Menteri Pariwisata Dorong Pemda Investasi Kembangkan Geopark Menteri Pariwisata Arief Yahya. (dok. Kemenpar)

MerahPutih.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengajak kepala daerah berinvestasi mengembangkan geopark karena memiliki nilai keekonomian yang dapat dijual sehingga meningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

"Saya yakinkan pada semua kepala daerah, bahwa geopark bisa dijual. Tapi kalau tidak investasi tidak bisa, harus investasi," katanya saat menghadiri penyerahan sertifikat pengakuan Geopark Nasional untuk delapan kepala daerah yang berlangsung di Geopark Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/11).

Menurutnya, perkembangan geopark di Indonesia relatif lambat dibandingkan negara lain di Indonesia, padahal potensinya jauh lebih banyak.

Ia mencontohkan China memiliki 34 geopark berstatus (UGG) atau UNESCO Global Geopark dan 204 geopark nasional. Sementara, Indonesia baru memiliki 15 geopark nasional dan empat Geopark UGG.

Menpar mensinyalir kondisi ini dikarenakan definisi geopark belum mencantumkan nilai keekonomian. "Inilah yang saya curiga, para bupati, dan wali kota tidak tertarik berinvestasi, karena kalau disebut nilai keekonomiannya tinggi pasti pada mau berinvestasi," katanya.

Menpar membandingkan pengembangan geopark di China yang memiliki 37 UGG dan 204 geopark nasional mampu mendatangkan wisatawan 21 juta pengunjung dan Pulau Jeju, Korea Selatan delapan juta pengunjung.

Geopark Ciletuh.
Geopark Ciletuh. (ciletuhpalabuhanratugeopark.org)

"Ini bukti geopark menarik wisatawan dalam jumlah yang besar," katanya.

Menpar menyebutkan 65 persen sumbangan ekowisata di China bersumber dari geopark, sedangkan di Indonesia baru 35 persen.

Contohnya pengembangan geopark Indonesia adalah Geopark Gunung Sewu yang mampu menarik lima juga wisatawan. Sedangkan geopark Malaysia mampu menarik enam juta pengunjung.

Ia menyebutkan, Danau Toba sebelum ditetapkan sebagai geopark belum bisa menarik wisatawan lebih banyak. Sejak ditetapkan sebagai geopark nasional kini rata-rata pengunjung naik 300 persen.

Untuk mendorong keseriusan pemerintah kota dan kabupaten mengembangkan geopark, Menpar meminta Komite Geopark Nasional untuk mencantumkan nilai keekonomian dalam definisi geopark.

"Maka saya minta kepada tim agar nilai keekonomian dari geopark dimasukkan dalam definisi," katanya.

Ia kembali mencontohkan Geopark Danau Toba. Nama Geopark Danau Toba bisa mensejahterakan masyarakat di sana dengan pertumbuhan PAD rata-rata 79 persen, atau 80 persen. Menpar menyaksikan penyerahan sertifikat pengakuan status Geopark Nasional kepada delapan geopark, salah satunya Geopark Pongkor - Bogor.

"Saya harapkan Geopark Pongkor ini bisa menyejahterakan masyarakat terutama di daerah sini (Pongkor) dan lebih luas lagi di kabupaten Bogor," katanya.

Penambahan jumlah status Geopark Nasional tahun 2018 sebanyak delapan geopark diharapkannya semakin melestarikan dan menyejahterakan.



Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH