Menteri Luar Negeri AS Diolok-olok Warganet Singapura dan Malaysia Presiden Donald Trump berjabat tangan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Hotel Capella di Pulau Sentosa, SIngapura (ANTARA FOTO/REUTERS/Jonathan Ernst)

MerahPutih.Com - Pertemuan puncak pemimpin Korea Utara dan Presiden Amerika Serikat di Singapura menyisakan olok-olokan kocak warganet negeri jiran. Sejumlah pengguna media sosial di Singapura dan Malaysia mengejek pernyataan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang keliru menyebut Singapura sebagai bagian dari negara Malaysia.

Sebagaimana diketahui, setelah pertemuan Kim Jong Un dan Donald Trump Selasa (12/6) kemarin, Kementerian Luar Negeri AS menyebut lokasi hotel JW Marriott Singapura, Malaysia dalam salinan resmi pemerintah.

Kesalahan itu muncul dalam salinan paparan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo pada Senin. Salinan itu menyebut tempat tempat tersebut "JW Marriott, Singapura, Malaysia". Kesalahan itu kemudian diperbaiki dengan menghapus kata Malaysia.

Donald Trump dan Kim Jong Un
Presiden Donald Trump berjabat tangan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Hotel Capella di Pulau Sentosa, SIngapura (ANTARA FOTO/REUTERS/Jonathan Ernst)

"Yah, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat masih berpikir Singapura berada di Malaysia," kata pengguna Twitter @BrioS_BRxV.

"Baru 53 tahun dan perpisahan buruk," katanya.

Sebagaimana dilansir Antara dari Reuters, Pulau Singapura pernah menjadi bagian dari Malaysia tapi kemudian berpisah secara sengit pada 1965, mengaburkan diplomatik dan perekonomian selama bertahun-tahun.

Trump dan Menlu Singapura
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan saat bersiap menaiki Air Force One di Singapura (ANTARA FOTO/Mandatory credit Ministry of Communications and Information, Singapore/Handout via REUTERS)

"Trump merencanakan memfasilitasi temu puncak penyatuan kembali Malaysia-Singapura segera?" kata pengguna Twitter lain, @boblskee.

Surat kabar "Star" Malaysia melaporkan kesalahan itu di Facebook-nya dengan judul "Bagaimana menyinggung orang Singapura dan warga Malaysia pada saat bersamaan".

Muatan itu dibagikan hampir 700 kali dan menarik hampir 300 tanggapan.

"Amerika Serikat harus kembali ke sekolah," kata pengguna Facebook Jimi Leong.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Risna Utami, Warga Indonesia Anggota Komite Penyandang Disabilitas PBB



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH