Menyibak Kabut Misteri Sosok Ratu Jaya Makam Ratu Jaya. (Foto: Merahputih.com/Noer Ardiansjah)

DERAP langkah lelaki tua sang juru kunci, Suyono (79) begitu langsam berjalan. Berjejak di antara impitan nisan dengan aroma kembang setaman menyeruak ke dalam indera penciuman. Kesunyian Pemakaman Umum Ratu Jaya disertai gangsi kembang tujuh rupa, tak ayal membuat pikiran larut ke sebuah perjalanan lintas waktu dan juga dimensi.

Juru kunci Makam Ratu Jaya, Suyono. (Foto: Merahputih.com/Noer Ardiansjah)

Tak lama berselang, di sebuah bangunan berlapis keramik berwarna cokelat dan putih, aroma kembang, dan minyak misik justru semakin kentara tercium menyengat. "Assalamu'alaikum, Mbah Ratu Jaya," ucap serta salam Suyono di depan pintu masuk makam Ratu Jaya di Jalan Masjid, Citayam, Jawa Barat.

Usai menuturkan salam, tampak kedua lekukan bibir lelaki tua itu bergumam tak keruan seolah merapal sebuah ajian atau mungkin mantera sesembahan kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Sesampainya di dalam makam, lagi, lelaki yang memiliki dua belas orang cucu itu duduk bersila, tasybik sambil melayangkan beberapa Al Fatihah untuk sang jenazah.

Juru kunci Makam Ratu Jaya, Suyono. (Foto: Merahputih.com/Noer Ardiansjah)

Begini, kata Suyono, Ratu Jaya ialah sosok wanita mulia yang kuat akan agama Islam. Bahkan, Suyono menjelaskan wanita ini, Ratu Jaya, merupakan salah satu penyebar Islam di tanah Padjajaran (termasuk Depok) pada sekira abad ke-14.

"Banyak sebenarnya versi yang menjelaskan Ratu Jaya. Namun, yang jelas beliau sesepuh sini yang membawa agama Islam," tandasnya.

Ratu Kiranawati, Pemimpin Cantik nan Salehah

Mungkin nama Kiranawati atau Ratu Jaya masih sangat asing di telinga. Meski demikian, bagi Suyono selaku juru kunci Pemakaman Umum Ratu Jaya, nama tersebut jelas dan bahkan sangat melelat dalam hatinya.

Lelaki yang sudah menjaga makam sejak tahun 1993 itu mengatakan, Ratu Jaya merupakan pemimpin atau ratu di sebuah kerajaan bawahan Kerajaan Pajajaran. Bahkan, masih kata Suyono, selain terkenal akan kecantikannya yang dapat memikat lelaki, pun dikenal sangat ahli dalam masalah agama. "Beliau juga sakti mandraguna," katanya.

Makam Ratu Jaya. (Foto: Merahputih.com/Noer Ardiansjah)

Bahkan berdasarkan sumber lain yang diperoleh Suyono menyebutkan bahwa Ratu Kiranawati merupakan ratu terakhir dari Kerajaan Tanjung Jaya (sekarang Tanjung Barat).

Kerajaan Tanjung Jaya merupakan kerajaan bawahan Kerajaan Muara Beres yang dipimpin oleh sang suami Prabu Surawisesa (1521-1535). Dikarenakan sang suami mairat, akhirnya Ratu Kiranawati memilih untuk hijrah ke arah selatan Kerajaan Tanjung Jaya.

Merasa nyaman, beliau pun akhirnya leluasa berdakwah dan semakin terpandang di tanah, sekarang bernama Ratu Jaya. Untuk menghormati jasa Ratu Kiranawati, arkian namanya diabadikan menjadi sebuah nama jalan di kecamatan Cipayung, Depok, Jawa Barat. (*)


Tags Artikel Ini

Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH