Image
Author by : Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Suasana lengang menjelang aksi mogok pedagang di Pasar Induk Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Banten, Senin, (13/11). Paguyuban pedagang Pasar Induk Tanah Tinggi melakukan aksi mogok berjualan selama 3 hari untuk menolak keputusan dan kebijakan pengelola pasar yang merugikan pedagang. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Image
Author by : Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Seluruh lapak pedagang Pasar Induk Tanah Tinggi tutup mulai 13 hingga 15 November 2017, aksi mogok berjualan para pedagang merupakan hasil kesepakatan bersama anggota Paguyuban Pedagang Pasar Induk Tanah Tinggi. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Image
Author by : Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Seorang pedagang menutup lemari pedinginnya dengan kardus, hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi keamanan terkait aksi mogok pedagang Pasar Induk Tanah Tinggi selama 3 hari. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Image
Author by : Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Para pedagang terpaksa menutup kiosnya selama 3 hari untuk melakukan aksi mogok berjualan di Pasar Induk Tanah Tinggi, Kota Tangerang. Sejak pasar tersebut dibangun puluhan tahun lalu, kios pedagang tidak pernah libur dan selalu buka 24 jam termasuk hari raya keagamaan. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Image
Author by : Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Sebelum melakukan berunjuk rasa didepan kantor pengelola, paguyuban pedagang Pasar Induk Tanah Tinggi berkeliling blok pasar untuk mengajak pedagang lainnya untuk bergabung. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Image
Author by : Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Aksi mogok para pedagang yang dilatarbelakangi dengan kekesalan terhadap sejumlah kebijakan pengelola Pasar Induk Tanah Tinggi yang semakin membebani pedagang, pengelola pasar memaksa pedagang untuk membayar kontrak sewa lapak tahun 2021 dan pungutan biaya masuk barang Rp. 100,- perkilogram. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Image
Author by : Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Pedagang Pasar Induk Tanah Tinggi berunjuk rasa didepan kantor pengelola dengan tuntutan menolak keputusan dan kebijakan baru yang merugikan pedagang dan meminta Pandu selaku Kepala Pasar Induk Tanah Tinggi untuk lengser dari Jabatannya. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Image
Author by : Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Sebanyak lebih dari 700 pedagang berunjuk rasa untuk menolak keputusan dan kebijakan pengelola pasar yang merugikan pedagang didepan kantor pengelola Pasar Induk Tanah Tinggi, Kota Tangerang. Sejumlah titik permasalahan diantara lainnya, pengelola membuat aturan baru dengan mengenakan biaya disribusi Rp. 100,- / Kilogram pada setiap sayur mayur dan buah yang masuk ke pasar induk tersebut. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Image
Author by : Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Penutupan Pasar Induk Tanah Tinggi oleh para pedagang juga sebagai penolakan terhadap paksaan untuk membayar kontrak sewa baru periode tahun 2021 hingga 2026 dengan kontrak lama yang masih berjalan hingga empat tahun kedepan. Pengelola pun mengancam pedagang yang tak ingin membuat kontrak baru akan mendapat sanksi atau lapaknya akan dipindahkan ke pendatang baru. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Image
Author by : Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Penutupan Pasar Induk Tanah Tinggi hingga 15 November 2017 oleh pedagang dikawal ketat pihak Kepolisian Polres Tangerang Kota, paguyuban pedagang Pasar Induk Tanah Tinggi masih menanti keterangan dan tanggapan pengelola pasar induk terkait aksi mogok yang digelarnya. Merahputih.com / Rizki Fitrianto