Menteri Nasir Wacanakan Tahun Depan Jumlah SKS Akan Diturunkan Menjadi 120 SKS Menristekdikti M Nasir (MP/Fredy Wansyah)

MerahPutih.Com - Beban satuan kredit semester (SKS) kerap menjadi batu sandungan bagi para mahasiswa untuk bisa menyelesaikan kuliahnya dengan tepat waktu. Bahkan jumlah SKS yang berlaku di perguruan tinggi Indonesia dinilai terlalu besar dibandingkan negara lain.

Atas dasar itu, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir berencana akan mengkaji ulang jumlah SKS bagi para mahasiswa. Saat ini, pihak Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi masih mempertimbangkan penurunan jumlah SKS bagi mahasiswa di perguruan tinggi.

"Kami ingin tetap pelajari dulu. Kami sudah pernah bicarakan di antara para dirjen (direktur jenderal)," kata dia di sela-sela Forum Nasional Inkubator Bisnis Teknologi: Menuju Inovasi Industri 4.0 di Jakarta, Senin (3/12).

Dia mengatakan di luar negeri, beban kredit yang harus dicapai mahasiswa adalah 120 SKS, sedangkan di Indonesia untuk mendapatkan gelar sarjana harus menuntaskan 144 SKS.

Menteri Mohamad Nasir
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

"Apakah harus turun menjadi 120 SKS atau tetap 144 SKS tapi dia sampai di pendidikan apanya nanti harus kita selesaikan," tutur Menteri Nasir.

Menristek Dikti mengatakan masih banyak perbedaan pandangan tentang jumlah SKS yang harus dituntaskan sehingga saat ini penurunan jumlah SKS masih menjadi wacana.

Menteri Nasir sebagaimana dilansir Antara menuturkan undang-undang tidak mengatur 10 SKS untuk Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU), yakni Pendidikan Kewarganegaraan, Agama, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris sehingga ada peluang untuk jumlah SKS dirampingkan.

"Karena tarik menariknya sangat tinggi. Ini problem yang muncul di lapangan adalah tidak hanya itu. Kita mau terapkan itu ternyata masih ada perbedaan pandangan tentang 144 SKS, karena apa? Yang 10 SKS ini adalah ada dalam undang-undang yang wajib dilakukan yang namanya Mata Kuliah Dasar Umum ( MKDU). Pertanyaan saya di dalam undang-undang ditetapkan 10 SKS tidak? Tidak ada itu. Nah nanti ke depan akan saya coba 'merge' supaya lebih sederhana. Kami bicara dulu dengan para dirjen. Mudah-mudahan tahun depan sudah mulai diaplikasikan," tandas M Nasir.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: PSM Gagal Kalahkan Bhayangkara FC, Persija di Ambang Juara Liga 1



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH