Menyisir Situs-Situs yang Ditemukan di Lereng Gunung Penanggungan Ekspedisi Sisir Situs di Gunung Penanggungan, Mojokerto, Jawa Timur. (Foto: MP/Budi Lentera)

MerahPutih.com - Siapa sangka, di sekitaran lereng Gunung Penanggungan, yang berlokasi di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, masih tersimpan begitu banyak situs yang belum diketahui asal usul peninggalannya.

Sedikitnya, ada 161 situs yang ditemukan dalam 10 tahun terakhir. Dari jumlah itu, diperkirakan masih banyak lagi situs yang belum ditemukan.

Ikut dalam Ekspedisi Sisir Situs, Merahputih.com mencoba mengabadikan beberapa situs yang dilalui dari Desa Kedung Udi, Kecamatan Trawas, Mojokerto.

Baca Juga:

Starter Pack Default Pemuda Pemula Anak Gunung Negeri Aing!

Perjalanan selama 4 jam tersebut, jalan yang dilalui memang berbeda dengan dengan jalan setapak yang biasa dilalui oleh para pendaki.

Sebab, jalan tempat keberadaan situs-situs itu memang dilarang untuk umum. Warga menyebutnya jalan arco (arca).

Hutannya begitu lembab, dan bertebing. Sisa gerimis semalam, bahkan masih tercium bauh tanahnya. Jika siang hari, masih terasa sejuk. Berbeda dengan jalur pendakian yang begitu panas dan gersang.

Ekspedisi Sisir Situs di Gunung Penanggungan, Mojokerto, Jawa Timur. (Foto: MP/Budi Lentera)
Ekspedisi Sisir Situs di Gunung Penanggungan, Mojokerto, Jawa Timur. (Foto: MP/Budi Lentera)

Sementara ketika memasuki malam, mulai terasa sunyi. Lereng Gunung Penanggungan selain terkenal mistis. Juga banyak dikunjungi para pertapa.

Salah satu juru pelihara di jalur arca yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa situs-situs yang ditemukan dalam 9 tahun terakhir, sudah ada 161 situs.

"Situs ya, bukan candi. Kalau candi sudah diketahui asal usulnya dan ada namanya. Kalau situs belum diketahui. Tetapi, dari ahli sejarahwan dan arkeologi yang datang ke sini, situs ini diperkirakan peninggalan pada abad 10," ujarnya, Minggu (10/10).

Ekspedisi Sisir Situs di Gunung Penanggungan, Mojokerto, Jawa Timur. (Foto: MP/Budi Lentera)
Ekspedisi Sisir Situs di Gunung Penanggungan, Mojokerto, Jawa Timur. (Foto: MP/Budi Lentera)

Masih menurutnya, situs itu hilang bersamaan dengan musnahnya kerajaan Majapahit. Dan pada akhirnya, situs itu ditemukan pada zaman Belanda.

"Nah, sembilan tahun terkahir dilakukan pencarian terus. Ini ditemukan sebagian akibat kebakaran gunung. Masyarakat umum tidak boleh melintas di sini. Makanya, setelah situs-situs ini yang sudah ditemukan, selalu ditutup dedaunan agar tidak dicuri orang," sambungnya.

Baca Juga:

Pengalaman Empat Srikandi Unpad Selamatkan Gibran yang Hilang di Gunung Guntur

Sementara, Dorna, salah satu anggota tim Expedisi Sisir Candi menceritakan bahwa sisir situs ini dilakukan setiap tahun.

Rata-rata, situs tersebut ditemukan pada ketinggian 1.000 hingga 1200 MDPL. Sebagin besar tertutup tanah, hanya kelihatan pinggir-pinggirnya. (Budi Lentera/ Surabaya)

Baca Juga:

Mandalawangi Bergerak Lakukan Vaksinasi Warga di Kaki Gunung

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pembubaran FPI Disebut Jadi Bukti Pemerintah Jaga Kedaulatan NKRI
Indonesia
Pembubaran FPI Disebut Jadi Bukti Pemerintah Jaga Kedaulatan NKRI

"Karena itu larangan kegiatan dan penghentian kegiatan FPI, melegakan kita semua, karena membangkitkan rasa percaya diri, kehormatan dan kedaulatan NKRI," sambung Petrus.

Mulai Hari Ini Pemkot Tangerang Buka Pengisian Oksigen Gratis
Indonesia
Mulai Hari Ini Pemkot Tangerang Buka Pengisian Oksigen Gratis

Saat pengisian permohonan, pemohon wajib melengkapi data hasil test COVID-19

Bila Berkerumun, Polisi Bakal Tes Swab Pengunjung Sidang Vonis Rizieq Shibab
Indonesia
Bila Berkerumun, Polisi Bakal Tes Swab Pengunjung Sidang Vonis Rizieq Shibab

Sebanyak 2.300 personel keamanan dikerahkan menjelang pembacaan vonis pada hari ini. Pengaman akan dibagi menjadi tiga ring.

Fatia KontraS Sebut Siapkan Berbagai Data Hadapi Luhut di Pengadilan
Indonesia
Fatia KontraS Sebut Siapkan Berbagai Data Hadapi Luhut di Pengadilan

Fatia diperiksa sebagai terlapor terkait dugaan kasus pencemaran nama baik terhadap Menkomarves Luhut Binsar Panjaitan.

Hadapi Cuaca Ekstrem, PKS Minta Anies Terjunkan Petugas di Titik Rawan Banjir
Indonesia
Hadapi Cuaca Ekstrem, PKS Minta Anies Terjunkan Petugas di Titik Rawan Banjir

Gubernur Anies Baswedan diminta untuk bersiap mengantisipasi terjadinya banjir di ibu kota.

Jelang Ujian Tertulis Masuk PT, 38.606 Peserta Permanenkan Data
Indonesia
Jelang Ujian Tertulis Masuk PT, 38.606 Peserta Permanenkan Data

SBMPTN 2021 dilakukan berdasarkan hasil UTBK dan dapat ditambah dengan kriteria lain sesuai dengan talenta khusus yang ditetapkan PTN, PTKIN dan Politeknik Negeri yang bersangkutan.

Buka Politeknik Pertahanan di NTT, Unhan: Tingkatkan SDM di Wilayah Terisolasi
Indonesia
Buka Politeknik Pertahanan di NTT, Unhan: Tingkatkan SDM di Wilayah Terisolasi

Universitas Pertahanan (Unhan) RI akan membuka Politeknik Pertahanan di Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Agustus 2021 mendatang.

Tanggapan Pimpinan DPR soal Rencana Vaksin COVID-19 Mandiri Berbayar
Indonesia
Tanggapan Pimpinan DPR soal Rencana Vaksin COVID-19 Mandiri Berbayar

Pimpinan DPR RI memberikan tanggapan soal rencana vaksin COVID-19 berbayar yang bisa dilakukan individu atau perorangan.

Soal Bom Makassar, Ketua DPD RI Berharap Masyarakat tidak Terjebak Isu Agama
Indonesia
Soal Bom Makassar, Ketua DPD RI Berharap Masyarakat tidak Terjebak Isu Agama

Mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu juga berharap masyarakat tidak terjebak pada isu agama yang mungkin dimainkan pihak tidak bertanggung jawab.