Menyedihkan, Setengah Juta Orang Terbunuh dalam Perang Suriah Seorang anggota Pasukan Demokratik Suriah memanggil rekannya dalam pertempuran melawan anggota Islamic State di Raqqa, Suriah, Senin (14/8). (ANTARA FOTO/REUTERS/Zohra Bensemra)

MerahPutih.Com - Perang Suriah yang sudah berlangsung sekitar tujuh tahun telah menimbulkan banyak korban nyawa dan materi. Kota-kota hancur, jalan terputus, dan kilang minyak dibakar serta ternak hilang atau mati. Belum lagi korban nyawa yang terus berjatuhan dari waktu ke waktu serta banyak warga keluar meninggalkan tanah kelahirannya menjadi pengungsi.

Dari segi manusia berdasarkan laporan Pengamat Suriah dari sebuah komisi hak asasi manusia yang bermarkas di Inggris pada Senin (12/3) menyatakan sekitar 511 ribu atau setengah juta orang terbunuh dalam perang Suriah.

Dalam laporan pengamat yang secara khusus melacak korban tewas dengan menggunakan jaringan di dalam Suriah, mengatakan mengenali lebih dari 350 ribu orang tewas dan sisanya adalah kejadian dengan pihaknya mengetahui bahwa terjadi kematian namun tidak mengetahui nama korban.

Perang itu dimulai setelah unjuk rasa besar pada 15 Maret 2011, menyeret kekuatan kawasan dan dunia serta memaksa jutaan orang -lebih dari setengah jumlah penduduk sebelum perang- meninggalkan rumah mereka.

Sekitar 85 persen korban tewas adalah warga, yang dibunuh pasukan pemerintah Suriah dan sekutunya, kata pengamat tersebut. Militer Suriah, yang bergabung dengan sekutu Rusia-nya sejak 2015 menggunakan kekuatan udara secara luas.

Sebagaimana dilansir Antara dari Reuters, memasuki tahun ke delapan perang Suriah, pertempuran sengit berlanjut di beberapa daerah, termasuk Ghouta timur, dekat ibu kota Damaskus, dan Afrin di dekat perbatasan Turki.

Militer Rusia mengatakan pada Minggu malam bahwa mereka telah berhasil mengevakuasi 52 warga sipil, termasuk 26 anak-anak, dari Ghouta yang dikuasai gerilyawan Suriah setelah melakukan pembicaraan dengan pemerintah setempat.

Warga sipil tersebut, penduduk kota Misraba, dibawa ke sebuah kamp pengungsi sementara tempat mereka memperoleh bantuan medis, kata militer Rusia dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya Xinhua melaporkan bahwa Militer Suriah pada Sabtu (10/3) mengamankan pengungsian sejumlah keluarga dari Kota Kecil Mesraba, yang direbut belum lama ini, di Ghouta Timur, pinggir Ibu Kota Suriah, Damaskus.

Militer Suriah telah merebut 52 persen Ghouta Timur dalam beberapa hari belakangan, sebagai bagian dari serangan luas yang dilancarkan guna mengusir gerilyawan dari daerah penting di ujung timur Damaskus tersebut.

Ghouta Timur, wilayah pertanian dengan luas 105 kilometer persegi yang terdiri atas beberapa kota kecil dan lahan pertanian, menimbulkan ancaman terakhir buat ibu kota Suriah karena kedekatannya dengan permukiman yang dikuasai pemerintah di Damaskus Timur dan serangan mortir yang dilancarkan terhadap daerah permukiman di ibu kota Suriah, sehingga warga terdesak ke daerah pinggiran.

Empat kelompok utama gerilyawan saat berada berada di dalam Ghouta Timur, yaitu Tentara Islam, Failaq Ar-Rahman, Ahrar Ash-Sham, dan Komite Pembebasan Levant --yang juga dikenal dengan nama Front An-Nusrae, yang memiliki hubungan dengan Al-Qaida.

Lembaga kemanusiaan PBB telah menyuarakan kekhawatiran mengenai situasi kemanusiaan yang bertambah buruk buat 400.000 orang di wilayah itu. Banyak pegiat mengatakan lebih dari 800 orang telah tewas di sana sejak penghujung Februari akibat pemboman gencat dan operasi militer di beberapa daerah di Ghouta Timur.

Lembaga kemanusiaan PBB telah menyuarakan kekhawatiran mengenai situasi kemanusiaan yang bertambah buruk buat 400.000 orang di wilayah itu. Banyak pegiat mengatakan lebih dari 800 orang telah tewas di sana sejak penghujung Februari akibat pemboman gencat dan operasi militer di beberapa daerah di Ghouta Timur.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH