Mentan Amran Ambisi Indonesia Jadi Lumbung Padi Dunia di 2045, Ini Caranya Mentan Amran saat membuka HUT Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) KTNA ke 46 di Jogja Expo Center. (MP/Teresa Ika)

MerahPutih.com - Kementerian Pertanian menargetkan Indonesia menjadi lumbung padi dunia pada 2045. Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan pihaknya sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk bisa mencapai target tersebut.

Langkah pertama adalah menghidupkan lahan pasang surut dan tanah tadah hujan.

"Ada dua raksasa yang harus kita hidupkan yakni lahan pasang surut dan lahan tadah hujan. Lahan pasang surut sekarang luasnya 27 juta hektare. Tapi ada 10 juta hektare yang tidur. Itu mau kita coba bangunkan," ujar Amran saat membuka HUT Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) KTNA ke 46 di Jogja Expo Center, Bantul, Yogyakarta, Jumat (22/9).

Sementara untuk tanah tadah hujan yang biasanya hanya ditanam satu kali setahun akan coba ditanami dua kali setahun dengan sistem percepatan panen.

Langkah berikutnya adalah dengan menampung air hujan dan kemudian mengalirkannya ke sawah, ladang, dan tanah pertanian dan perkebunan. Penampungan air hujan ini akan dibuat dengan skema rain water sistem.

"Di Kalimantan air hujan jatuh langsung ke sungai, ke laut. Gak disentuh petani Indonesia. Ke depan semua air hujan sebelum jatuh ke laut, harus dipakai untuk ladang, sawah, dan tanah," tuturnya.

Langkah terakhir adalah dengan pemberian asuransi sawah untuk petani dan asuransi hewan ternak untuk peternak. Asuransi bisa mengganti kerusakan sawah akibat banjir, puso, dan hama. Dengan strategi tersebut, Amran optimistis Indoensia bisa jadi lumbung padi dunia pada 2045. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Pemerintah Tetapkan Tanah Laut Lumbung Jagung Nasional


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH