Menpan RB: Indonesia Butuh SDM Pariwisata Menpan RB Asman Abnur. (MP/Teresa Ika)

MerahPutih.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur mengakui, Indonesia saat ini membutuhkan pegawai negeri sipil yang memiliki latar belakang bidang kepariwisataan.

"Lulusan kepariwisataan seperti di STP ini sangat kita butuhkan khususnya vokasionalnya, karena keahlian inilah yang nanti membuat kita lebih maju," kata Asman usai memberikan sambutan di acara wisuda Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung, Senin (6/11).

Asman mengungkapkan, banyaknya destinasi wisata di Indonesia tidak diimbangi dengan sumber daya manusia yang betul-betul menguasai ilmu kepariwisataan dalam mengelola objek wisata tersebut.

"Sekarang banyak destinasi wisata yang kita ciptakan, tapi di industri pariwisata yang lokal misalnya Danau Toba kita sangat membutuhkan orang yang mengelola pariwisata di situ," katanya.

Ia melanjutkan, dalam pemerintah daerah pun khususnya pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan masih banyak PNS yang tidak memiliki latar belakang kepariwisataan.

"Bahkan PNS seperi di Pemprov, Pemkab dan Pemkot masih banyak pegawai yang tidak memiliki latar belakang pariwisata, sementara target pariwisata kita harus tinggi. PNS pun kita butuhkan lulusan STP ini," katanya.

Senada dengan Menpan RB, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengajak para lulusan STP Bandung untuk berkontribusi memajukan dan mengelola kepariwisataan di Jabar.

"Saya mengajak lulusan STP Bandung untuk mengembangkan potensi wisata di Jabar," katanya.

Wagub mengatakan, Jawa Barat saat ini memiliki daya tarik baru untuk ditawarkan kepada calon wisatawan yaitu kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu yang tahun depan akan berpredikat Unesco Global Geopark.

"Kemudian situs megalitikum Gunung Padang di Cianjur. Kami juga sedang mempersipakan wisata halal ditahap awal ini di Bogor dan Bandung," katanya.

Wagub mendorong adanya investasi di bidang industri wisata di berbagai daerah di Jabar sehingga ia berharap kepada Kementerian Pariwisata, para pelaku industri wisata dan perguruan tinggi pariwisata untuk memperkuat posisi tawar Jabar sebagai salah satu destinasi utama pariwisata Indonesia sehingga dapat memberikan multiplier efek terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Pariwisata merupakan sektor sangat penting sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi sekaligus berperan sebagai sumber utama pendapatan negara.

Data dari Bank Indonesia tahun 2016 menyebutkan, di Jabar kontribusi pariwisata terhadap ekonomi dalam sektor perdagangan, akomodasi dan restoran mencapai Rp 33 triliun.

Bahkan secara nasional pariwisata menyumbang devisa terbesar setelah sektor migas, batubara, dan kelapa sawit mengalami penurunan.

"Semoga STP Bandung sebagai sekolah pariwisata tertua se-Asia Pasifik terus menjadi terdepan dalam mengembangkan SDM pariwisata yang berdaya saing global sekaligus ujung tombak pembangunan bidang kepariwisataan," kata Deddy. (*)


Tags Artikel Ini

Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH