Menkumham Yasonna Janji Cabut Remisi Pembunuh Wartawan Bali Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly. (ANTARAnews/tss)

MerahPutih.com - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM akan mencabut remisi I Nyoman Susmara pelaku pembunuhan wartawan Radar Bali (Jawa Pos Group), AA Gde Bagus Narendra Prabangsa menjelang Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada Sabtu (9/2) besok.

Pencabutan remisi itu setelah banyaknya desakan dari koliasi masyarakat sipil dan Aliansi Jurnalis Independent (AJI).

Menkumham Yasonna Laoly
Menkumham Yassona Laoly mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Komlek Parlemen, Jakarta, Senin (6/4). (Foto: Antara/Akbar Nugroho)

"Bapak Menteri (Yasonna Hamonangan Laoly) telah menulis surat kepada Mensesneg untuk dilakukan pembatalan terhadap pemberian remisi kepada Rama," kata Dirjen PAS, Sri Puguh Budiutami di kantornya, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (8/2)

Menurut Sri, pihaknya telah mendapat instruksi dari Menkumham Yasonna Laoly untuk mengkaji remisi terhadap pelaku pembunuhan wartawan Radar Bali. Hal ini setelah adanya desakan dari berbagai kalangan.

"Pak Menteri Hukum dan HAM memerintahkan kepada kami untuk melakukan kajian telaah dan sudah dilakukan," ungkapnya.

Karena itu, remisi terhadap Susrama yang tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Berupa Perubahan Dari Pidana Seumur Hidup Menjadi Pidana Penjara Sementara akan segera dicabut.

Ditjen PAS dalam pertimbangannya memandang dari segi kemanfaatan dan kepentingan umum keadilan masyarakat sehingga revisi Keppres 29/2018 bisa segera diterbitkan.

"Harapannya pembatalan pemberian remisi perubahan dari pidana seumur hidup menjadi sementara 20 tahun itu bisa segera terbitkan," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, AJI Indonesia telah menyerahkan petisi kepada Ditjen PAS Kemenkumham. Petisi tersebut dimaksud agar pemerintah mencabut pemberian remisi terhadap I Nyoman Susrama, pelaku pembunuhan wartawan Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

Sebagai informasi, pemberian remisi terhadap Susrama tertuang dalam Keppres Nomor 29 tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Perubahan dari Pidana Penjara Seumur Hidup Menjadi Pidana Sementara tertanggal 7 Desember 2018.

Jurnalis memegang foto jurnalis Radar Bali Anak Agung Bagus Narendra Prabangsa yang menjadi korban pembunuhan pada tahun 2009. [Antara Foto]
Jurnalis memegang foto jurnalis Radar Bali Anak Agung Bagus Narendra Prabangsa yang menjadi korban pembunuhan pada tahun 2009. [Antara Foto]

Susrama merupakan satu dari 115 terpidana yang mendapatkan keringanan hukuman sesuai Keppres tersebut. Dengan remisi itu hukuman atas Susrama menjadi ringan. Dari penjara seumur hidup menjadi 20 tahun penjara.

Pembunuhan berencana terhadap Narendra Prabangsa terjadi pada 11 Februari 2009 silam. Sejak proses penyelidikan hingga pengadilan kasus ini sempat menyita perhatian publik. Saat terjadi kasus pembunuhan itu, Susrama yang merupakan aktor intelektual pembunuhan adalah Caleg PDI Perjuangan untuk Pemilu 2009.

Dalam sidang Pengadilan Negeri Denpasar 15 Februari 2010, majelis hakim akhirnya memvonis Susrama dengan hukuman penjara seumur hidup. Sementara terdakwa lainnya yang ikut terlibat juga dihukum dari lima tahun hingga 20 tahun. Upaya Susrama untuk banding dan kasasi tak membuahkan hasil. Pada 24 September 2010, Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukan. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH