Menyeruput Kehangatan dalam Semangkuk Miso Soup, Cocok untuk Musim Hujan Miso Soup. (Foto: Pixabay)

MISO Soup. Food-lovers yang gemar menyantap makanan khas Jepang pasti tahu sup yang satu ini. Resto-resto Jepang cepat saji banyak menawarkan menu Miso Soup.

Sup lezat ini memang kuliner asli Jepang. Cita rasa Miso Soup amat khas dan jauh berbeda dengan kebanyakan sup di Indonesia. Bahan utama yang membedakannya dengan sup di Tanah Air adalah bumbunya.

Dibuat dari pasta miso putih. Di kota-kota besar seperti Jakarta, pasta miso putih ini dijual pula oleh supermarket seperti Farmers, AEON, dan Carrefour.

Miso putih adalah hasil fermentasi dari kacang kedelai. Dari sisi kesehatan, kacang kedelai kerap disebut-sebut sebagai sumber antioksidan, penghalau kolesterol, serta penjaga kesehatan pencernaan.

Karena menggunakan miso putih, kuahnya pun berwarna putih kecokelatan. Anda sebaiknya menyantap Miso Soup selagi hangat. Kalau tidak, kenikmatannya akan berkurang. Anda juga harus mengaduk kembali kuahnya lantaran pastanya telah turun sehingga terpisah dari air sup.

Kemudian ada pula yang menambahkan bubuk dashi, yaitu kaldu dari hasil rebusan rumput laut. Lagi-lagi, Anda bisa menjumpainya di supermarket dalam bentuk sachet. Penambahan dashi membuat cita rasa Miso Soup jadi lebih gurih dan lebih beraroma seperti memakai seafood karena rumput laut memang memiliki aroma yang agak amis. Dengan aroma amisnya yang cukup kuat, tidak semua food-lovers menyukai rumput laut.

Beda resto, beda isi

Beda resto, beda pula isiannya. Di resto cepat saji Jepang seperti Hoka Hoka Bento, Miso Soup diisi dengan potongan rumput laut dan tofu yang dipotong kotak-kotak kecil.

Di Sukiya, isiannya beda. Kuah miso di sini dicampur dengan bayam hijau serta irisan lobak dan wortel. Bagi yang terbiasa menyantap Miso Soup isi tofu, awalnya Anda akan kaget dengan absennya tahu khas Jepang itu.

Miso Soup yang isiannya lebih beragam ada Sushi Tei. Di Sushi Tei, Anda bisa memilih beragam varian sup miso dengan aneka isian. Mulai dari sayur dan jamur hingga yang ditambah ikan salmon serta daging sapi. Bahkan ada pula yang dilengkapi mi khusus Jepang.

Jika di Hoka Hoka Bento dan Sukiya Miso Soup disajikan dalam mangkuk kecil, di Sushi Tei satu porsi Miso Soup bisa disantap beramai-ramai. Porsinya yang lebih besar tentu saja menjadikan harga sup miso di Sushi Tei lebih mahal ketimbang Miso Soup berporsi kecil yang dijual di Hoka-Hoka Bento dan Sukiya.

Miso Soup ini bisa Anda makan bersama nasi. Jika sedang diet, Anda dapat mengikuti saran penulis buku ‘Nutrition for Dummies’, Carol Ann Rinzler. Dalam bukunya ia menyarankan orang-orang yang sedang diet ketat untuk menyeruput Miso Soup sebelum menyantap makanan utama.

Memulai makan dengan sup miso akan menyiapkan perut menerima makanan lain. Kuah kaldu hangatnya juga berguna untuk membuat Anda cepat merasa kenyang tanpa asupan kalori yang banyak. Satu mangkuk Miso Soup biasanya mengandung 75 kalori.

Di negara asalnya, sup miso disajikan dengan nasi sebagai menu sarapan di rumah atau di resto tradisional yang disebut ryotei. Sup miso juga memiliki peran penting sebagai makanan pendamping yang paling utama. Orang Jepang zaman dahulu kerap menyantap Ichiju Issai yang terdiri dari nasi, Miso Soup dan satu jenis lauk.

Ketika sedang ‘mager’ di rumah akibat hujan, Anda pun dapat meniru orang Jepang. Simpan stok pasta miso putih dan bubuk dashi di rumah serta sayuran atau ikan yang Anda sukai. Biasanya salmon atau Anda bisa menggantinya dengan dori. Lalu masak bersama air mendidih. Jika isiannya sudah matang, Anda sudah dapat langsung menyajikannya di meja makan. Mudah, kan? (Rina)

Kredit : rina

Tags Artikel Ini

Rina Garmina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH