Menyesap Secangkir Teh Herbal di Ubud Di tengah sejuknya Ubud, secangkir teh herbal membuat tubuh terasa segar. (Foto: ohmagazine)

UBUD menjadi destinasi pertama saat menginjakkan kaki di Bali awal Maret lalu. Adalah Tamba Waras, produsen minyak herbal Kutus Kutus yang memberikan kemewahan Ubud.

Perjalanan ke Ubud dilakukan untuk menjadi peserta pelatihan ‘Digital Marketing’ yang diberikan Tamba Waras pada 1-5 Maret 2018. Untung saja penyelenggara acara memberi jadwal bebas di hari pertama dan terakhir.

Jadwal bebas ini harus dimanfaatkan dengan baik. Meski Arma Resort yang menjadi rumah sementara selama lima hari empat malam menawarkan kenyamanan, sayang rasanya bila jadwal bebas hanya diisi dengan tidur-tiduran di kamar. Mengikuti city tour bersama biro perjalanan Sinar Dewata pun menjadi pilihan.

Dua pemilik biro perjalanan ini, Garry Stefiano Wulyardhi dan Aurea Rinni, adalah pasangan yang ramah. Mereka menawarkan paket tur yang customized sehingga dapat disesuaikan dengan pilihan turis. Akhirnya pilihan pun jatuh di Ubud.

teh herbal
Teh herbal yang memberikan banyak manfaat. (Foto: MP/Rina)

Dari bandara Ngurah Rai, kami mampir ke Museum Antonio Blanco yang pemiliknya masih keluarga besar pasangan ini. Dari sana, kendaraan melaju ke sebuah tempat yang bernuansa alam, Cantika Zest Spa. Sama seperti Museum Antonio Blanco, spa ini juga milik keluarga besar pemilik Sinar Dewata.

Beda dengan kebanyakan spa di Bandung dan Jakarta, Cantika Zest Spa ini terletak di tengah kebun. Terpisah dari ruang spa, terdapat galeri yang memajang aneka produk perawatan tubuh herbal organik buatan Ketut Jasi. Agak ke belakang terdapat bar mini dan beberapa kursi kayu. Di bar mini itulah pegawai Cantika Zest Spa meracik teh herbal organik pesanan pengunjung.

Melihat dari tester teh yang ditawarkan pegawai, teh tersedia dalam berbagai pilihan. Beda bunga, beda pula warnanya. Ada ungu, biru , kuning dan merah. Semua teh diberi sentuhan akhir perasan jeruk nipis. Perasan jeruk ini yang mengubah warna beberapa teh.

Anda yang pernah mencicipi secang di Keraton Yogyakarta, pasti mengetahui perubahan warna secang setelah diberi jeruk nipis. Sama seperti secang, beberapa teh herbal yang terbuat dari bunga dikeringkan pun akan berubah warnanya sesudah dicampur perasan jeruk nipis.

Khasiat teh herbal yang dikemas dengan merek Neroli ini berbeda-beda. Amethyst Tea yang berwarna ungu berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Teh bunga telang yang biru berkhasiat sebagai pengusir racun pada pencernaan. Membersihkan darah serta menambah kesuburan perempuan. Tester teh ini disajikan dingin dalam gelas mini dan memiliki cita rasa yang segar serta tidak terlalu manis.

Mungkin Anda terbiasa dengan secangkir teh hangat saat berada di tempat yang udaranya dingin. Jika telah mencicipi the herbal organik Neroli ini Anda akan tersadar bahwa berada di dataran tinggi yang udaranya sejuk tidak melulu harus ditemani secangkir teh hangat. Segelas the dingin pun bisa menjadi pasangan tepat saat berlibur di kota yang sejuk seperti Ubud ini.

Apalagi jika diseruput sehabis spa, secangkir teh herbal akan membuat pikiran dan tubuh semakin segar. (rina)

Kredit : rina

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH