Menkominfo Ajak Masyarakat Tidak Menyebarkan Video Aksi Teroris di Mabes Polri Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate berkunjung ke Monumen Pers Nasional, Solo, Jawa Tengah, Kamis (1/4). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menyayangkan maraknya video dan foto terkait kasus terorisme terutama penyerangan di Mabes Polri, Rabu (31/3).

Menurutnya, penyebaran video dan foto kasus terorisme tersebut tidak sesuai persyaratan etis.

Baca Juga

Warga Diimbau tidak Kucilkan Keluarga Terduga Teroris ZA

"Saya mengajak pada masyarakat bisa memilah dan memilih informasi sebelum meneruskannya pada orang lain," ujar Johnny melakukan kunjungan kerja di Monumen Pers Nasional, Solo, Jawa Tengah, Kamis (1/4).

Dikatakannya, menyebarluaskan video dan foto yang tidak etis tersebut dapat menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat. Atas dasar tersebut masyarakat harus berhati-hati.

"Jangan sebar foto dan video yang tidak sesuai persyaratan etis dan UU ITE. Saya berharap sekali pada masyarakat lebih cerdas untuk memilih dan memilah agar tidak menyebarluaskan foto dan gambar terorisme," katanya.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate berkunjung ke Monumen Pers Nasional, Solo, Jawa Tengah, Kamis (1/4). (MP/Ismail)
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate berkunjung ke Monumen Pers Nasional, Solo, Jawa Tengah, Kamis (1/4). (MP/Ismail)

Ia menegaskan saat ini aparat penegak hukum sedang bekerja menangani kasus terorisme. Kominfo dan masyarakat mempercayakan penanganan kasus terorisme pada aparat penegak hukum.

"Cara cegahnya harus mulai dari diri masing-masing. Marilah manfaatkan teknologi untuk kepentingan baik orang banyak," tutur dia

Disinggung terkait sanksi, lanjut Johnny, pihaknya menyerahkan pada aturan UU ITE dan KUHP. Hal tersebut berkaitan dengan ranah aparat penegak hukum.

"Ada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Polri dan Kominfo untuk melakukan monitoring ruang digital. Jadi jangan asal sembarangan menyebar foto dan video terkait terorisme," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga

Penyerangan Terduga Teroris di Mabes Polri Diungkap Secara Transparan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kebakaran Hanguskan Sejumlah Rumah di Gambir
Indonesia
Kebakaran Hanguskan Sejumlah Rumah di Gambir

Kebakaran melanda rumah di Jalan Tanjung Selor, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11).

Warga di Pelosok Jabar Masih Ada yang Kesulitan Air Bersih
Indonesia
Warga di Pelosok Jabar Masih Ada yang Kesulitan Air Bersih

Masyarakat di pelosok Jawa Barat masih ada yang kesulitan mengakses air bersih. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pedesaan dihdapkan bisa mengatasi kesulitan tersebut.

Boyolali Diguyur Hujan Abu Vulkanik, Warga Kawasan Rawan Bencana Tetap Beraktivitas Normal
Indonesia
Boyolali Diguyur Hujan Abu Vulkanik, Warga Kawasan Rawan Bencana Tetap Beraktivitas Normal

Kepala Desa Tlogolele Ngadi membenarkan jika warga di desanya terdampak hujan abu vulkanik. Namun demikian, warga tidak panik dan tetap beraktivitas seperti biasa.

Kelompok Radikal di Indonesia Sasar Milenial Jadi Pengantin
Indonesia
Kelompok Radikal di Indonesia Sasar Milenial Jadi Pengantin

Kelompok radikal terus berkembang setiap tahunnya untuk mengembangkan sayapnya. Bahkan, pola rekrutmen sudah mulai menyasar pada kalangan anak muda karena dianggap paling militan untuk dijadikan calon pengantin.

Luncurkan e-TLE Nasional, Kapolri Listyo Minta Pengendara Ubah Perilaku
Indonesia
Luncurkan e-TLE Nasional, Kapolri Listyo Minta Pengendara Ubah Perilaku

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan tilang elektronik atau Elektronic Traffic Law Enforcement (e-TLE) nasional tahap 1.

Wakil Wali Kota Tangsel Terpapar COVID-19, Diduga Sering Terima Tamu dan Kunjungan
Indonesia
Wakil Wali Kota Tangsel Terpapar COVID-19, Diduga Sering Terima Tamu dan Kunjungan

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan positif COVID-19. Ia tengah menjalani isolasi mandiri.

Batalkan Perpres Miras, Jokowi Disebut Dengarkan Aspirasi Rakyat
Indonesia
Batalkan Perpres Miras, Jokowi Disebut Dengarkan Aspirasi Rakyat

PPP mengapresiasi keputusan Presiden Jokowi yang membatalkan lampiran III Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10/2021.

Mantan Mensos Juliari Batubara Makin Lama Dipenjara
Indonesia
Mantan Mensos Juliari Batubara Makin Lama Dipenjara

Perpanjangan penahanan dilakukan karena tim penyidik masih memerlukan waktu

Diminta Uang Saat Vaksin? Ini Hotline yang Disediakan Kemenkominfo
Indonesia
Diminta Uang Saat Vaksin? Ini Hotline yang Disediakan Kemenkominfo

Program vaksinasi di Indonesia sudah menjangkau lebih dari 27 persen sasaran vaksinasi

Hari Ini MK Sidangkan 34 Sengketa Pilkada
Indonesia
Hari Ini MK Sidangkan 34 Sengketa Pilkada

Waktu yang dimiliki Mahkamah Konstitusi untuk memeriksa dan memutus perkara sesuai peraturan perundang-undangan adalah 45 hari sejak permohonan perselisihan.