Menristekdikti Usulkan Beasiswa untuk Penghafal Alquran Menristekdikti Mohamad Nasir. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

MerahPutih.com - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir membebaskan kampus-kampus untuk membuat kebijakan internal soal beasiswa ataupun penerimaan mahasiswa lewat jalur hafalan Alquran.

"Semua itu saya serahkan internal kampus. Itu adalah jalur khusus," kata Nasir seperti dikutip dari Antara di Yogyakarta, Senin (6/11).

Menurut Nasir, kampus memiliki otonomi terkait penggunaan hafalan Alquran untuk jalur khusus tersebut. Hafalan Alquran, kata Nasir, bisa menjadi salah satu alat ukur mengenai kemampuan anak didik dalam bidang akademik.

Dia mengatakan, penghafal Alquran dari satu sisi memiliki kemampuan menghafal yang baik. Dalam beberapa kajian kecerdasan, hafalan tersebut memiliki keterkaitan dengan kemampuan akademik yang baik.

Kendati demikian, Menristekdikti mengatakan pihaknya tidak akan melakukan kebijakan untuk mewajibkan kampus mengenai penggunaan metode seleksi dengan hafiz Alquran.

Untuk program itu, kata Nasir, sudah berjalan di beberapa kampus negeri, baik kampus keagaaman ataupun umum. "Mau dijalankan atau tidak, itu bukan kementerian yang mendorong. Kami ingin memberi ruang kepada perguruan tinggi dengan otonomi," katanya.

Hal terpenting, kata dia, setiap kemampuan anak didik harus dihargai seperti para juara akademik di bidang olimpiade tertentu, termasuk para penghafal Alquran.

Menristekdikti mengatakan, program apa pun dari kampus selama memicu anak didik menjadi lebih baik sebaiknya diterapkan. Akan tetapi, dia mensyaratkan agar program-program itu harus selaras dengan falsafah negara dan tidak menyimpang.

"Tujuannya kami ingin mendorong mereka menjadi lebih baik. Yang tidak boleh itu menuju radikalisme dan terorisme. Kalau itu ayat suci malah menyebabkan radikalisme, itu tidak boleh. Tapi kalau itu untuk menciptakan insan terbaik itu silakan inovasi perguruan tinggi," katanya. (*)


Tags Artikel Ini

Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH