Menteri Sri Mulyani Wanti-wanti Jangan Sampai Aset BLBI Diserobot Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: MP/Kemenkeu)

MerahPutih.com - Satgas BLBI telah mengambil aset dari sejumlah debitur berupa aset lahan dengan total nilai sekitar Rp 500 miliar. Aset tersebut pun telah diberikan kepada Pemerintah Kota Bogor dan 7 kementerian/lembaga.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mewanti-wanti Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) untuk memanfaatkan dengan baik aset sitaan utang obligor dan debitur eks BLBI.

Sebab jika tidak dikelola dengan maksimal, aset sitaan dari obligor bakal disalahgunakan oleh oknum yang tak bertanggung jawab.

"Jangan sampai kita hanya mengambil aset kemudian tanahnya menjadi tanah liar yang kemudian tanahnya bisa diserobot lagi oleh berbagai pihak," ujar Menteri Sri melalui YouTube, Kamis (25/11).

Baca Juga:

Pemkot Bogor Terima Aset Eks BLBI Senilai Rp 345 Miliar

Oleh karena itu, Menteri Sri meminta Ditjen Kekayaan Negara Kemenkeu untuk memikirkan rencana pengelolaan aset-aset itu ke depan. Harapannya aset itu dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Sri juga mengaku, ada sejumlah kantor Kementerian Keuangan yang masih menyewa tempat untuk melayani masyarakat. Maka dari itu, aset-aset yang disita dari utang debitur BLBI harus dikelola dengan baik oleh negara.

"Banyak dari kami, kantor-kantor kami, dari kantor pajak kita itu masih ada yang menyewa di ruko-ruko padahal mereka tugasnya sangat penting untuk mengumpulkan keuangan negara" ujar dia.

Baca Juga:

Satgas BLBI Somasi Kaharudin Ongko dan Agus Anwar

Adapun hibah untuk Pemerintah Kota Bogor senilai Rp 345,7 miliar. Aset tersebut berlokasi di Kota Bogor dengan total luas 103.290 m2. Sedangkan untuk tujuh kementerian/lembaga seluas 323.315 m2 dengan kakulasi sebesar Rp 146,5 miliar.

"Kita semuanya tahu bahwa tagih negara dari para obligor itu dan debitur mencapai Rp 110,45 triliun. Jadi kalau hari ini baru sekitar setengah triliun itu masih jauh banget, masih banyak yang harus kita kerjakan," ungkapnya. (Asp)

Baca Juga:

Satgas BLBI Sita Tanah Milik Tommy Soeharto, Nilainya Mencapai Rp 1,2 Triliun

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Rutan Klas I Depok Lakukan Pemeliharaan Instalasi Listrik
Indonesia
Rutan Klas I Depok Lakukan Pemeliharaan Instalasi Listrik

Kami langsung memeriksa instalasi listrik yang ada di blok-blok hunian

Ditemukan Klaster COVID-19 Saat PTM di Jakarta, Wagub: Mungkin Tertular di Jalan
Indonesia
Ditemukan Klaster COVID-19 Saat PTM di Jakarta, Wagub: Mungkin Tertular di Jalan

PTM dilaksanakan hanya tiga hari dalam seminggu yakni Senin, Rabu dan Jumat. Untuk hari kosong Selasa dan Kamis, lingkungan sekolah yang ikut PTM dilakukan penyemprotan disinfektan.

Gara-gara Hal Ini, Kawasan Kota Tua tak Jadi Dibuka untuk Masyarakat
Indonesia
Gara-gara Hal Ini, Kawasan Kota Tua tak Jadi Dibuka untuk Masyarakat

Kawasan Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat, tak jadi dibuka untuk masyarakat yang melakukan kegiatan olahraga pada Sabtu (18/9).

KPK Cegah Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Bepergian ke Luar Negeri
Indonesia
KPK Cegah Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Bepergian ke Luar Negeri

Pencegahan terkait dengan penyidikan kasus dugaan suap penanganan perkara yang menjerat penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Indonesia Diguncang 52 Kali Gempa Selama Januari 2021, BMKG Sebut tak Lazim
Indonesia
Indonesia Diguncang 52 Kali Gempa Selama Januari 2021, BMKG Sebut tak Lazim

Ia mengungkapkan, hal ini tidak lazim, karena dalam 20 hari saja sudah terjadi aktivitas gempa dirasakan sebanyak lebih dari 50 kali.

Jabar Percepat Vaksinasi COVID-19 di Bodebek
Indonesia
Jabar Percepat Vaksinasi COVID-19 di Bodebek

Adapun target setiap sentra vaksinasi dalam sehari sekitar 500 sampai 1.000 orang.

Di Bandung, Vaksin Moderna Sudah Mulai Disuntikan Bagi Masyarakat Umum
Indonesia
Di Bandung, Vaksin Moderna Sudah Mulai Disuntikan Bagi Masyarakat Umum

Vaksinasi Moderna ini sangat tepat dilakukan di rumah sakit. Sebab memerlukan penjelasan lebih rinci dan tepat.

PPKM Bikin Bingung Warga
Indonesia
PPKM Bikin Bingung Warga

Sesuai dengan masukan dari sejumlah epidemiolog dan masyarakat, diperlukan upaya perbaikan strategi disertai penerapan yang benar dan tegas di lapangan.

Prabowo Rajai Survei, Jadi Capres Potensial dan Dianggap Menteri Terbaik
Indonesia
Prabowo Rajai Survei, Jadi Capres Potensial dan Dianggap Menteri Terbaik

Prabowo juga jadi menteri dengan kinerja paling memuaskan

Penyekatan Kawasan Jakarta Barat, Polisi Tetap Periksa STRP Pengendara
Indonesia
Penyekatan Kawasan Jakarta Barat, Polisi Tetap Periksa STRP Pengendara

Polisi memastikan pemeriksaan di pos penyekatan tetap diberlakukan bagi pekerja non-esensial dan non-kritikal saat penerapan PPKM Darurat.