Santap Lah Makanan Selagi Hangat! Ilustrasi makanan hangat. (Foto: Pixabay/flyfishinghut)

SEKEJAP angan melayang ke tahun 1997. "Banyak minum air hangat ya. Kalau enggak, makan soto dan sop selagi hangat," kata seorang dokter kepada salah seorang pasiennya. Ia menyarankan agar sering mengonsumsi air dan santapan berkuah hangat lantaran melihat tubuh sang pasien kurang berisi.

Ternyata, kuah hangat seperti sop dan soto tidak hanya menjadikan keduanya terasa lebih nikmat saat disantap. Akan tetapi juga bisa membantu menambah berat badan. Lebih terkejut lagi setelah membaca informasi di The Cable Lifestyle. Bukan hanya makanan berkuah hangat yang bermanfaat bagi penikmatnya. Menyantap makanan apapun ketika masih hangat rupanya menawarkan banyak keuntungan. Check these out, guys!

1. Lebih mudah dicerna

Santap lah makanan selagi hangat. (Foto: Pixabay/congerdesign)

Makanan hangat lebih mudah dicerna tubuh. Organ-organ pencernaan tak perlu bekerja terlalu berat. Selain itu, senyawa dalam makanan tersebut akan terpecah saat dimasak sehingga nutrisi lebih mudah diserap tubuh. Namun ada satu catatan. Penderita diabetes perlu waspada dengan hal ini karena ada beberapa makanan yang indeks glikemiknya bertambah setelah dimasak. Contohnya nasi putih dan wortel. Padahal semakin tinggi indeks glikemik, semakin naik pula kadar gula darah.

2. Menjaga suhu tubuh

Makanan dan minuman hangat membantu mengatur suhu tubuh. (Foto: Pixabay/RitaE)

Dengan menikmati makanan ataupun minuman hangat, dapat membantu menyesuaikan suhu tubuh kamu dengan temperatur udara. Pernah merasakan ketika minum air hangat di pegunungan? Tubuh terasa lebih hangat di tengah dinginnya udara pegunungan. Akan tetapi, orang-orang di Korea Selatan justru memiliki pandangan sendiri mengenai hal ini.

Mereka justru kerap menyantap makanan hangat di musim panas. Orang Korea percaya santapan hangat membuat tubuh segar dan juga menurunkan suhu tubuh. Keringat yang keluar selama menyantap makanan hangat diyakini memberi sensasi pendinginan setelah makan.

3. Terhindar dari bakteri

Menyantap makanan selagi hangat mengurangi risiko terkontaminasi bakteri. (Foto: Pixabay/ivabalk)

Meski bakteri disebut-sebut mati saat dimasak pada suhu tinggi, tidak berarti makanan bebas dari kontaminasi mikroorganisme. Makanan jika dibiarkan terlalu lama dalam ruang terbuka atau tidak tertutup rapi berisiko terkontaminasi bakteri dari udara. Pencegahan termudah adalah santap makanan selagi hangat, sebelum terpapar bakteri.

4. Menyumbang energi

Tubuh menyimpan energi lebih banyak ketika makanan disantap pada kondisi hangat. (Foto: Pixabay/leeani)

Saat menyantap makanan hangat, tubuh kamu akan menyimpan lebih banyak energi. Hal itu berasal dari efisiennya proses metabolisme tubuh. Kamu juga diuntungkan karena tubuh mendapatkan asupan nutrisi secara maksimal.

5. Tubuh lebih segar

Sup memberi efek relaks. (Foto: Naimbic)

Ketika kondisi tubuh anda sedang kurang fit atau sakit, makanan hangat biasanya membuat perasaan kamu menjadi lebih lega dan nyaman. Seperti halnya sop ayam, bubur ataupun soto yang dapat memberikan efek relaks secara instan. Apalagi kalau kamu dalam kondisi flu. Makanan hangat akan begitu terasa nikmat dan ampuh mengatasi flu. (ryn)

Baca juga yuk artikel menarik yang lainnya Wakil Indonesia Akan Terbang Ke Amsterdam di Kompetisi Bartender Tingkat Dunia.

Kredit : raden_yusuf


Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH