Menteri Edhy Janji Perbanyak Eksportir Benih Lobster Ilustrasi Tambak Udang. (Foto: KKP)

MerahPutih.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berjanji bakal menambah perusahaan yang diizinkan untuk melakukan ekspor benih lobster. Saat ini, pemerintah telah memberikan izin kepada 26 perusahaan dan bakal menjadi 31 perusahaan.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo mengklaim, izin ekspor lobster tersebut salah satunya untuk meningkatkan pendapatan para nelayan, karena sejak dahulu mereka bergantung pada tangkapan benih lobster.

Namun, setelah adanya pelarangan, tegas ia, otomatis pendapatan para nelayan juga menurun, bahkan harus berurusan dengan hukum ketika menangkap benih lobster.

Ia mengklaim tidak tau jika ada orang dekatnya atau ada orang Gerindra dan sebagainya, yang mendapatkan izin untuk ekspor tersebut.

Baca Juga:

Kasus Salah Tembak Petani di Poso, Ini Klarifikasi Mabes Polri

"Bahkan saya sendiri tidak tahu mereka mendaftarnya kapan. Tapi, ingat diberitakan itu hanya dua tiga orang dan padahal izinnya yang sudah kami keluarkan ada 26," ujarnya.

Ia berkilah, jika yang memberikan izin adalah tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, bukan dia secara pribadi.

tambak
Menteri Edhy Prabowo di Tambak Udang. (Foto: KKP).

"Kalau ada tiga orang yang secara langsung berkorelasi dengan saya apakah salah. Kalau saya menteri apakah teman-teman saya tidak boleh berusaha. Yang penting kan perjanjiannya," katanya.

kata Edhy menegaskan, keluarga, kerabat, dan lingkungan masyarakatnya tidak ada yang terlibat dan hanya ingin melayani warga negara.

Baca Juga:

Pendaki Gunung Lawu Ditemukan Tewas Terjatuh ke Jurang Sedalam 7 Meter

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sufmi Dasco Ingatkan Anggota DPR Segera Laporkan LHKPN ke KPK
Indonesia
Sufmi Dasco Ingatkan Anggota DPR Segera Laporkan LHKPN ke KPK

Tercatat, sebanyak 55 persen anggota DPR masih belum melaporkan harta kekayaannya kepada mereka.

Donald Trump Positif COVID-19
Dunia
Donald Trump Positif COVID-19

Presiden Amerika Serikat, Donald Trum beserta Ibu Negara, Melania Trump, dinyatakan positif COVID-19

Dukung Ciptakan Lapangan Kerja, Rutan Solo Bangun Pabrik Garmen Pertama di Jateng
Indonesia
Dukung Ciptakan Lapangan Kerja, Rutan Solo Bangun Pabrik Garmen Pertama di Jateng

Rutan Kelas I Surakarta yang menggandeng pihak ketiga yakni PT Amura Pratama bisa membangun pabrik garmen pertama di Jawa Tengah.

Gibran Tidak Bisa Membuat Kebijakan Saat Jadi Wali Kota Solo, Ini Penyebabnya
Indonesia
Gibran Tidak Bisa Membuat Kebijakan Saat Jadi Wali Kota Solo, Ini Penyebabnya

Meskipun menjadi Wali Kota Solo, putra sulung Presiden Jokowi tersebut dipastikan tidak akan bisa membuat kebijakan 100 persen saat menjabat.

Sambut Kemerdekaan, Warga Solo Hias Jalan Kampung dengan Warna Pelangi
Indonesia
Sambut Kemerdekaan, Warga Solo Hias Jalan Kampung dengan Warna Pelangi

warga bahu membahu menghias lingkungan agar lebih nyaman dalam beberapa hari terakhir. Tidak hanya itu, lampu kerlap-kerlip pun dipasang agar suasana malam hari jauh lebih menarik dari biasanya.

Keluarga Korban Meninggal Kebakaran Lapas Tangerang Akan Dapat Santunan Rp 30 Juta
Indonesia
Keluarga Korban Meninggal Kebakaran Lapas Tangerang Akan Dapat Santunan Rp 30 Juta

"Sebagai sebagian perwujudan duka, kami akan memberikan santunan senilai Rp 30 juta kepada keluarga dari masing-masing korban yang meninggal dunia dalam musibah ini," kata Yasonna

Uang Nasabah Maybank Solo Rp72 Juta Diduga Hilang, Polisi Periksa Dua Orang Saksi
Indonesia
Uang Nasabah Maybank Solo Rp72 Juta Diduga Hilang, Polisi Periksa Dua Orang Saksi

Pemeriksaan dua orang saksi dilakukan setelah korban melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Surakarta.

Ketegangan dan Ancaman Keamanan Jelang Pelantikan Biden
Dunia
Ketegangan dan Ancaman Keamanan Jelang Pelantikan Biden

Pakar sejarah kepresidenan dari Universitas Virginia, Barbara Perry mengemukakan, Biden mungkin menghadapi kombinasi tahun 1861 dan 1933.

Bosnya Diputus Bersalah Oleh PTUN, Jamdatun Bereaksi
Indonesia
Bosnya Diputus Bersalah Oleh PTUN, Jamdatun Bereaksi

Ucapan atau pernyataan Jaksa Agung yang memberikan informasi bukan suatu tindakan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan

PT KAI Berangkatkan 5 Ribu Lebih Penumpang Berkebutuhan Khusus
Indonesia
PT KAI Berangkatkan 5 Ribu Lebih Penumpang Berkebutuhan Khusus

Selama periode 6-8 Mei 2021, tercatat 4.000 penumpang yang dikecualikan menggunakan kereta jarak jauh