Menteri Kabinet Kerja Ajak Kader PDIP Bela Jokowi Lawan Hoaks Presiden Jokowi menyampaikan Pidato Kenegaraan di Gedung Parlemen, Jakarta (Foto: Biro Pers Setpres)

MerahPutih.com - Caleg DPR daerah pemilihan (dapil) Sumatera Utara 1 dari PDI Perjuangan Yasonna Laoly mengajak kader melawan hoaks tentang kinerja pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan membalas dengan fakta prestasi yang dicapai.

"Saya menyampaikan bahwa prestasi dan kinerja yang sudah disampaikan oleh pemerintah adalah bukan hoaks, itu adalah fakta yang bisa selalu disampaikan ke mana-mana," kata Menteri Hukum dan HAM saat rapat konsolidasi dengan kader PDI Perjuangan di Deli Serdang, Jumat (14/12).

Menkumham Yassona Laoly mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (6/4). (Foto: Antara/Akbar Nugroho)
Menkumham Yassona Laoly mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (6/4). (Foto: Antara/Akbar Nugroho)

Apablia ada pihak yang menyebut harga kebutuhan menjadi mahal, Yasonna mengatakan fakta di lapangan adalah harga kebutuhan pokok terkendali, bahkan angka inflasi pada September 2018 sebesar 2,88 persen saja.

Selanjutnya, Yasonna mengatakan pemerintah membangun insfrastruktur untuk mempermudah pergerakan masyarakat dari satu lokasi ke lokasi lain.

Dalam waktu beberapa tahun, menurut dia, sudah dapat dilihat perkembangan infrastruktur, seperti Trans-Sumatera, Trans-Jawa serta Trans-Papua.

"Saudara-saudara sampaikanlah bahwa apa yang telah dikerjakan oleh pemerintah kita sekarang benar-benar suatu prestasi dari apa yang dilakukan, bukan apa yang dikatakan," tutur Yasonna.

Ia juga mengingatkan pemerintahan yang akan datang membutuhkan dukungan politik di parlemen sehingga pemilu legislatif harus dikondisikan agar partai berlambang banteng itu meraih suara mayoritas.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat menantang para kader untuk berani menjawab hoaks, misalnya, soal kedekatan dengan PKI.

"Jawab PDI Perjuangan ideologinya Pancasila, lawan komunisme dan kapitalisme, jawab mereka. Gitu kok cengeng. Dulu kita dikejar berani, ditakuti genderuwo gitu aja kok takut," ucap Djarot.



Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH