Menlu Retno Akan Pimpin Sidang Dewan Keamanan PBB Bahas Situasi Timur Tengah Menlu Retno Marsudi saat memimpin pertemuan debat terbuka di markas DK PBB, New York AS, Selasa (7/5)/ (Kemenlu)

MerahPutih.Com - Dewan Keamanan PBB pada 22 Mei nanti akan menggelar sidang guna membahas situasi Timur Tengah. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam kapasitasnya sebagai Presiden DK PBB akan memimpin sidang yang akan berlangsung di New York itu.

“Kepemimpinan Ibu Menlu yang akan memimpin langsung sidang ini menunjukkan betapa tingginya perhatian Indonesia pada isu perdamaian di Timur Tengah, khususnya Palestina,” ujar Koordinator Harian Satuan Tugas DK PBB Kementerian Luar Negeri RI Hari Prabowo dalam penjelasan kepada pers di Jakarta, Kamis (16/5).

Pertemuan tersebut akan membahas dua laporan, yakni dari Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Perdamaian Timur Tengah Nickolay Mladenov dan dari Badan PBB yang Bertugas Menangani Pengungsi Palestina (UNRWA).

Menlu Retno Marsudi mengenakan syal dengan bendera Palestina
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menunjukkan syal bergambar bendera Palestina dan Indonesia. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

“Beberapa pembahasan yang kami prediksi akan mengemuka adalah keberlanjutan proses perdamaian di Palestina, serta tindakan yang dapat membahayakan proses tersebut, misalnya, pembangunan permukiman ilegal di wilayah pendudukan Palestina,” kata Prabowo.

Selain Palestina, isu lain yang diperkirakan akan dibahas dalam pertemuan tersebut adalah kondisi terkini di Suriah terkait peningkatan ketegangan di Idlib, kemajuan terkait kerja sama Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW) dan pemerintah Suriah dalam investigasi senjata kimia, serta situasi keamanan di Yaman.

Sebelumnya, Menlu Retno telah menghadiri Sidang Terbuka DK PBB mengenai Timur Tengah pada Januari lalu, kemudian tampil menjadi pembicara utama dalam Forum PBB tentang Palestina pada awal April.

Pada 9 Mei 2019, dalam kapasitas sebagai Presiden DK PBB, Indonesia menggelar diskusi informal berbentuk "Arria Formula" mengenai Palestina.

Pertemuan Arria Formula biasanya dilakukan untuk membahas isu yang belum ada kejelasan atau kesamaan pandangan di antara negara-negara anggota DK. Karena itu, pertemuan Arria Formula bersifat informal dan dapat mengundang pihak luar sebagai narasumber.

Sebagaimana dilansir Antara, Pertemuan Arria Formula tentang Palestina yang diadakan dalam rangka keketuaan Indonesia itu bertujuan untuk menghidupkan kembali pembahasan Palestina di DK PBB serta menampung pandangan dari para ahli dan berbagai negara, khususnya anggota DK PBB, sehingga dapat memetakan dukungan bagi Palestina.

Diskusi informal yang diketuai bersama oleh Indonesia, Kuwait dan Afrika Selatan itu terbuka bagi semua anggota PBB dan mengikutsertakan para ahli sebagai narasumber.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH