Mensos "Open House" di Surabaya Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa membuka pintu silaturahmi atau open house bagi masyarakat di kediamannya, Jalan Jemursari VIII, Surabaya, Senin (26/6).

Pintu rumah Menteri Khofifah sudah terbuka untuk masyarakat umum sejak pukul 08.00 WIB dan terus digelar hingga malam hari.

Sejumlah warga baik secara individu maupun berkelompok tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bersilaturahmi dengan menteri yang merupakan warga Kota Surabaya dan juga menjabat Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama itu.

"Inilah momen yang tepat untuk bersilaturahmi dan saling bersalam-salaman," kata Menteri Khofifah kepada wartawan di rumahnya.

Dia meyakini, substansi dari silaturami dengan saling bersalam-salaman adalah bentuk dari menyambung tali kasih dan tali persaudaraan.

"Salaman itu artinya membangun perdamaian. Pada momen Hari Raya Idulfitri ini, tali kasih dan tali persaudaraan dibangun dengan upaya damai," ucapnya.

Salah satu kelompok masyarakat yang turut menghadiri open house di rumah Khofifah adalah sejumlah pendeta yang tergabung dalam Badan Musyawarah Antargereja (Bamag) Indonesia.

"Saya ajak beberapa pendeta Kristen dari Surabaya, Sidoarjo, Malang, dan Gresik, sebagai perwakilan umat Kristen Indonesia, untuk bersilaturahmi ke rumah ibu Khofifah, yang merupakan salah satu tokoh perempuan nasional kita, dalam rangka Idulfitri," kata Ketua Umum Bamag Indonesia, Agus Susanto.

Dia mengatakan, dalam hal membangun silaturahmi tidak perlu memandang siapa orangnya, dari suku mana, serta apa pun agamanya.

"Kita tidak perlu memandang siapa yang berisilaturahmi, baik dari umat Kristen, muslim atau sebaliknya. Karena hakikat silaturahmi adalah kesatuan dalam berbangsa dan bernegara," tuturnya.

Menteri Khofifah merasa terhormat mendapat kunjungan silaturahmi dari para pendeta Bamag Indonesia.

"Saya berbahagia mendapatkan tamu para pendeta Kristen di Jawa Timur. Hari ini sebetulnya hari di mana warga dan bangsa Indonesia butuh melakukan revitalisasi, bagaimana bangunan kasih dan persaudaraan diikat dengan upaya membangun hidup dan damai," ucapnya.

Sumber: ANTARA



Noer Ardiansjah

YOU MAY ALSO LIKE