Menteri Hanif Imbau Masyarakat Jangan Malu Jadi TKI, Karena... Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dakhiri. (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

MerahPutih.com - Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri meminta agar bekerja di luar negeri tidak selalu dipandang negatif karena menjadi TKI juga merupakan sebuah peluang yang dapat dimanfaatkan dengan baik.

"Selama ini isu pekerja migran lebih banyak dilihat dari sisi risiko. Padahal bekerja di luar negeri juga merupakan peluang karena dapat memberikan manfaat dan nilai tambah untuk kehidupan TKI maupun keluarganya," kata Menteri Hanif seperti yang dikutip dari Antara di Jakarta, Rabu (6/12).

Hanif mengaku, bekerja di luar negeri memang memiliki sisi risiko. Namun, juga peluang sehingga kedua hal itu harus diselaraskan agar penempatan dan perlindungan pekerja migran di luar negeri berjalan dengan baik.

Saat memberikan arahan pada acara pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Kerja sama Luar Negeri Bidang Ketenagakerjaan di Jakarta, Selasa (5/12) malam, Hanif mengatakan berdasarkan data hasil survei World Bank dan BPS, dalam tiga tahun terakhir kasus beban kerja TKI dan kekerasan terhadap TKI terus menurun.

Karena itu, ke depannya ia meminta bekerja di luar negeri juga harus dipandang sebagai sebuah peluang sehingga memberikan manfaat dan nilai tambah untuk kehidupan TKI maupun keluarganya.

Menaker mengatakan, kebanyakan dari sisi risiko yang diangkat adalah kasus-kasus yang menimpa Pekerja Migran Indonesia di luar negeri.

"Sebab menyangkut soal human right, menyangkut soal orang. Sehingga asumsinya ketika bicara soal TKI ini melihat dari sisi risikonya," kata Hanif.

Untuk mendukung sisi positif itu, Hanif meminta kerja sama internasional di bidang ketenagakerjaan mengutamakan perlindungan dan promosi.

Selain itu, Hanif meminta pembenahan proses dan tata laksana penempatan salah satunya dengan meningkatkan profesionalitas seluruh pemangku kepentingan. Dan tak kalah penting, sinergitas antar pemangku kepentingan, baik yang ada di pusat maupun di daerah juga harus ditingkatkan.

"Nah, inilah saya kira yang menjadi agenda penting bagi Disnaker di daerah, bagaimana memperkuat modalitas kita. Memastikan agar seluruh tata kelola menjadi baik dan berlangsung secara aman," katanya.

Sementara itu, Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan Hery Sudarmanto menyebutkan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan selalu memaksimalkan diplomasi dan kerja sama luar negeri untuk meningkatkan perlindungan bagi TKI.

"Kemnaker selalu aktif dalam menindaklanjuti perkembangan hubungan luar negeri Indonesia. Baik secara mandiri oleh Kemnaker maupun bekerja sama dengan pihak lain seperti Kementerian luar negeri dan Kementerian perdagangan," kata Hery.

Hingga saat ini, jumlah kerja sama luar negeri Kemnaker ada 24, termasuk di dalamnya kerja sama penempatan TKI di 12 negara penempatan. (*)



Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH