Menurut Penelitian Terbaru CDC, Moderna Vaksin Paling Efektif Moderna merupakan salah satu vaksin untuk melawan COVID-19. (Foto: Unsplash/Ian Hutchinson)

STUDI head-to-head dari ketiga vaksin virus corona resmi di Amerika Serikat menemukan, bahwa vaksin Moderna sedikit lebih efektif daripada vaksin Pfizer dalam penggunaan kehidupan nyata dalam mencegah seseorang masuk rumah sakit.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di AS memimpin studi vaksinasi nasional yang melibatkan lebih dari 3.600 orang dewasa yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19 antara Maret dan Agustus.

Baca Juga:

Cara Mengakses Sertifikat Vaksin COVID-19 di Pedulilindungi

vaksin
Penelitian di Amerika tentang efektivitas merk vaksin. (Foto: Unsplash/Fadil Fauzi)

Di antara orang dewasa AS tanpa kondisi immunocompromising, efektivitas vaksin terhadap rawat inap COVID-19 selama 11 Maret-15 Agustus 2021 lebih tinggi untuk vaksin Moderna (93 persen) daripada vaksin Pfizer-BioNTech (88 persen) dan vaksin Janssen dari Johnson & Johnson (71 persen)," tulis tim tersebut dalam laporan mingguan CDC tentang kematian dan penyakit yang diberitakan CNN (20/9).

"Meskipun data dunia nyata ini menunjukkan beberapa variasi dalam tingkat perlindungan oleh vaksin, semua vaksin COVID-19 yang disetujui atau disahkan FDA memberikan perlindungan substansial terhadap rawat inap COVID-19," demikian dituliskan dalam laporan.

Mereka menemukan, perbedaan terbesar antara vaksin yang dibuat oleh Moderna dan vaksin Pfizer/BioNtech didorong oleh penurunan yang dimulai sekitar empat bulan setelah orang divaksinasi penuh dengan vaksin Pfizer.

"Perbedaan efektivitas vaksin antara vaksin Moderna dan Pfizer-BioNTech mungkin karena kandungan mRNA yang lebih tinggi dalam vaksin Moderna, perbedaan waktu antara dosis (3 minggu untuk Pfizer-BioNTech versus 4 minggu untuk Moderna), atau kemungkinan perbedaan antara kelompok yang menerima setiap vaksin yang tidak diperhitungkan dalam analisis," tulis tim tersebut.

Baca Juga:

Jika Sudah Pernah Terkena COVID-19, Apa Masih Butuh Vaksin?

vaksin
Vaksin Moderna dianggap CDC sedikit lebih efektif daripada merk lain. (Foto: Unsplash/Mufid Majnun)

"Keefektifan vaksin untuk vaksin Pfizer-BioNTech adalah 91 persen pada 14 -120 hari setelah menerima dosis vaksin kedua tetapi menurun secara signifikan menjadi 77 persen pada lebih dari 120 hari," mereka menambahkan.

Vaksin Pfizer dan Moderna keduanya menggunakan materi genetik yang disebut messenger RNA untuk memberikan kekebalan, tetapi mereka menggunakan dosis yang berbeda dan formulasi yang sedikit berbeda. Vaksin Janssen menggunakan virus flu biasa yang tidak aktif yang disebut adenovirus - vektor virus - untuk membawa instruksi genetik ke dalam tubuh.

“Satu dosis vaksin vektor virus Janssen memiliki respons antibodi anti-SARS-CoV-2 yang relatif lebih rendah dan efektivitas vaksin terhadap rawat inap COVID-19,” kata tim tersebut. "Memahami perbedaan efektivitas vaksin berdasarkan produk vaksin dapat memandu pilihan individu dan rekomendasi kebijakan mengenai booster vaksin. Semua vaksin COVID-19 yang disetujui atau disahkan FDA memberikan perlindungan substansial terhadap rawat inap COVID-19," mereka menjelaskan.

Baca Juga:

Ayo Vaksin, Jadi Jagoan demi Mewujudkan Herd Immunity

vaksin
Analisis ini tidak mempertimbangkan anak-anak, orang dewasa dengan gangguan kekebalan. (Foto: Pexels/FRANK MERIÑO)

CDC bekerja dengan para peneliti di seluruh negeri untuk mempelajari 3.689 pasien di 21 rumah sakit di 18 negara bagian untuk penelitian ini. Mereka juga melihat antibodi dalam darah 100 sukarelawan sehat setelah mereka divaksinasi dengan salah satu dari tiga vaksin yang tersedia.

“Data dunia nyata ini menunjukkan bahwa rejimen vaksin mRNA Moderna dan Pfizer-BioNTech dua dosis memberikan lebih banyak perlindungan daripada rejimen vaksin vektor virus Janssen satu dosis. Meskipun vaksin Janssen memiliki efektivitas vaksin yang diamati lebih rendah, satu dosis vaksin Janssen masih mengurangi risiko rawat inap terkait COVID-19 sebesar 71 persen," tulis mereka.

Penelitian ini memiliki keterbatasan. "Analisis ini tidak mempertimbangkan anak-anak, orang dewasa dengan gangguan kekebalan, atau efektivitas vaksin terhadap COVID-19 yang tidak mengakibatkan rawat inap," tulis tim tersebut. Plus, para sukarelawan hanya diikuti selama 29 minggu atau lebih dari enam bulan. (aru)

Baca Juga:

Pentingnya Suntikan Vaksin Kedua COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ketangguhan Pemudi Magang Memahami Seluk-Beluk Dunia Disabilitas
Hiburan & Gaya Hidup
Ketangguhan Pemudi Magang Memahami Seluk-Beluk Dunia Disabilitas

Meski sibuk berkomunikasi, tak sedikit pun suara keluar dari mulutnya.

Uniknya Cara Kai EXO Merawat Pakaian
ShowBiz
Uniknya Cara Kai EXO Merawat Pakaian

Kai EXO dikenal sangat stylish.

Kakak beradik Cliffton dan Vincent Rompies Rilis Lagu
ShowBiz
Kakak beradik Cliffton dan Vincent Rompies Rilis Lagu

Lagu 'Pasti Berlalu' bercerita tentang kerinduan dengan orang-orang terkasih.

Hati-Hati, ‘Friends With Benefits’ Bikin Kamu Terpikat Sementara
Fun
Gandalf Disuntik Vaksin COVID-19
ShowBiz
Gandalf Disuntik Vaksin COVID-19

Ian 'Gandalf' McKellen yang disuntik vaksin COVID-19 Pfizer.

Festival EDM Kembali Digelar di Belanda
ShowBiz
Festival EDM Kembali Digelar di Belanda

Pemerintah Belanda akhirnya kembali mengizinkan konser EDM yang diadakan di gedung musik terbesar Amsterdam, ZiggoDome.

Pergi Liburan Bersama Anak, Barang Apa yang Perlu Disiapkan?
Fun
Pergi Liburan Bersama Anak, Barang Apa yang Perlu Disiapkan?

Liburan bareng keluarga harus ada yang dipersiapkan.

Michelle Obama akan Mengajar Anak Memasak dalam Acara TV 'Waffles + Mochi'
ShowBiz
Michelle Obama akan Mengajar Anak Memasak dalam Acara TV 'Waffles + Mochi'

Beberapa waktu lalu, Michelle Obama bagikan berita menyenangkan untuk semua anak-anak.

Seagate Siap Luncurkan Hard Disk 100 Terabyte
Fun
Seagate Siap Luncurkan Hard Disk 100 Terabyte

Bisa dibayangkan dengan kapasitas tersebut data apapun bisa disimpan.

Gandeng Amanda Caesa, Calvin Jeremy Kembali dengan ‘Why Can’t We’
ShowBiz
Gandeng Amanda Caesa, Calvin Jeremy Kembali dengan ‘Why Can’t We’

Kembali dari vakum, Calvin Jeremy kembali dengan single 'Why Can't We'.