Menkopolhukam Wiranto: Apakah Tidak Genting Ada Gerakan Tolak NKRI? enko Polhukam Wiranto (kiri) bersama Menkominfo Rudiantara (kedua kiri) memberi keterangan pers di Kementerian Koordinator Polhukam, Jakarta, Rabu (12/7). (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

MerahPutih.com - Negara saat ini dalam keadaan genting, di mana masih ada kelompok yang menolak Pancasila, NKRI, nasionalisme dan demokrasi.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, saat ini masih ada kelompok yang jelas-jelas menolak dasar negara dan ingin mengganti ideologi bangsa.

"Sekarang saya balik, apakah tidak genting kalau ada gerakan-gerakan tolak demokrasi, tolak nasionalisme, tolak NKRI? Genting gak?," kata Wiranto bertanya, di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (17/7).

Ia pun menantang siapapun yang tidak setuju dengan kebijakan pemerintah untuk berdiskusi dan mencari jalan keluarnya.

"Kalau ada anggapan gak ngenting ya sudah ayo, jalanin aja ini, diemin aja ini. Aman, Pak Wiranto enggak usah ngomong, Pak Jokowi enggak usaha ngomng. Kita biarkan aja itu NKRI digerogoti, Pancasila digerogoti. Ideologi itu biar aja subur. Kita rela nanti jadi Libya, seperti Irak, seperti Suriah, mau enggak, mau enggak?" timpal Wiranto.

Mantan Pangab era Orba ini menjelaskan penerbitan Perppu Ormas merupakan bentuk kehadiran pemerintah di saat ideologi bangsa mulai digerogoti. Pemerintah mempunyai wewenang dan tanggungjawab untuk menjaga itu.

"Tapi saya punya wewenang, Pak Jokowi punya. Kita bergerak. Tapi nanti enggak bergerak, enggak ambil keputusan, ribut pemerintah tidak hadir, tatkala ada permasalahan. Saya sering denger itu. Ada permasalahan, kita menilai belum kritis belum waktunya kita bertindak, ribut, pemerintah tidak hadir. Sekarang kita hadir ribut," ujarnya.

"Kalau enggak setuju bisa ke kantor saya, bisa diskusi dengan saya. Kalau enggak setuju bisa berikan jalan keluarnya seperti apa. Jangan menuding pemerintah seperti orba," tandasnya.

Lebih lanjut, ia meyakinkan bahwa penerbitan Perppu tidak bermaksud apa-apa, semeta-mata menjaga ideologi bangsa. (Fdi)

Baca juga berita terkait berikut ini: Komnas HAM Temui Wiranto Bahas Kriminalisasi Ulama, ini Respon Polisi



Yohannes Abimanyu

YOU MAY ALSO LIKE