Menteri Edhy Ditangkap, Ekspor Benur Perlu Dikaji Ulang Menteri Edhy Prabowo saat kunjungan kerja di Kupang, NTT. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga terkait ekspor benih lobster, menjadi pintu masuk ditata ulang sektor perikanan terutama ekspor benur ini.

Pengamat sektor kelautan dan Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan Abdul Halim menyatakan, sejak awal, Menteri Edhy Prabowo sudah diingatkan terkait dengan kontroversi ekspor benih lobster.

Abdul Halim menyebut, penangkapan yang dialami oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan sejumlah pejabat KKP adalah tragedi yang disayangkan.

Baca Juga:

BREAKING NEWS: Operasi Dini Hari, KPK Tangkap Menteri Edhy Prabowo

Namun demikian, asas praduga tak bersalah mesti dikedepankan, dan KPK harus membongkar kasus hukum tersebut harus transparan.

"Bisa menjadi hikmah untuk perbaikan tata kelola lobster dan perikanan secara umum di Indonesia yang harus diorientasikan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, khususnya pembudidaya lobster di dalam negeri," katanya.

KPK melakukan penangkapan terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan beberapa orang lainnya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Rabu (25/11) dini hari.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. (Foto: KKP).
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. (Foto: KKP).

"Benar, jam 01.23 dini hari di Soetta," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan informasi, Menteri Edhy Prabowo ditangkap setelah pulang perjalanan dari Amerika Serikat. Edhy bersama beberapa orang yang ditangkap tersebut sudah berada di Gedung KPK, Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Namun KPK belum memberikan informasi detil terkait kasus apa sehingga pihaknya menangkap Edhy. Sesuai KUHAP, KPK mempunyai waktu 1X24 jam untuk menentukan status pihak-pihak yang ditangkap tersebut. (*).

Baca Juga:

Novel Baswedan Ada di Balik Penangkapan Menteri Edhy Prabowo?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus Aktif dan Positif COVID-19 Nasional Turun Selama Tujuh Minggu Berturut-turut
Indonesia
Kasus Aktif dan Positif COVID-19 Nasional Turun Selama Tujuh Minggu Berturut-turut

Persentase kasus aktif Papua dalam dua minggu terakhir juga merupakan paling tinggi se-Indonesia

Diskon Pajak Beli Mobil Diperpanjang
Indonesia
Diskon Pajak Beli Mobil Diperpanjang

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan ritel, secara akumulatif, Januari–April 2021 naik 5,9 persen yoy menjadi 257.953 unit. Secara bulanan volume penjualan ritel telah mendekati level normal atau sekitar 80.000 per bulan.

Promo BTS Meal Bikin Kerumunan, Begini Kata Dinkes DKI
Indonesia
Promo BTS Meal Bikin Kerumunan, Begini Kata Dinkes DKI

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta buka suara perihal kerumunan pembeli restoran cepat saji McDonald's, saat promo BTS Meal.

BNI Salurkan KUR Bagi Petani Porang
Indonesia
BNI Salurkan KUR Bagi Petani Porang

Sampai dengan Juli 2021 realisasi penyaluran KUR BNI di sektor pertanian mencapai Rp 5,1 triliun yang dirasakan oleh 116.427 penerima KUR di seluruh Indonesia.

Keluar Dari RS UMMI, Rizieq Bikin Surat Pernyataan
Indonesia
Keluar Dari RS UMMI, Rizieq Bikin Surat Pernyataan

Rizieq meninggalkan rumah sakit melalui pintu belakang pada Sabtu malam, 28 November 2020 pukul 20.50 WIB.

NIK Dipakai Orang Lain, Warga Bekasi dan Tanjung Priok Gagal Divaksin
Indonesia
NIK Dipakai Orang Lain, Warga Bekasi dan Tanjung Priok Gagal Divaksin

Sumarno gagal mendapat suntikan vaksin karena nomor induk kependudukan (NIK) miliknya sudah digunakan oleh orang lain.

RUU Data Pribadi Batasi Usia Bebas Main Medsos Harus 17 Tahun
Indonesia
RUU Data Pribadi Batasi Usia Bebas Main Medsos Harus 17 Tahun

General Data Protection Regulation (GDPR), Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi di Uni Eropa menetapkan batasan usia 16 tahun.

Sri Mulyani Kejar Target Visi Indonesia 2045 Berpendapatan Tinggi
Indonesia
Sri Mulyani Kejar Target Visi Indonesia 2045 Berpendapatan Tinggi

"SDM harus sehat baik secara skill, motorik, maupun intelektual sehingga mereka mampu berkembang dan bekerja sama menciptakan relasi serta koneksi yang memajukanIndonesia," kata Sri Mulyani.

Kerumunan Simpatisan Persija, Polisi Tetapkan Satu Tersangka
Indonesia
Kerumunan Simpatisan Persija, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Sekarang masih kita lakukan pemeriksan sebagi tersangka

Polisi Tangkap Pelaku Mesum di Halte Bus Kramat, Rupanya Dibayar Rp22 Ribu
Indonesia
Polisi Tangkap Pelaku Mesum di Halte Bus Kramat, Rupanya Dibayar Rp22 Ribu

Polisi menangkap seorang wanita yang videonya sempat viral di media sosial terkait aksi mesum beberapa waktu lalu.