Mensos: Perlu Sistem Peringatan Dini di Dieng Menteri Sosial Khofifa Indar Parawansa membacakan Alquran berikut terjemahannya di hadapan ratusan warga binaan anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPK Anak). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menilai perlu adanya sistem peringatan dini yang disiapkan di kawasan wisata Kawah Dieng,Jawa Tengah.

"Menurut diskusi saya dengan beberapa tim memang sistem peringatan dini perlu segera disiapkan," kata Mensos di Jakarta, Selasa (4/7).

Dia mengatakan, sistem peringatan dini merupakan wilayah Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sementara Kementerian Sosial menyiapkan pembentukan kampung siaga bencana (KSB).

"Kalau siap berarti ada masyarakat yang dilatih secara khusus lalu di titik itu ada lumbung sosial akan menyiapkan kebutuhan ketanggapdaruratan yang setiap waktu bisa diakses oleh mereka yang sudah dilatih. Pelatihan biasanya empat-lima hari sudah dilakukan di banyak titik terutama daerah rawan bencana alam," tambah dia.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) terdapat 323 kabupaten dan kota yang rawan bencana alam.

Saat ini KSB sudah terbentuk di 480 titik. KSB bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat daerah rawan bencana sehingga ketika bencana alam terjadi dapat segera melakukan upaya penanganan sebelum datang bantuan.

Sebelumnya terjadi letusan freatik Kawah Sileri, Pegunungan Dieng pada Minggu (2/7) siang mengakibatkan 12 orang wisatawan mengalami luka ringan karena jarak 20 meter serta akibat tidak mengikuti rekomendasi untuk tidak mendekati bibir kawah di bawah 100 meter.

Sumber: ANTARA



Yohannes Abimanyu

LAINNYA DARI MERAH PUTIH