Menyusuri Jejak Soekarno di Pulau Bangka Puncak Mnaunmbing Foto: Instagram @ys_photography

MerahPutih Travel - Selain sejuta pesona pantai di Bangka, ternyata pulau ini merekam segenggam cerita dari masa perjuangan bangsa Indonesia. Kota Muntok, itulah tujuan kita kali ini, disanalah Bung Karno bersama para pendiri bangsa lainnya seperti Agus Salim, Mohammad Roem, Ali Sastroamidjojo dan Bung Hatta diasingkan pasca agresi Belanda.

Dari sungai Liat, dibutuhkan waktu hingga tiga jam untuk sampai ke Muntok. Sepanjang perjalanan kita bakal berkali-kali keluar masuk kebun sawit dan karet, kamu harus berhati-hati karena banyak kendaraan besar pengangkut sawit dan karet menyusuri jalan ini.

Gedung yang sudah terlihat rapuh itu dinamakan Wisma Ranggam, bentuk bangunannya mirip gedung SD inpres yang sudah usang, sepucuk bendera berkibar di atas tiang, tepat di tengah halaman Wisma tempat para pendiri bangsa diasingkan.

 

Wisma Ranggam atau disebut juga Pesanggrahan Muntok menjadi hunian Bung Karno saat diasingkan ke Bangka, 1949. Menurut cerita tutur saat di Bangka, Bung Karno lebih mirip plesir ketimbang diasingkan. Mungkin karena saat itu Indonesia sudah terbentuk dan merdeka. Jadi rakyat Bangka menyambut dengan antusias kedatangan presiden mereka. Berbeda ketika Bung Karno diasingkan ke Ende. Kondisi fisik wisma ranggam cukup memprihatinkan. Bagian dalam bangunan lembab. Jejak air di langit-langit menandakan adanya genteng yang bocor. Semakin ke belakang, semakin tak terawat. Namun, tersembul kebanggaan dari orang-orang yang tinggal di tempat ini. Bahwa presiden pertama Indonesia pernah menghabiskan beberapa waktunya di sini. #wismaranggam #muntok #bangka #sukarno #heritage #bungkarno #bangka #sejarah #wisatasejarah

A photo posted by jaladwara (@jaladwara_wisataarkeologi) on

Perjalanan dilanjutkan menunu puncak tertinggi di kota ini, puncak Manumbing, di sana masih ada jejak sejarah yang bisa dihirup. Perjalanan menuju puncak terbilang ekstrim, hanya bisa dilewati oleh satu mobil. Jadi harus menunggu di pos penjaga jika ada mobil lain yang sedang turun. Dalam perjalanan berliku menuju puncak Manumbing, kamu bisa membayangkan bagaimana Bung Karno dan pejuang lainnya melewati tempat ini di waktu yang silam.

Udara ala puncak gunung nisa kamu hirup dalam-dalam, di sana berdiri kokoh sebuah Rumah bernilai historis. Ketika pertama memasuki ruangannya, banyak terpajang foto-foto Bung Karno bersama kawan-kawannya, masuk keruang tengah terdapat meja rapat yang melingkar bundar cukup besar, mungkin di ruangan ini dulu Bung Karno memeras pikirannya.

Di ruangan lainnya terdapat kamar tidur Soekarno saat berada di Muntok, di sinilah Soekarno merebakan lelahnya untuk mencapai satu kata kemerdekaan dan persatuan bangsa Indonesia.

BACA JUGA:

  1. Pendap, Kuliner Khas Bengkulu Sukses Tembus Pasar Mancanegara
  2. Pencarian Meteor Desa Pelalo Bengkulu Dihentikan
  3. Dua Meteor Jatuh di Bengkulu dalam Semalam
  4. Danau Dendam Tak Sudah Pesona Tersembunyi dari Bengkulu
  5. Bareskrim Tetapkan Gubernur Bengkulu Sebagai Tersangka

 



Ana Amalia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH