Parenting
Menonton TV Terbukti Menjadi Bibit Konsumerisme Bagi Anak-Anak Komunikasikan soal dampak perilaku konsumerisme. (Foto: Pixabay/Leuchtturm81)

TELEVISI bukan lagi menjadi teknologi yang baru bagi para generasi Z (kelahiran 1997-2009) dan generasi Alpha (kelahiran 2010-2024) yang lahir pada rentang usia 1997 sampai 2012. Bahkan, kehidupan sehari-hari mereka setidaknya ditemani oleh dua layar biru mulai dari televisi, tablet, dan ponsel pintar.

Pesatnya perkembangan teknologi memang membuat para generasi muda semakin melek informasi dan pengetahun. Sayangnya ada risiko yang harus ditanggung oleh orangtua jika anak-anaknya sudah mengenal dunia digital terlalu dini.

Baca juga:

4 Penyakit yang Berisiko Menyerang Milenial dan Generasi Z Gaul Jakarta

Keseringan nonton berdampak sangat buruk bagi anak. (Foto Unsplash/Erik Mclean)
Keseringan nonton berdampak sangat buruk bagi anak. (Foto: Pixabay/mojzagrebinfo)

Sebuah penelitian menyimpulkan bahwa membiarkan anak-anak nonton televisi terlalu sering bisa membuat orangtuanya lebih stres. Apa alasannya?

Iklan, iklan, dan iklan menjadi salah satu sumber penghasilan terbesar dari perusahaan televisi. Tidak heran, iklan sangat sering muncul ketika kamu sedang menonton televisi. Nah, banyaknya iklan di televisi-lah yang menjadi sumber stres dari para orangtua ini.

Dilansir dari Daily Mail, para peneliti di University of Arizona bertanya kepada lebih dari 430 orangtua yang memiliki anak berusia antara 2-12 tahun. Mereka meneliti kebiasaan menonton anak dan tingkat stres orangtuanya.

Semakin sering anak-anak mereka menonton televisi, semakin banyak juga iklan yang mereka tonton. Para orangtua pun mengeluh karena anak-anak jadi banyak meminta barang-barang yang diiklankan di televisi ketika sedang jalan-jalan ke pusat perbelanjaan. Jika keinginannya tidak dikabulkan, fenomena ini juga bisa menimbulkan konflik antar anak dan orangtua.

Baca juga:

Bukan Berkeluarga, Ini 3 Prioritas Gen Z dan Milenial Menurut Survei

Batasi waktu menonton untuk anak-anak. (Foto Unsplash/ Jonas Leupe)
Batasi waktu menonton untuk anak-anak. (Foto: Pixabay/Victoria_Borodinova)

'Konten komersial hadir karena satu alasan: untuk menciptakan perilaku pembelian (konsumerisme)", ungkap Dr. Matthew Lapierre selaku ketua tim peneliti University of Arizona. Selain berdampak pada anak-anak, fenomena ini juga terbukti menjadi penyebab orangtua tambah stres.

Untuk menangani perilaku konsumerisme terhadap anak-anak, para peneliti tersebut mengimbau orangtua untuk membatasi waktu menonton televisi. Dampak buruk dari perilaku konsumerisme pun perlu menjadi bahasan. Para orangtua bisa mengajarkan betapa sulitnya mencari uang.

"Lihat nih, papa/mama setiap hari pergi pagi pulang malam dan enggak bisa main terus sama kamu. Kenapa? Karena harus mencari nafkah. Makanya, tidak bisa sembarangan membeli barang yang tidak perlu," bisa menjadi salah satu contoh penyampaian untuk anak terkait perilaku konsumerisme. (SHN)

Baca juga:

Budaya Populer Membuat Gen Z Ingin Bunuh Diri?

Penulis : shenna shenna
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sejumlah Perusahaan Startup Lawan Virus Corona
Fun
Sejumlah Perusahaan Startup Lawan Virus Corona

Mereka melakukan ini untuk membantu masyarakat terdampak virus Corona.

Demi Kim Soo-hyun, Lee Hongki Kuras Gaji Sebulan
ShowBiz
Divisi Chip ARM Diambil NVIDIA
Fun
Divisi Chip ARM Diambil NVIDIA

Nvidia sepertinya membeli ARM untuk membangun AI.

Maudy Ayunda Borong Sambal untuk Masa Isolasi Virus Corona
ShowBiz
Maudy Ayunda Borong Sambal untuk Masa Isolasi Virus Corona

Selama isolasi diri, Maudy sengaja menimbun sambal khas Indonesia.

Minikino Antar Film Pendek Indonesia ke Selandia Baru
Fun
Minikino Antar Film Pendek Indonesia ke Selandia Baru

Film-film pendek Indonesia dipandang di luar negeri.

Parasite Rilis Wallpaper Gratis untuk Latar Video Call
ShowBiz
Parasite Rilis Wallpaper Gratis untuk Latar Video Call

Dalam cuitannya, mereka membagikannya untuk semua orang yang masih berada di rumah.

Bikin Merinding, Film Horror dari Korea
ShowBiz
Bikin Merinding, Film Horror dari Korea

Nah, berikut ini, film horor Korea yang layak kamu tonton untuk menemani aktivitasmu di rumah.

Doja Cat Dikabarkan Positif COVID-19
ShowBiz
Doja Cat Dikabarkan Positif COVID-19

Pelantun Lagu Say So tersebut dinyatakan positif COVID-19 

Seberapa Kece Lagu Berbahasa Inggris Keluaran Terbaru Tiga Grup Idola K-pop?
Hiburan & Gaya Hidup
Seberapa Kece Lagu Berbahasa Inggris Keluaran Terbaru Tiga Grup Idola K-pop?

LIRIK lagu berbahasa Inggris jadi trending baru di kalangan grup idola K-Pop.