya hanya sekitar perut orang dewasa. Dan pada saat surut kamu bisa melihat hamparan bintang laut yang akan menemani kamu bermain di pesisir pantainya.

Leebong
Fasilitas sepeda dan watersport akan membuat sensasi berlibur di Pulau Leebong semakin seru. (Foto: MP/Gregory Bionde)

Tidak terlalu jauh dari pantai, saat bermain kayak, kamu bisa turun dan bersantai dengan hammock dengan pemandangan laut lepas.

Tentunya salah satu keindahan alam yang tidak boleh kita lewatkan saat berada di pantai adalah menyaksikan matahari terbit. Salah satu spot paling indah saat menyaksikan matahari terbit berada di Pantai Chicas.

Chicas adalah salah satu pantai yang terletak di belakang deretan villa di Pulau Leebong. Jika kamu berkesempatan kesini, kamu wajib mendatangi Pantai Chicas.

Chicas
Pantai Chicas di Pulau Leebong. (MerahPutih.com)

Di sini kamu akan disajikan dengan hamparan pasir putih yang membentang hingga tengah lautan. Di hamparan pasir itu, juga disediakan beberapa gazebo yang letaknya di tengah laut. Kamu bisa bisa bersantai sambil menikmati keindahan laut dan pasir putih di pantai. Bintang laut juga bertebaran di mana-mana.

“Ini adalah spot yang sangat mirip dengan Maldives,” kata Hospitality and Event Manager Pulau Leebong Gerilyano Tomodok kepada saya.

Tak sampai di situ. Masih di sekitaran pulau Chicas, kamu juga masih bisa menemukan hewan liar yang hidup di Pulau Leebong. Kera, burung, kerang, dan lainnya.

Pantai Chicas selain menyajikan kekayaan alam yang menakjubkan, yang membuat saya terkejut juga adalah adanya Coffee Shop yang bernama White Sand Coffee.

White sand
White Sand Coffee menawarkan pengalaman ngopi berbeda selama di Pulau Leebong. (MerahPutih.com)

Seperti coffee shop kekinian lainnya, White Sand Coffee juga menyediakan berbagai macam kopi unggulan yang berasal dari Indonesia. Yang menjadikannya berbeda dengan Coffee Shop lainnya adalah, kita bisa menikmati kopi sambil menikmati sunrise di gazebo di tengah laut!

Sempurna bukan untuk menemani sore kamu yang lari dari hiruk pikuk ibukota !?

Berbicara tentang kepulauan, tidak hanya itu saja yang bisa kamu nikmati saat kamu datang ke Pulau Leebong. Jika kamu berkunjung ke sini, maka kamu akan juga akan diantar ke Pulau Pasir. Perjalanan menuju Pulau Pasir ditempuh dengan perahu bermesin dengan perkiraan waktu sekitar 15 menit.

Sepanjang perjalanan kamu dapat melihat hijaunya mangrove besar yang berbaris di sepanjang laut. Sebenarnya ada mangrove kecil juga, namun sayangnya hari itu saya tidak dapat melewatinya karena surutnya air laut. Beningnya air laut yang berada di wilayah kepulauan ini memungkinkan kita untuk dapat melihat ke dasar laut.

View this post on Instagram

27.10.2018 . . ???? ____ #vacation ???? : @przo_

A post shared by Nadia Intan Permata Sari (@nadiaintan) on

Sepanjang perjalanan itu, saya melihat banyak sekali bintang laut yang berukuran jauh lebih besar dari yang saya temui di Pulau Leebong dan berwarna–warni. Ikan laut yang berukuran kecilpun juga terlihat sangat banyak di perairan ini. Yang lebih menarik lagi adalah adanya kerang yang menempel pada karang, kerang-kerang tersebut dapat kita ambil dan kita makan langsung!

Sampailah saya di Pulau Pasir. Oleh nakhoda kapal saya diturunkan di dermaga kecil. Dari dermaga kecil itu saya harus berjalan menyusuri pasir yang menghubungkan ke pulau utama. Saat berjalan dari dermaga ke pulau kecil saya sudah harus basah-basahan.

Pulau Pasir begitu luar biasa. Hamparan pasir putih begitu istimewa. Bersih. Sepi. Pulau itu seperti milik saya sendiri.

View this post on Instagram

25.10.2018 . . Vitamin sea _____ ???? : @przo_

A post shared by Nadia Intan Permata Sari (@nadiaintan) on

“Berkunjung ke Pulau Pasir memang salah satu fasilitas yang kami (Pengelola Pulau Leebong) sediakan untuk pengunjung. Pulau Pasir ini khusus untuk tamu Pulau Leebong,” kata Gerilyano.

Di Pulau Pasir kamu bisa bermain air dan pasir sepuasnya. Sebosannya. Toh, pulau itu seolah milikmu sendiri. Di sana kamu bisa bersantai di hammock yang sudah disediakan. Berayun-ayun ditemani semilir angin sambil menikmati gumpalan awan berbentuk gulali serta birunya langit!

Pulau Pasir
Menikmati keindahan Pulau Pasir. (MerahPutih/Greg)

Spot ini juga disebut-sebut seperti Maldives. Dan ini hanya bisa kamu temui di Pulau Leebong! Tentunya tak ketinggalan saya mengabadikan moment di pulau pasir ini untuk saya upload ke media social saya. Yup! kita bisa langsung mengupload karena signal sepanjang perjalanan ke Pulau Leebong hingga pulau pasir tidak ada kendala sama sekali loh!

Jika tadi kita sudah melihat terbitnya matahari yang cantik dan bermain bermain di Pulau Pasir, yang saya nantikan selanjutnya adalah melihat terbenamnya matahari di Pulau Leebong. Saya memilih dermaga panjang (dermaga di pulau leebong ada yang disebut dermaga panjang dan dermaga pendek) untuk menikmati senja nan cantik.

Untuk ke dermaga panjang, saya memilih mengayuh sepeda yang sudah disediakan di sana. Oh iya, dengan bersepeda cantik, kamu bisa mengekspolre Pulau Leebong terlebih dahulu sebelum beranjak ke dermaga panjang untuk menikmati sunset.

Sudah saya duga dari dermaga panjang ini dapat saya saksikan pemandangan matahari terbenam yang sungguh sangat cantik. Perpaduan antara pasir putih, laut yang dangkal, mangrove yang lebat, awan yang menggantung tinggi bagai hamparan gulali, serta sejuknya angin dikala senja ini membuat saya dapat melupakan sejenak kepenatan ibukota.

View this post on Instagram

26.10.2018 . . Bangun tidur langsung ke mangrove _____ ???? : @przo_

A post shared by Nadia Intan Permata Sari (@nadiaintan) on

Panorama indah ini juga didukung kesadaran masyarakat disekitar yang sangat peduli dengan lingkungannya. Saya tidak menemukan satupun sampah yang terdapat di sepanjang pasir, laut dan Pulau Leebong ini. Tidak ada sama sekali tumpahan minyak yang terlihat disekitar lautan. Kesadaran masyarakat Belitung dalam menjaga alamnya untuk pariwisata patut kita tiru.

Leebong Sunset
Pemandangan sunset di dermaga panjang Pulau Leebong. (MerahPutih/Pras)

Malam pun tiba. Saya harus kembali ke Villa tempat saya menginap. Di Pulau Leebong ada empat villa utama yang bisa kamu sewa.

Villa-villa di Pulau Leebong sangat istimewa. Konsepnya back to nature. Hampir semua villa dibuat dari kayu jati dan ulin. Jadi sangat kuat dan sangat indah. Kamu tak akan kecewa!

Mau tahu soal usalan villa-villa yang ada di Pulau Leebong? Tunggu artikel selanjutnya. (*/kuh)

Nadia Intan

Traveller/Wartawan MerahPutih.com



Thomas Kukuh